Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
20. Hangat


__ADS_3

" Apakah aku bisa" batin Ayya bertanya, sambil merebahkan kepalanya pada senderan kasur.


Tanpa Ayya sadari, Zakky kini telah berdiri dihadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Ay.." panggil Zakky lembut membuat Ayya terkejut dan segera menatap Zakky yang berdiri disampingnya.


" Pa,pa-" ucap Ayya tergagap membuat Zakky menutup mulutnya.


" Shuutt.. Mas, panggil saya Mas Ayya Mas" ucap Zakky membuat Ayya mengganggu kan kepalanya.


" Tolong siapkan pakaianku, aku akan pergi ke perusahaan sebentar" ucap Zakky lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Ayya yang terbengong diatas ranjang.


" Astaghfirullah.." ucap Ayya seakan tersadar lalu bergegas berdiri menuju ruang ganti.


" Tadi katanya dia akan ke perusahaan berarti harus pakaian formal dong" gumam Ayya memilih setelan untuk Zakky.


" Nah ini aja" ucap Ayya memegangi setelan jas berwarna navy.


" Tapi dia suka gak yah" gumam Ayya melihat kembali setelan yang berjejer rapi didalam lemari Zakky, hingga setelah sekian lama akhirnya Ayya menemukan setelan yang dia rasa cukup dengan selera sang suami.


Dengan Cepat Ayya mengeluarkan setelan jas berwarna abu-abu dengan celana dan kemeja berwarna hitam senada.


" Ay.. pakaianku mana" tanya Zakky masuk membuat Ayya terkejut dan spontan berdiri menatap Zakky yang kini hanya memakai handuk menutupi bawahannya.


" Anu itu, apa.. aku, aku ba,baru dapet yang cocok" jawab Ayya grogi sambil menundukkan pandangan ketika melihat badan Zakky yang nampak kekar.


" Aku pergi dulu ya mas" pamit Ayya namun ditahan Zakky.


" Kenapa mas" tanya Ayya berusaha menetralkan rasa gugupnya.


" Makasih yaa.." ucap Zakky lembut membuat Ayya menatap Zakky sambil melongo.


" Iya mas.. lagian udah jadi tugas aku kok" ucap Ayya membuat Zakky tersenyum. " Kalau gitu aku pergi ya mas" pamit Ayya buru buru pergi meninggalkan Zakky yang tersenyum.


Beberapa menit kemudian Zakky keluar dengan setelan formalnya, terlihat Ayya yang kini duduk bersila diatas kasur sambil fokus kepada laptop nya.

__ADS_1


" Lagi ngapain Ay" tanya Zakky sambil membuat Ayya menengok kearah Zakky yang berjalan kearahnya.


" Ini pak, maaf baru mau ngerjain tugas yang bapak kasih" jawab Ayya tertunduk.


" It's Okey.. asalkan kamu mengerjakannya dengan tepat, selesaikanlah agar kamu tidak mendapatkan hukumannya" ucap Zakky mengelus rambut Ayya membuat Ayya mendongak menatap Zakky tanpa berkedip.


" Cup.." Ayya segera tersadar ketika merasakan benda kenyal menyentuh permukaan keningnya.


" Aku pergi dulu ya, Assalamualaikum" ucap Zakky berjalan meninggalkannya.


" Mas tunggu.." panggil Ayya membuat Zakky menghentikan langkahnya.


" Kenapa Ay.." tanya Zakky membalikkan badannya, namun bukannya menjawab Ayya malah meraih tangan Zakky lalu mencium punggung tangannya.


" Wa'alaikumsalam, mas" jawab Ayya tersenyum membuat Zakky tersenyum sumringah menerima sikap manis dari Ayya.


" Aku pergi" ucap Zakky melenggang dengan hati berbunga-bunga.


" Hati-hati mas" jawab Ayya.


" Ya Allah" gumam Ayya memegangi keningnya lalu turun kearah jantungnya yang berdetak kencang. "Perasaan apa ini" batin Ayya menetralkan jantungnya yang berdetak tak karuan.


" Ehem.. ehem.. Napa tuh muka ceria bener, dapet morning kiss yaa" tegur Keenan berdiri dari duduknya saat Zakky baru turun dari tangga.


" Apaan sih lu Ken" jawab Zakky menetralkan mimik wajahnya.


" Ayolah bro, kasih tau dong" ucap Keenan berjalan beriringan dengan Zakky.


" Bawel lu" jawab Zakky cuek.


" Ken.. Zakky kalian mau kemana" tanya Vania saat mereka berpapasan.


" Kita mau kekantor Bun, nyusul Om Tio sama Ayah" jawab Keenan.


" Kita mau kekantor Bunda soalnya banyak yang mau kita selesaikan sebelum balik ke Indonesia" tambah Zakky.

__ADS_1


" Ayya mana, dia gk anterin kamu kedepan" tanya Vania membuat Keenan kesal.


" Emang harus di antar segala ya Bun, Alay bener" tanya Keenan manyun.


" Ya harus dong itu bukan Alay tapi tugas istri Ken, nanti kamu juga bakal ngerasain" jawab Vania.


" Ayya lagi belajar Bunda, tapi aku udah pamitan kok" jawab Zakky membuat Vania mengangguk.


" Yaudah hati hati yah" ucap Vania meninggalkan mereka.


" Yaudah Zak Ayo.." ucap Keenan kembali berjalan bersama Zakky, menuju halaman depan.


" Lu jadi ke indo Ken" tanya Zakky ketika mereka memasuki mobil.


" Jalan pak" titah Zakky kepada sopir yang mengantar mereka.


" Jadilah" jawab Keenan.


" Trus gimana pacar yang lu ceritain kemarin" tanya Zakky membuat Keenan memijat pelipisnya.


" Dia balik ke negaranya" jawab Keenan sedih.


" Lah bukannya lu bilang dia orang indo yaa, trus Napa lu sedih" tanya Zakky lagi.


" Huh.. seminggu yang lalu dia salah paham, trus mutusin gua" jawab Keenan menyenderkan kepalanya.


" Berat banget keknya.. tulus nih bro" goda Zakky namun tidak membuat Keenan marah.


" Dia orang yang buat gua sadar Zak.. dia buat gua segila itu untuk mencintai dia" gurat kesedihan terpampang jelas diwajah Keenan membuat Zakky yakin bahwa sahabat nya itu sangat tulus.


" Dia yang buat lu mau balik ke indo?" tanya Zakky dengan cepat diangguki oleh Keenan.


" Nanti gua bantu deh" ucap Zakky membuat Keenan menatapnya.


" Really?" tanya Keenan diangguki oleh Zakky.

__ADS_1


" Thanks ya bro" ucap Keenan senang.


Bersambung..........


__ADS_2