Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
13.Seharian Berdua


__ADS_3

Setelah mendengar keputusan mereka berdua, kini para orangtua membahas kapan akan diadakan acara pernikahan, tidak mau terlalu lama menunda karena mereka akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.


Sesuai kesepakatan kedua belah pihak, acara akan dilaksanakan seminggu kemudian pada hari Sabtu atau malam Minggu, dikediaman Bramantyo.


Ayya keluar dengan perasaan kesal, sementara Zakky berjalan dibelakangnya dengan bingung.


" Entah saya harus senang atau sedih sekarang" batin Zakky bingung, perasaannya saat ini campur aduk. Ada rasa senang entah karena dasar apa begitu pula perasaan sedih karena harus merahasiakan dari satu hati yang sangat dia jaga.


" Pak... pak.. pak Zakky.." teriak Ayya kesal membuat Zakky terkejut.


" Sabar Ayya.." jawab Zakky lembut membuat menatapnya malas.


" Lelet banget sih, kalo gk jadi saya pulang nih" gerutu Ayya membuat Zakky tersenyum tipis.


" Yasudah pulang gih, tinggal saya bilangin sama Ayah kamu kalau kamu gk mau pergi" jawab Zakky cuek memasuki kedalam mobilnya membuat Ayya mau tak mau ikut memasuki mobil Zakky dengan perasaan dongkol.


" Katanya mau pulang, yaudah sana biar saya balik ke kantor" ucap Zakky dengan nada menyindir membuat Ayya mendengus.


" Gk.." jawab Ayya singkat, entah kenapa akhir akhir ini sang dosen disampingnya selalu banyak bicara.


Senyum dibibir Zakky tertarik hingga terlihat senyum manisnya. Ada rasa senang tersendiri yang dia rasakan, namun dia ingat harus menjaga hati seseorang yang sangat berarti untuknya.

__ADS_1


Zakky melajukan mobilnya membelah jalanan, tujuannya adalah sebuah toko langganan yang direkomendasikan sang Ayah, yang juga selalu membeli kebutuhannya disana.


Seharian waktu mereka berdua tersita hanya untuk mencari kebutuhan pernikahan mereka, bahkan kini terlihat Ayya yang tertidur disampingnya.


" Ayya.. " ucap Zakky menggoyangkan lengan Ayya namun tak kunjung membangunkannya.


" Nyusahin nih anak" lontar Zakky memilih menggendong tubuh Ayya ala bridal style.


Didepan rumah terlihat Arya dan Vania yang menunggu keduanya.


" Maaf Om, Tante.. kita lambat Dateng soalnya kelamaan nyari yang pas" ucap Zakky sebenarnya enggan berbohong, karena seharian ini mereka sering berdebat dengan hal sepele.


" Gk papa kok Zakky, sini biar Om yang angkat dia" Arya pun hendak mengambil alih tubuh Ayya.


" Maaf kalo ngerepotin yaa" sela Vania berjalan dibelakang Zakky dan Arya.


" Santai kok Tante" Zakky terus menggendong Ayya hingga sampai didalam kamarnya.


Zakky membaringkan tubuh Ayya secara perlahan, sejenak ditatapnya wajah teduh Ayya yang kini tertidur pulas, membuat dia tersenyum.


" Cantik" gumam Zakky sambil menyelipkan anakan rambut yang menutupi wajah Ayya.

__ADS_1


" Seandainya ini memang takdir kita, aku akan sangat bahagia" batin Zakky mengusap rambut Ayya serta membenamkan kecupan di kening Ayya.


" Ya ampun demi apa" batin Ayya yang ternyata berpura pura tertidur hanya untuk mengerjai Zakky.


Zakky keluar dari kamar Ayya membuat gadis itu menghela nafas, buru buru dia mengunci pintu kamarnya dan berlari kearah kamar mandi.


" Sadar Ayya sadar..." ucap Ayya menetralkan irama jantungnya.


" Bisa mati gua kek gini Mulu" ucapnya lagi segera keluar dari kamarnya.


Sementara Zakky kini duduk berhadapan dengan Arya didalam ruang kerjanya.


" Apa kamu serius sama perjodohan ini, kamu tau sendiri kan sikap Ayya sedikit bar-bar" Arya sengaja mengungkit masalah itu agar dapat melihat keseriusan Zakky jika pun dia mundur itu lebih baik, dari pada terjadi masalah dikemudian hari.


" Seperti yang saya katakan om, kalau saya sudah memutuskan berarti saya siap dengan segalanya tentang Ayya, saya tidak akan mundur jika sudah berjanji" jawab Zakky bijak membuat Arya tersenyum.


" Apa kamu tidak mempunyai wanita spesial" Tanya Arya.


Bersambung.............


##

__ADS_1


Wah kira kira apa yang bakal dijawab Zakky nih..


__ADS_2