Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
11.Kenapa harus dia


__ADS_3

" Assalamualaikum Paa..."


Semua mata tertuju kearah pria yang kini berdiri diambang pintu dengan membawa bingkisan makanan.


Matanya terpaku menatap wanita cantik yakni Ayya, yang tengah duduk diujung ranjang sang Ayah. Bahkan Ayya tak berkedip ketika pemuda itu bersitatap dengannya.


" Zakky..." satu kata dari mulut Tio itu membuat keduanya langsung memutuskan kontak matanya.


" Pak Zakky.. jangan bilang kalau dia itu .." batin Ayya bergumam.


" Iya pa.." jawab Zakky berjalan kearah nakas lalu meletakkan bingkisannya.


" Perkenalkan Ary.. ini putra sulung ku namanya Zakky" ucap Tio membuat Arya tersenyum mengulurkan tangannya.


Tio atau Bramantyo yang salah satu namanya berada dijajaran pebisnis terkenal saat ini, sedangkan Zakky Alvaro Bramantyo putra sulung beliau yang kini menduduki jabatan sebagai calon CEO yang akan menggantikannya di perusahaan pusat yang ada di Indonesia.


" Zakky om.."


" Arya.."


" Dan itu anaknya, yang papa mau jodohin sama kamu cantik kan" ucap Tio membuat Zakky tak karuan namun dengan cepat dia netral kan, sedangkan Ayya tampak gugup ketika Zakky mengulurkan tangannya.


" A, Ayya" ucap Ayya gugup membuat Zakky tersenyum tipis sehingga tidak diketahui mereka.

__ADS_1


" Zakky.." Zakky menatap tajam kearah Ayya ketika dengan cepat gadis itu melepaskan genggaman tangan mereka.


" Maaf Paman, aku izin ke toilet dulu" ucap Ayya turun lalu berjalan kearah toilet.


Ayya berdiri didepan wastafel dengan perasaan campur aduk, terkejut sudah pasti kesal karna dia lupa menanyakan memang siapa calonnya, namun apakah dia harus senang karna calonnya cukup tampan? Oh tentu saja tidak, justru dia ingin berteriak menolak keras perjodohan ini, karena Zakky adalah dosen killer yang sangat ingin dia tonjok saat dikampus.


" Arrggh.. sial sial sial.. kenapa musti dia sih" gerutu Ayya meninju wastafel dihadapannya, lalu menendang asal tong sampah alumunium didepannya hingga mengenai dinding, membuat suara sedikit keras hingga membuat yang diluar terkejut.


" Sayang kenapa sayang" tanya Arya terkejut membuat Ayya terkekeh.


" Maaf Ayah, tadi ada kecoa Yah tapi udah keluar kok" jawab Ayya beralasan.


" Beneran kan" tanya Arya memastikan.


Selang beberapa menit Ayya keluar dari toilet, entah apa yang ia lakukan selama itu didalam toilet. Namun baru beberapa langkah, dia dibuta terpaku dengan adanya seorang pria yang bercengkrama dengan Zakky.


" Ayya udah selesai" tanya Arya membuat pria tadi yang dilihat Ayya berbalik dan berjalan kearah Ayya.


" Wah ternyata calonnya adik kaka yang cantik ini adalah sahabat Kaka yaa" ucap pria itu yang tak lain adalah Keenan, membuat Ayya langsung tergugu.


" Astaga apa lagi ini" batin Ayya melemah, baru tadi dia menguatkan diri namun kembali dihantam badai pula.


" Kamu kenapa, kok cemberut" tanya Keenan namun Ayya tetap diam.

__ADS_1


" Paman, Ayah.. semuanya aku keluar sebentar" pamit Ayya melenggang membuat mereka semua keheranan. Apalagi Arya yang terlihat sangat menghawatirkan sang putrinya, baru saja hendak mengejar Ayya namun dia ditahan oleh Zakky.


" Biar saya aja Om, sekalian coba deketin diri" Arya pun mengangguk dan mengizinkan Zakky mengejar Ayya.


Zakky berjalan keluar mencari keberadaan Ayya, entah kenapa nalurinya mengatakan Ayya sedang menuju taman Rumah sakit.


Sementara itu...


Ayya berjalan tergesa-gesa, bahkan sedari tadi dirinya terus saja mengumpat akan kesialannya, kesal rasanya ketika mengingat pria yang akan dijodohkan untuknya adalah sang dosen killer.


" Dasar dosen killer, nyebelin, huh apes banget hidup gua, kenapa gua harus dijodohin sama manusia tembok kayak dia sih, gimana jadinya hidup gua kalau terus ketemu dia, harus tinggal seatap sama dia... Arrggh... sial sial..." gerutunya membanting tubuh di atas kursi taman.


" Kenapa harus dia.. kenapa, hidup gua kek apes banget ya Allah.." Ayya terus saja mengoceh bahkan tidak sekali orang memperhatikannya, beruntung mereka tidak mengerti apa yang di bicarakan Ayya.


" Kenapa harus dia sih, kenapa manusia patung kayak dia yang dijodohkan sama gua, kenapa manusia kanebo itu, udah sering marah.. sering ngehukum orang.. dasar dosen killer" umpatnya kembali.


" Oh gitu yaa.."


Bersambung..................


##


Selamat membaca guys.

__ADS_1


__ADS_2