Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
17.Siapa


__ADS_3

" Pak.." pekik Ayya terkejut ketika Zakky kini berdiri tepat dibelakangnya.


" Perlu bantuan jangan so' gengsi" cetuk Zakky membantu membukakan Resleting gaun Ayya, meskipun sedikit grogi namun dia tetap melakukannya.


Untuk sesaat Zakky tertegun menatap punggung mulus Ayya yang sedikit terbuka membuat darahnya berdesir.


" Pak.." tegur Ayya saat merasakan belum adanya pergerakan Zakky. Dirinya pun ikut grogi apalagi melihat mata Zakky dari pantulan cermin membuatnya berbidik ngeri.


" Bisa tidak jangan memanggil saya jangan seperti itu lagi" Zakky menatap Ayya melalui pantulan cermin.


" Me,memangnya saya harus panggil apa pak" dengan grogi Ayya membalas tatapan Zakky yang menatapnya melalui cerimin.


" Terserah kamu.." jawab Zakky membuat Ayya mendengus, ternyata sikap nyebelin nya tetap saja ada.


" Ya apa pak, saya kan gk tau" jawab Ayya membuat Zakky memanyunkan bibirnya membuat Ayya gemas sendiri.


" Ck.. kamu kan bisa panggil Kaka, Mas atau Abang terserah kamu.. asal jangan bapak ntar keliatannya saya ketuaan" ucap Zakky membuat Ayya tambah gemas, apakah ini sifat aslinya sungguh sangat menggemaskan bukan.


" Baiklah mulai sekarang saya panggil Mas aja gimana" ucap Ayya membuat Zakky tersenyum.


" Kalo gitu cepetan dong Mas, saya sudah gerah" Ayya membuyarkan lamunan Zakky.


" Mulai sekarang jangan terlalu formal bicaranya" Ucap Zakky meraih Resleting gaun Ayya.

__ADS_1


GLEK....


Tenggorokan Zakky seperti tercekat saat melihat punggung mulus Ayya. "Ya Allah kuatkanlah imanku" batin Zakky menguatkan hatinya. Dengan perlahan, resleting gaunnya terbuka memperlihatkan punggung mulus itu dengan sempurna, hingga tanpa sadar Zakky menyentuh kulit mulus itu, Ayya yang terkejut hanya bisa memejamkan matanya, sungguh itu diluar dugaannya.


" Maaf.." ucap Zakky tersadar dan melangkahkan kakinya menuju ranjang.


Ayya melongo tak percaya menatap kepergian Zakky yang kini membaringkan tubuhnya membelakangi Ayya. Sungguh di luar dugaan, dia pikir Zakky akan meminta Haknya namun bahkan bertanya tentang kesiapan Ayya saja tidak, apakah memang Zakky sama sekali tidak menginginkannya.


Tidak mau terlalu memikirkannya, Ayya memilih mengganti pakaiannya meski terus membayangkan Zakky, Ayya mencoba menepisnya.


Ayya berdiri tak jauh dari ranjang, memperhatikan Zakky yang tertidur lelap. Dengan perlahan, Ayya menaiki ranjang dengan perasaan canggung.


" Untung dia udah tidur" gumam Ayya membaringkan badannya sambil memunggungi Zakky yang juga memunggunginya.


Dengan perlahan, dia menuruni ranjang menuju Balkon sambil menggenggam handphone nya, beberapa menit berlalu kini sambungan telfon berbunyi.


Tutt...


" Ya Hallo..." jawab Zakky pelan.


" Lu kenapa sih, dari tadi gua telfonin gk diangkat angkat" kesal seseorang diserang telfon.


" Sorry gua tadi sibuk" jawab Zakky sedikit gugup.

__ADS_1


" Tumben banget, tapi lu gk lagi nyembunyiin sesuatu kan dari gua" pertanyaan itu membuat Zakky mati kutu.


" Gk kok, cuman kebetulan sibuk aja" jawab Zakky mencoba menetralkan perasaannya.


" Gimana udah baikan" tanya Zakky mengalihkan pembicaraan.


" Lumayan.." jawab seseorang itu.


" Mama mana" tanya Zakky tidak langsung dijawab orang itu.


" Udah tidur" jawabannya.


" Yaudah, tidur juga gih jangan lupa rutin minum obat, biar cepet sembuh" ucap Zakky.


" Jangan lupa sama janji lu, Ky..." ucap orang itu diakhir obrolan.


" Iya.." jawab Zakky pelan sebelum mematikan sambungan telponnya.


" Maafin gua" batin Zakky setelah sambungan terputus.


Bersambung.................


##

__ADS_1


Haduh siapa yaa yang telfonan sama Zakky..


__ADS_2