
Back to Ayya
tok.. tok.. tok.. tok..
Ayya bergegas berdiri untuk mengecek siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
" Loh Bunda,, masuk Bun" ajak Ayya saat melihat sang Bunda berdiri di ambang pintu kamarnya.
" Lagi apa sayang" tanya Vania.
" Ini Bun, lagi ngerjain tugas yang numpuk" jawab Ayya berjalan menggiring sang bunda masuk kedalam kamarnya.
" Emang tugasnya dari kapan" tanya Vania mendudukkan dirinya di samping Ayya.
" Dari seminggu yang lalu Bun, hehe" jawab Ayya sambil terkekeh.
" Kamu ini, lain kali tugas jangan ditumpuk biar nggak terlalu ribet" celetuk Vania.
" Aku lupa Bunda" jawab Ayya sambil menyimpan laptopnya kemudian merebahkan kepalanya dipangkuan Vania.
" Aku bakal Rindu bunda" ucap Ayya membuat Vania tersenyum.
" Bunda akan sering sering menelpon mu sayang, jangan lupa pesan Bunda, turuti lah suamimu, penuhi keinginannya jika dia meminta hak-nya maka berikanlah" ucap Vania sambil mengelus rambut Ayya.
" Selesaikan tugasmu sayang, setelah ini kita akan memasak untuk makan siang, tadi Ayahmu menelpon dia bilang suami dan Kakakmu sedang di kantor suamimu, jadi bawakan mereka makan siang yaa" ucap Vania membuat Ayya termenung.
" Aku tidak mengetahui letak kantornya Bun" ucap Ayya bangun dari pangkuan Vania.
" Sudahlah jangan beralasan, nanti kamu akan di antar oleh supir" jawab Vania berdiri.
" Baiklah Bunda" Akhirnya mau tidak mau Ayya mengantarkan makan siang untuk keduanya.
Kantor Zakky
" Zak, gua tinggal bentar yaa" ucap Keenan berdiri dari duduknya.
__ADS_1
" Cafe depan bentar, mau ngopi" ucap Keenan menggulung lengan kemejanya hingga ke sikut.
" Jangan lama, nih masih banyak berkasnya" ucap Zakky masih terus fokus kedepan laptop nya.
" Hemm, ada yang mau lu titip gak" tanya Keenan berjalan keluar menuju pintu.
" Kopi aja, kayak biasa yaa" pesan Zakky.
" Yaudah gua tinggal yaa" ucap Keenan menghilang dari balik pintu meninggalkan kesibukan Zakky.
" Pagi pak Ken" sapa seorang wanita saat berpapasan dengan Keenan.
" Hmm" Gumam Keenan sambil terus berjalan.
" So' kecakepan banget tuh orang, untung kolega bisnisnya Bos Zakky" gerutu wanita itu melihat dia diabaikan oleh Keenan.
" Ganteng sih, tapi lebih ganteng lagi Pak Zakky" ucapnya tersenyum sumringah sambil menenteng bekal yang dia buat untuk Zakky.
" Hei Grace, mau kemana kau" ucap Danish asisten Zakky, sambil menahan tangan wanita yang bernama Grace itu.
" Heh.. jelas ini urusanku karna ini tugasku, menahan setiap parasit yang hendak mengganggu bosku" ucap Danish tajam, membuat Grace mendorongnya.
" Heh denger ya Danish, dia juga bosku.. apa salahnya aku masuk toh aku membawakannya bekal" ucap Grace.
" Apa kau gila, bos itu sudah menikah.. tidak sepantasnya kau repot repot" kecam Danish, sambil menarik tangan Grace menjauh dari ruangan Zakky.
" Lepaskan tanganku Danish" ucapnya berontak. Danish pun menghempaskan tangan Grace.
" Cih.. Jangan coba-coba mengganggu bosku" ancam Danish.
" Kenapa, kau cemburu" balas Grace menyeringai.
" Cih.. untuk apa cemburu kepada jal*ng sepertimu, tidak ada gunanya" ucap Danish lalu menatap pakaian yang Grace kenakan terlihat sangat ketat, bahkan rok-nya pun hanya sampai diatas lutut, dengan cepat ia meninggalkan Grace yang nampak kesal.
" Dasar bedeb*h sialan" pekik Grace.
__ADS_1
_____ _____ _____ _____
Danish berjalan menuju lift, tujuannya kini untuk melihat kerusuhan yang terjadi di lobby kantor, tadi dia sempat di telfon oleh resepsionis yang mengatakan jika ada seorang wanita yang mengaku sebagai istri bos nya yaitu Zakky.
" Aduh bos penggemarmu sangat banyak" gumam Danish memijat keningnya, minggu lalu kejadian seperti ini pernah terjadi sehingga membuatnya harus butuh tenaga Ekstra untuk meladeni wanita wanita gila yang mengaku pacar bahkan istri dari bos nya.
Sepanjang jalan Danish mendengar para karyawannya membicarakan wanita itu, bahkan tak jarang mereka mencibir.
" Mohon maaf Mba tapi bos Zakky tidak bisa diganggu" suara Resepsionis samar samar terdengar di telinga Danish.
" Sudah saya katakan saya ini istrinya mba" jawab seorang wanita dengan ketus.
" Saya mohon sekali lagi untuk anda pergi mba, atau saya panggilkan security" jawab Resepsionis dengan kesal. " Kalau Mba istrinya kenapa gak buat janji dulu" cibir sang resepsionis dengan ketus.
" Emang harus ya, saya buat janji saya kan Istrinya rebet amat sih" kesal Wanita itu.
" Ada apa ini Irene" suara Danish tiba tiba saja muncul dibelakang wanita yang mengaku sebagai istri Zakky.
" Ini pak ada yang mengaku sebagai istri bos" ucap Resepsionis bernama Irene menatap sini kenapa wanita didepannya.
" Maaf dengan si-" tanya Danish membuat wanita itu balik badan.
" Mau apa ha, mau ngusir saya" ketus wanita itu membuat Danish terbelalak.
" Ma,maaf nona saya tidak mengetahui kedatangan anda" ucap Danish cepat cepat meminta maaf membuat resepsionis itu mengerutkan keningnya.
" Maaf.. maaf.. mana bos kamu" kesal Wanita itu yang ternyata Ayya.
" Diruang nya Nona, mari saya antar" jawab Danish membungkuk.
" Nih kasih ke dia, saya mau pulang" kesal Ayya memberikan paper bag yang dia bawa kepada Danish.
" Nona.. maaf kan kami tolong, mari ikut saya akan antarkan" bujuk Danish.
" Sudahlah saya pergi dulu" kesal Ayya meninggalkan Danish yang buru-buru menelfon Zakky.
__ADS_1
Bersambung...........