Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
14.Makan Bersama


__ADS_3

" Apa kamu tidak mempunyai wanita spesial" Tanya Arya.


Pertanyaan Arya yang menohok membuat Zakky terkejut namun dengan cepat dia menetralkan perasaannya.


" Saya selama ini tidak pernah ada wanita sedikitpun om, kalaupun ada itu mungkin masa lalu. Justru saya sedikit bimbang, apa ada pria sebelum ini dikehidupan Ayya" Zakky dengan cepat memutar keadaan hingga membuat Arya kecap.


" Sekarang bisa saya pastikan Ayya tidak memiliki pria lain, namun dulu pernah ada satu orang" jawab Arya sekenanya membuat Zakky murung.


" Seharusnya aku tidak hadir diantara mereka" batin Zakky merenungi.


" Tapi tenang saja Zakky.. itu hanya masa lalu, biarkan semuanya berlalu tanpa ada kendala bangunlah masa depan kalian" Ucap Arya yang mengerti perasaan Zakky.


Arya pun menceritakan siapa itu, dan bagaimana awal mula mereka bertemu hingga menjadi sepasang kekasih.


Setelah cukup lama berbicara, Zakky keluar ruangan dengan raut wajah tak terbaca.


" Bagaimana jika nanti dia kembali, haruskah aku melepaskannya atau mempertahankan apa yang seharusnya menjadi hakku" batin Zakky bertempur diselangi tangan yang meminta pelipisnya.


Zakky terus berjalan menuruni tangga lalu berjalan melewati dapur, namun matanya tertuju menatap sesosok wanita yang sedang memasak sesuatu.


Sudut bibirnya terangkat kala melihat wanita itu dengan lihai menggoreng masakan favoritnya, padahal belum lama mengajarinya kini wanita itu kini dia sangat lihai bahkan sampai tidak menyadari keberadaan Zakky yang kini duduk dimeja dapur sambil melihat kearahnya.


" Udah lihai banget yaa" suara Zakky membuta Ayya terkejut beruntung hanya sendoknya yang terjatuh.

__ADS_1


" Astaghfirullah.." pekik Ayya terkejut membuat Zakky terkekeh.


" Astaghfirullah ini orang muncul kek jelangkung aja" batin Ayya.


" Pak Zakky, bapak ngapain disini sih" tanya Ayya menatap tajam Zakky yang ada dihadapannya.


" Lagi nungguin kamu selesai masak" jawab Zakky cuek merampas sendok yang dipegang Ayya, dan tanpa permisi dia langsung menyambar nasi goreng tersebut.


" Eh pak kok gitu sih, itu kan punya saya" gerutu Ayya.


" Ini buat saya aja, kamu ambil lagi gih" jawab Zakky yang memang dia juga lapar.


" Tapi pak, saya masaknya cuman satu porsi dan udah gada lagi" Ayya menatap Zakky dengan perut yang sudah keroncongan.


" Tapi-"


" Yaudah masak lagi aja sana" usir Zakky dijawab gelengan Ayya.


" Tapi saya sudah lapar pak" Ayya memilih duduk dihadapan Zakky serta mengambil sendok.


Dan berakhirlah mereka makan dengan sepiring berdua, Ayya terus menatap gerak gerik Zakky yang dengan cepat makan bahkan bisa dibilang porsi Zakky lebih banyak. Dia baru ingat kalau sedari tadi berjalan dia dan Zakky belum makan, bukan tanpa alasan karena memang tadi dia masih kenyang sewaktu Zakky mengajaknya untuk singgah di resto.


" Bapak makan saja, nanti saya masak lagi" Ayya memilih menyudahi makanya, namun tangannya dicegat Zakky.

__ADS_1


" Kamu harus makan juga" Zakky menyodorkan sendok yang berisi suapan terakhir nasi kedalam mulut Ayya, anehnya Ayya menurut saja.


Zakky berdiri lalu kearah kompor dan kembali memasak menu tadi, jujur saja dia masih lapar hingga dia memilih kembali memasak dengan dua porsi. Sementara sepasang suami istri menatap mereka dari kejauhan sambil tersenyum.


" Ternyata Zakky yaa paa, yang ajarin Ayya masak" celetuk Vania kepada suaminya.


" Iya maa, aku juga gk nyangka ternyata mereka berdua saling kenal" sambung Arya diangguki Vania.


Keduanya memilih menjauh dari mereka, kini keduanya benar benar yakin melepaskan mereka keatas pelaminan.


" Bapak ngapain sih" tanya Ayya tak membuat Zakky berhenti.


" Masak" jawab Zakky singkat.


" Nih makan gih, saya tau kamu masih lapar" sambung Zakky berbalik badan membawa dua piring nasi goreng.


Ayya menatap Zakky tanpa berkedip, inilah yang membuat dirinya terkesima terhadap dosen killer itu.


Bersambung.................


##


jangan lupa ikutin terus yaa

__ADS_1


__ADS_2