
Pagi ini Ayya dan Zakky lumayan telat untuk sarapan, karena selesai sholat subuh tadi Zakky memilih kembali tidur sedangkan Ayya membereskan beberapa baju yang ada di kopernya.
" Ehem.. ehem.. kirain lupa buat sarapan" suara Keenan menyambut kedatangan keduanya yang baru saja bergabung dimeja makan.
Terlihat semua orang telah duduk dengan rapi ditempatnya masing-masing tanpa menyentuh makanannya.
" Loh kok belum pada makan" tanya Zakky polos melihat Papa, Oma, Ayah dan Bunda belum memulai ritual sarapan mereka.
" Nungguin lu pada lah, lama banget" ucap Keenan mengambil lauk untuk dirinya.
" Hus kamu ini, maklumi saja kan penganten baru" ucap Oma Zalika membuat Keenan tersenyum penuh arti kearah Zakky dan Ayya.
" Gimana enak gk" tanya Keenan menaik turunkan alisnya.
" Enak apanya?" tanya Zakky bingung saat ditatap Keenan seperti itu.
" Apaan sih kak,, aneh" ucap Ayya juga tak mengerti.
" Hedeh, efek malam pertama nih ngeblang" ucap Keenan melanjutkan aktivitas makan nya.
" Malam pertama apa sih" tanya Zakky dan Ayya polos, membuat mereka terdiam.
" Ken.. udah, jangan ganggu mereka" tegur Arya membuat Keenan seketika diam.
" Sudahlah Zakky, Ayya.. kalian duduk aja" ucap Tio membuat keduanya langsung duduk. Dengan cepat Ayya hendak menyendok kan nasi keatas piringnya, namun suara Vania mengurungkan niatnya.
" Ayya.." tegur Vania, sambil meng-kode agar Ayya melayani Zakky sebagai mana mestinya.
Ayya yang awalnya sudah diajari pun bergegas menarik piring Zakky, membuat sang suami hendak protes.
__ADS_1
" Loh kok diambil sih" tanya Zakky.
" Sini aja, biar aku yang mengambilkan" ucap Ayya sedikit grogi.
" Nggak usah, kamu urus aj-" ucap Zakky terpotong.
" Biarkan Istrimu yang mengambilkan Zakky" ucap Oma Zalika kepada Zakky.
" Mulai sekarang dan seterusnya Ayya akan melakukannya untuk kamu" sambung Oma Zalika.
" Iya Oma" ucap Zakky lalu menatap Ayya yang kini sedang menyendok kan Nasi keatas piringnya.
" Sudah cukup" ucap Zakky lembut sambil memegang tangan Ayya lalu menuntun tangan Ayya agar mengisi nasi keatas piring Ayya. Ayya pun hanya bisa pasrah saat tangan Zakky menggenggam tangannya sambil menyendok kan nasi keatas piringnya.
Semua orang yang melihat mereka dibuat baper, dengan cara Zakky memperlakukan Ayya dengan lembut.
" Oh iya Zakky, Ayya.. lima hari lagi kalian akan berangkat kembali ke Indonesia, kalian nikmati lah waktu sebelum kita kembali ke Indonesia" ucap Tio membuat Zakky menatapnya.
" Apa kalian ikut?" tanya Zakky.
" Untuk sekarang Papa dan Oma masih harus menetap disini, sampai kondisi papa stabil" ucap Tio membuat Ayya mengangguk.
" Umm, apa Ayah dan Bunda ikut" tanya Ayya menatap Ayahnya.
" Untuk sekarang sepertinya Ayah belum bisa pulang ke Indonesia, mungkin akan pulang bersamaan dengan Papa mertuamu itu" ucap Arya membuat Ayya seketika tertunduk lesu.
" Tapi yah-" Ayya hendak berucap namun dipotong oleh Keenan.
" Tenanglah,, Kakak akan ikut bersama kalian" ucap Keenan membuat Ayya sumringah.
__ADS_1
" Serius kak?" tanya Ayya antusias.
" Serius, Kakak akan mengurus perusahaan Ayah yang ada di sana" ucap Keenan.
Selesai sarapan, Oma Zalika mengajak Zakky ke halaman belakang. Sedangkan Ayya sendiri pergi menuju kamar Vania dan Arya atas panggilan keduanya.
_____ _____ _____ _____
Zakky mendudukkan dirinya di samping sang Oma yang kini sedang memandang luas searah perkebunan mereka. Sedangkan Zakky yang tau untuk apa dia dipanggil pun hanya bisa diam, sambil menunggu Oma Zalika angkat bicara.
" Apakah kalian akan seperti ini terus Zakky?" tanya Oma Zalika masing dengan pandangan yang lurus kedepan.
" Kau sekarang sudah menjadi suami Zakky, bukalah hatimu, tatalah keluarga kecilmu, ini sudah takdir kalian, jadilah imam yang baik untuknya kelak, Oma yakin kalian bisa saling mencintai" ucap Oma mengalihkan pandangannya menatap cucu kesayangannya tersebut.
" Tapi Oma.." Zakky menunduk saat melihat tatapan sayu Oma Zalika.
" Tidak sulit untuk mencintainya Zakky" ucap Oma mengusap pundak Zakky dengan lembut. " Oma yakin kamu bisa" sambung Oma membuat Zakky mengangguk. Memang hanya Oma yang bisa mengerti hatinya, dirinya kini tenang dan memantapkan hatinya untuk mempertahankan Ayya di sisinya sebagai Istri sah- nya.
_____ _____ _____ _____
Sementara dikamar Ayya termenung mengingat kembali perkataan Ayahnya tadi.
" Kamu sekarang telah berstatus istrinya sayang, patuhilah dia, belajarlah mencintainya jangan biarkan nama pria lain menetap dihatimu, jangan pernah mengingatnya lagi, lakukanlah tugasmu sebagai istri, karna surga seorang istri ada pada suaminya" ucap Arya sebelum meninggalkan pergi ke kantor.
" Yang dikatakan ayahmu itu benar sayang, seorang istri sudah sepantasnya melayani suaminya dengan baik, jangan kecewakan dia dengan masa lalu mu sayang" sambung Vania. " Ukirlah namanya dihatimu" kembali Vania memberikan wejangan untuk sang putri yang kini telah berstatus sebagai istri.
" Apakah aku bisa" batin Ayya bertanya.
Bersambung...........
__ADS_1