Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
04.Hari keempat


__ADS_3

Jadwal Arya menjenguk Tio hari ini batal karena dia harus pergi mengurus kasus korupsi yang sudah dia lakukan sejak kedatangannya, akhirnya dia pun tau sesiapa saja yang terlibat kasus korupsi didalam perusahaannya.


Arya mengeratkan giginya, kemarahannya memuncak ketika orang selama ini dia percayai ternyata dibalik kerugian yang ia dapat.


" Keenan kumpulkan semua para direksi, rapat bulanan kita percepat.. beritahu pula mereka tiga puluh menit dari sekarang, saya ingin mereka sudah berada diruang rapat dengan laporan mereka" ucap Arya membuat Tangan kanan sekaligus anak kebanggaannya itu mengangguk.


Keenan Saki Adinata adalah CEO perusahaan meski ia hanya anak Tiri Vania tak pernah membedakan mereka, Keenan Pria muda itu adalah Kaka Tiri Ayya yang menetap diparis semenjak Lima Tahun lalu, namun bukan berarti pria itu tak tau insiden yang dialami Ayya beberapa tahun silam.


" Yah.. apa ayah tidak jadi mengunjungi Paman Tio" tanya Keenan.


" Besok saja Ken, sekalian kamu temani Ayah kesana yaa" Keenan mengangguk paham.


" Ken, kapan kamu pulang Bunda dan Ayya terus mencarimu" Keenan tersenyum ternyata memang kedua wanita itu tak pernah melupakannya.


" Besok saja yah, biar barengan"


Sementara dikediaman Adinata, Ayya tengah bersiap siap untuk keluar bersama sang Bunda.


" Ayo Bun, kita berangkat" Ajak Ayya menghampiri sang Bunda yang sudah siap sedari tadi.


" Uh Putri Bunda makin cantik aja yaa" puji Vania mengusap pipi Ayya.


" Ih bunda bisa aja"


Akhirnya merekapun berangkat dengan disupiri oleh supir pribadi Arya. Mobil melaju dengan kecepatan normal menuju

__ADS_1


" Oh iya Bun, kak Ken kapan pulang sih udh empat hari loh aku disini" tanya Ayya menatap Vania.


" Gini sayang, kan kamu tau sendiri Kak Ken itu lagi nyelesain proyek, oh iya Bunda lupa ngasih ini" Vania memperlihatkan sebuah kotak yang berisi satu set jaket dan sebuah kunci motor sport mewah.


" Wah.... ini dari kak Ken Bunda" tanya Ayya tak menyangka.


Info: Ayya sedikit tomboy yah teman teman, jaket itu adalah jaket motor yang dibelikan khusus untuk Ayya.


" Iya sayang, sebelum kamu datang itu Kaka kamu nitipin hadiah ini buat kamu" Jawab Vania membuat Ayya tersenyum girang, satu yang tidak diketahui oleh orang orang. Ayya adalah tipikal wanita yang akan cuek dan dingin kepada orang yang tidak dikenalnya, dan menjadi manja kepada keluarga dan para sahabatnya.


" Motornya dimana Bun" tanya Ayya.


" Di garasi sayang, tapi ingat jangan keseringan balap yaa" cetus Vania membuat Ayya nyengir kuda.


" Siap bunda..." Vania tersenyum melihat tingkah manja anaknya, dia tau sifat Ayya akan seperti ini hanya kepada orang tertentu saja.


Keesokan Harinya


Pagi ini Ayya membantu Vania memasak untuk sarapan, tidak sulit lagi bagi Ayya karena memang di asudah lumayan bisa mengimbangi sang bunda yang memasak didapur dengan cekatan.


Arya yang kini sudah selesai bersiap, turun dengan membawa sebuah dasi dan memilih mendatangi kedua wanita yang kini hampir selesai memasak.


" Sayang pasangin dong" pinta Arya kepada Vania membuat sang istri berbalik.


" Ngagetin tau mas" celetuk Vania memukul pelan dada Arya, namun tetap mengambil ahli memakaikan dasi sang suami.

__ADS_1


" Gk sama temen, gk sama ortu Nasib selalu jadi jones" batin Ayya memutar bola matanya dengan malas.


" Kacang kacang..." cibir Ayya membuat Arya yang memeluk pinggang Vania tersenyum dan melepaskan pelukannya.


" Ciee ciee, putri Ayah cemburu yaa" gurau Arya membuat Ayya kesal.


" Ayahku Tuan Arya yang terhormat ini, sudah waktunya sarapan jadi dari pada mata saya ternoda mending saya makan" Ayya berjalan meninggalkan kedua orangtuanya yang kini terkekeh.


" Tuhkan Ayya ngambek, kamu sih mas" Vania menyusul Ayya dengan membawa beberapa masakan yang tadi ditinggalkan Ayya.


Di meja makan, Ayya terus saja diam entah apa yang dia pikirkan, namun dapat disimpulkan dia masih saja kesal.


" Udah jangan cemberut terus, entar malam kita Dinner yaa Ayah bakal cepet pulang karna jadwal Ayah lumayan senggang" Ayya langsung mendongak ketika mendengar ultimatum sang Ayah, seketika senyumnya mengembang.


" Seriusan yah" tanya Ayya membuat Arya mengangguk.


" Kamu tungguin aja Ayah pulang, Ayah janji kok" ucap Arya selesai dari makannya.


" Ayah berangkat yaa, awas jangan ngambek Mulu ntar gk jadi nih" membuat Ayya terus menyungging kan senyumnya.


" Ayah berangkat yaa" Ayya mencium tangan Arya bergantian dengan Vania.


Bersambung..............


##

__ADS_1


Oke lanjut.....


__ADS_2