
Mendengar itu Arya menggepal kuat, lalu dengan cepat meninju dinding hingga tangannya berdarah.
" Om..." pekik pria itu... langsung berdiri.
" Beraninya mereka melakukan itu kepada putriku" geram Arya membuat pria itu berbidik ngeri.
" Maaf Om, saran saya mending bawa mereka kekantor polisi, saya siap jadi saksi atas pembulian yang mereka lakukan bila perlu saya akan bantu meminta rekaman CCTV dikedua tempat itu" ucap pria itu yakin membuat Arya menatapnya.
" Terimakasih Nak atas bantuannya, saya akan menyuruh beberapa orang menemani kamu agar prosesnya mudah" ucap Arya berdiri.
" Saya permisi dulu Om" pamit pria itu membuat Arya mengangguk.
" Ia, saya jug akan masuk" Arya hendak memasuki ruangan namun dicegah pria itu.
" Om sebaiknya luka anda dibersihkan dulu" ucap pria itu memberikan tisu yang memang ada disisinya.
" Terimakasih..." jawab Arya menerima tisu itu.
" Permisi Om" Akhirnya pria itu melenggang pergi meninggalkan Arya yang berdiri mematung didepan pintu.
" Astaga aku lupa menanyakan namanya" gumam Arya menepuk keningnya.
Hampir seminggu Ayya berada dirumah sakit, dengan selalu didampingi Arya dan juga Vania yang berusaha menenangkan Ayya. Bahkan seminggu itu pula pria yang bahkan belum diketahui namanya itu menemani Ayya yang kadang harus ditinggal Arya pulang untuk sekedar berganti baju.
" Kak.. Kaka apa gk cape nemenin aku disini, aku ngerepotin loh bahkan ayah sampai gk kerja" ucap Ayya disela makannya.
" Untuk apa harus cape, toh aku yang mau kesini" jawab pria itu.
" Kaka udah seminggu loh disini tapi aku belum tsu nama Kaka" Ayya menatap pria yang kini sedang membersihkan sisa maknanya.
" Kak.." Ayya menarik tangan Pria itu membuat mereka saling tatap.
__ADS_1
" Nama Kaka siapa sih" tanya Ayya sekali lagi. Membuat pria itu gemas sendiri.
" Alva.. panggil aja kak Alva" jawab pria itu tepat ditelinga Ayya.
" Hayo.. kalian lagi ngapain" suara Arya tiba tiba muncul membuat mereka tersadar.
" Ayah..." pekik Ayya girang lalu memeluk Arya erat erat.
" Aduh putri Ayah barbar sekali yaa" gurau Arya menoel pipi Ayya membuat Ayya cemberut.
" Gimana udah makan" tanya Arya menatap Ayya namun tidak direspon.
" Belum Om, katanya tunggu disuap Ayahnya" sambung Pria yang bernama Alva itu.
" Kak Alva..." teriak Ayya.
" Aku udah makan kok yah" gerutu Ayya membuat Alva terkekeh.
" Kak Alva Bun, boong sama Ayah" ucap Ayya cemberut.
" Alva?" tanya kedua orang tua itu kompak menoleh kearah Alva.
" Eh iya Om, nama saya Alva maaf kalau belum sempat berkenalan waktu itu" ucap Alva membuat Arya mengangguk.
" Gk papa ko Al.. makasih udah jagain Ayya yaa.." Vania pun tersenyum kearah Alva.
...____ ____ ____ ____ ____...
" Buktinya sudah saya berikan kepada pihak polisi, apa Om mau melihatnya" tanya Alva duduk disamping Arya kini mereka sedang diluar membiarkan Ayya berganti pakaian.
" Tidak perlu Al.. saya sudah cukup sakit hati melihat kondisi Ayya, bagaimana melihat video pembulian mereka itu hanya akan membuat saya tambah sakit hati" jawab Arya.
__ADS_1
" Terimakasih Alva.. kamu sudah mau menolong Ayya, terimakasih Al" ucap Arya tulus membuat Alva bergetar.
" Sama sama Om" jawab Alva tersenyum.
Arya bersyukur masih ada orang seperti Alva yang mau menolong Ayya, jika tidak entah sudah jadi seperti apa Ayya sekarang menghadapi hidupnya.
Flashback off
Arya terus melamun membuat Ayya geram karena sedari tadi sang Ayah yang diajak berbicara itu terus saja diam.
" Ayah...." teriak Ayya membuat Arya tersadar.
" Kenapa sayang" tanya Arya ketika sadar.
" Kenapa diam aja dari tdi" cetus Ayya membuat Arya terkekeh.
" Udah udah.. mau lanjut gk nih" Ayya pun mengangguk setuju menggandeng Arya dan Vania menikmati suasana Paris pada hari ini.
Hampir seharian mereka keliling, membuat Ayya tertidur didalam mobil karena saking mengantuknya.
" Sayang kayaknya besok aku jenguk Tio deh, jadi bisakan besok kamu temenin Ayya dulu, aku bakal usahain kalau sempet yaa" ucap Arya setelah menurunkan Ayya diranjang.
" Emang Tio masuk kapan sayang" tanya Vania.
" Belum sampe sih seminggu, aku aja dapet kabarnya dari tuan Alden" jawab Arya membuat Vania mengangguk paham.
Bersambung..........
##
Oke masih opening nya nih, belum ada kerumitan didalamnya. Masih netral yaa Bun Episodenya....
__ADS_1