Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
16.Insiden Dikamar


__ADS_3

Ayya terdiam membeku ditempat, mendengar suara Zakky yang dengan lantang mengucapkan kalimat sakral itu, tidak pernah menyangka akan menjadi istri dari dosen yang selalu jadi musuhnya saat di kampus.


Statusnya kini berubah menjadi istri seseorang, apakah mungkin masih ada waktu untuk bertemu dengan Alva? Sungguh hal itu sangat dia hindari, selain tidak ingin perasaannya yang dulu dia juga sadar mau bagaimana pun dia sudah menjadi istri seseorang.


" Ayo kita keluar, mereka sudah menunggu" ajak Bunda Vania mengapit tangan Ayya. Terlihat Satu orang wanita paruh baya berjalan tersenyum kearah mereka.


" Aduh cucu menantuku cantik banget..." ucapnya mengapit tangan Ayya yang lain.


Ayya hanya bisa tersenyum tipis menatap Oma Zalika, nenek dari Zakky yang kini resmi menjadi suaminya, tentunya ada rasa canggung yang dirasakan Ayya ketika bersama dengan wanita paruh baya itu, namun sebisa mungkin dia akan berusaha untuk lebih nyaman.


Ayya kini berjalan diiringi kedua wanita berbeda generasi itu, keduanya tersenyum bahagia namun tidak dengan Ayya yang menutupi wajah sedihnya dengan senyum palsu.


Sementara Zakky yang kini didampingi sang ayah, hanya bisa menatap Ayya tanpa bicara apapun, bisa dia rasakan kali ini Ayya sedang berpura pura bahagia menatapi TAKDIR mereka. Zakky pun ikut termenung, entah senang atau sedih yang jelas perasaan itu bercampur menyelimuti relung hati Zakky


Zakky yang tidak sadar bahwa Ayya kini sudah berada didepannya, segera ditegur sang ayah menggunakan tongkat yang dipeganginya. Bram yang memang belum sembuh total, dianjurkan oleh dokter memakai kursi roda namun dia menolak sehingga pilihan terakhir adalah memakai tongkat.


Zakky yang terkejut langsung tersadar dari lamunannya, matanya tek berkedip ketika mendapati Ayya yang kini dihadapannya.


" Bengong aja.. itu istri kamu dari tadi disitu loh" jelas Bram dengan nada mengejek, membuat Zakky salah tingkah.

__ADS_1


Tak berselang lama kini adalah sesi penyematan cincin, membuat para tamu undangan menatap serius kearah mereka. Zakky meraih tangan Ayya dengan sedikit gugup, dengan perlahan Zakky menyematkan cincin itu ditangan lembut Ayya.


Sedangkan Ayya yang ditatap para tamu ikut grogi, apalagi kini dirinya pun ikut di tatap oleh Zakky yang membuatnya sedikit menunduk lalu mencium punggung tangan Zakky setelah menyematkan cincinnya, lama menunduk hingga dia merasakan samar samar benda kenyal menyentuh keningnya.


" Terimakasih telah menerimaku menjadi suamimu, Cahaya Isyana Adinata...." ucap Zakky pelan yang hanya bisa didengar oleh Bram, Arya, Vania dan juga Oma Zalika.


Zakky bertekad akan selalu mempertahankan pernikahan nya, tak peduli apa yang akan terjadi nanti, terlebih orang yang dirinya khawatirkan akan datang dan memintanya meninggalkan Ayya.


Ayya dibuat tertegun dengan kalimat yang barusan diucapkan Zakky, entah kenapa bisikan itu mengingatkannya kepada Alva, pria yang dulu selalu menghiasi hari harinya.


Selesai acara, Zakky dan Ayya kini beristirahat didalam kamar. Meski masih ada kecanggungan mereka coba mendekatkan diri satu sama lain.


" Hmm.." Hanya duheman yang keluar dari mulut Zakky yang kini tengah tengkurap diranjang.


" Emm.." dengan ragu ragu Ayya pun mendekat.


" Pak.." Dengan pelan Ayya menggoyangkan kaki Zakky membuat si pemilik kesal dan membalikkan badannya, namun sialnya Gaun Ayya nyangkut dikaki Zakky yang membuatnya oleng dan terjatuh tepat didada Zakky.


Ayya tertegun menatap wajah sang suami yang kini begitu dekat diwajahnya, entah kenapa jantungnya berdegup kencang menatap Wajah Zakky yang begitu dekat.

__ADS_1


" Apa kamu mau kita melakukannya sekarang" ucap Zakky berusaha menghilangkan rasa gugupnya, bahkan jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


" Bu,bukan Pak.. ta,tapi" ucapan Ayya terhenti ketika telunjuk Zakky menempel di bibirnya.


" Gk usah ngelas deh.." ucap Zakky membuat Ayya kesal, sehingga menghadiahkan sebuah cubitan di perut Zakky.


" Aww....." ringis Zakky.


" Lepasin saya pak.." kesal Ayya langsung beranjak dari posisinya, kembali berdiri didepan cermin dengan perasaan dongkol.


" Aduh.. susah banget sih ini" gumam Ayya pelan berusaha membuka resleting gaunnya.


" Pak..."


Bersambung................


##


Akhirnya SAH juga yaa

__ADS_1


__ADS_2