
Zakky terbangun saat mendengar suara Alarm berbunyi, entah suara dari mana yang jelas alarm nya bukan seperti itu. Dilihatnya Ayya hendak bangun, sambil meraih ponsel di nakas sampingnya.
" Alarm kamu" tanya Zakky membuat Ayya terkejut.
" I,iya pak" jawab Ayya grogi mendapati Zakky menatapnya.
" Mas, Ayya Mass.. kamu udah janji, gk bakal panggil aku dengan sebutan itu lagi" ucap Zakky membuat Ayya melongo tak percaya, mendengar sebutan aku.
" I, iya mas.." ucap Ayya kikuk.
" Gitu dong" ucap Zakky bangun dari duduknya sambil mengucak matanya.
" Maaf ya mas, gara gara alarm aku mas jadi kebangun dan gak bisa tidur lagi" ucap Ayya merasa bersalah.
" Heh.. kenapa minta maaf, seharusnya mas bilang makasih sama kamu, lagian udah jam sholat subuh kan, dan tugas kamu jangan lupa bangunin mas setiap Subuh yaa, biar kita sholat bareng" ucap Zakky lembut membuat Ayya melongo.
' Beginilah sikap asli sang dosen, yang biasanya galak dan dingin, kini berubah menjadi lembut'
" Wudhu gih" titah Zakky membuyarkan lamunan Ayya. Dengan cepat, dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Tak berselang lama, Ayya pun keluar setelah selesai berwudhu, dengan Zakky yang kini berjalan memasuki kamar mandi.
" Siapin baju Koko, sarung sama peci mas yaa" ucap Zakky saat berpapasan dengan Ayya yang hendak memasuki ruang ganti. Membuat Ayya hanya bisa menganggukan kepalanya.
" Makasih" ucap Zakky mengelus rambut Ayya yang masih basah terkena air wudhu.
***
Ayya sebenarnya grogi saat membentangkan sajadah untuknya dan juga Zakky, aneh rasanya yang biasanya dia akan segera sholat sendiri tanpa menunggu orang, kini harus menunggu dan menyiapkan tempat sholat untuknya dan seseorang yang kini berstatus suaminya.
Air mata Ayya berlinang saat kala mengingat wajah Alva, juga banyaknya impian yang mereka buat bahkan hingga membayangkan memiliki anak yang Sholeh juga Sholehah.
" Maaf mas lama yaa" ucap Zakky berjalan menuju Ayya, membuat wanita itu sekali lagi melongo. Bahkan sampai tidak bisa berkedip, menatap wajah tampan yang dibaluti baju koko dan juga sarung seperti itu, tak lupa dengan peci hitam yang menambah kharisma nya.
" Ayya.. panggil Zakky lembut saat mendapati Ayya terdiam mematung.
" I,iya mas.." jawab Ayya saat dirinya tersadar bahwa Zakky kini sudah ada dihadapannya.
" Mas mulai yaa" ucap Zakky diangguki Ayya.
__ADS_1
Zakky pun memimpin sholat subuh pertama mereka mereka dengan hati senang, tidak pernah terbayangkan olehnya akan menjadi imam Ayya seperti ini.
Sementara Ayya pun sama, tidak pernah menyangka dosen yang terkenal killer di kampusnya kini menjadi suami juga imam yang akan menuntun dia kedepannya.
***
" As-salāmu ʿalaikum wa-raḥmatu-llah.." ucap Zakky dengan Ayya yang mengikutinya mengucapkan salam diakhir sholat.
" Ya Allah, jadikanlah pernikahan ini Sakina ya Allah, jauhkanlah dari hal hal buruk ya Allah, tumbuh kanlah rasa cinta diantara kami berdua ya Allah, hindarilah pernikahan kami dari orang orang yang hendak merusaknya ya Allah.. Hanya kepadamu lah kami memohon bimbingan dan hanya kepadamu lah kami memohon petunjuk ya Allah.. Amin Amin ya rabbal allamin" ucap Zakky didalam hati.
" Ya Allah, yang maha segalanya.. tuntunlah pernikahan kami ke jalanmu ya Allah, hapuslah dan ikhlaskan lah hati kami berdua atas takdirmu dari pernikahan ini, hanya kepadamu lah kami memohon petunjuk dan hanya kepadamu lah kami memohon ridho mu ya Allah.. Amin ya rabbal allamin" ucap Ayya dalam Hati.
Sholat mereka pun diakhiri ketika Ayya menyalami tangan Zakky dan menciumnya, sehingga membuat jantung keduanya berdetak, apalagi ketika bibir Zakky menyentuh kening Ayya membuat hati keduanya berdesir.
Bersambung.............
##
Yuhu.. aku comeback guys...
__ADS_1