Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
09.Sahabat Keenan


__ADS_3

Ayya berjalan dikoridor rumah sakit dengan perasaan was-was, tidak tau apa yang akan dia lakukan ketika bertemu dengan pria yang akan dinikahkan dengannya.


Bukan karena memikirkan rupa, melainkan lebih kepada hatinya bisa terbuka kembali atau tidak. Kerena menurutnya pernikahan adalah hal yang sakral, kan tidak etis jika mereka menikah namun pernikahan mereka justru terasa hambar.


Saking sibuk dengan pikirannya, bahkan Ayya tidak sadar jika kini mereka sudah berdiri didepan pintu ruangan yang mereka tuju, Arya menatap kearah Ayya dengan senyuman.


" Tidak usah takut, teman Ayah adalah orang baik kok" ucap Arya mengira jika Ayya takut dengan sahabatnya.


Sementara Keenan kini duduk disebuah Cafe depan rumah sakit yang lumayan terkenal dikota itu, didepannya terlihat seorang pria tampan dengan bulu mata tebal serta sorot mata tajam, rahang yang tegas ditumbuhi bulu-bulu halus membuat ketampanan pria itu mempu membius siapa saja yang melihatnya.


" Lu ngapain disini" tanya Keenan sambil menyeruput secangkir kopi dihadapannya.


" Bokap gua lagi dirawat" jawabannya menatap keluar, membuat Keenan menatapnya lekat.


" Kek Berat batt beban pikiran lu, kenapa sih" tanya Keenan yang dapat merasakan jika sahabatnya itu tengah bingung.


" Haaaah..." pria itu menghembuskan nafas kasar lalu menyenderkan tubuhnya. " Bokap gua mau jodohin gua" jawabannya lesu.


" Ya bagus dong, masih mending bokap lu masih mau ngurusin masa depan lu, gk kayak lu masa bodo" tukas Keenan membuat Pria tadi jengah.

__ADS_1


" Gua ragu Ken, secara gua masih-"


" Masih mikirin siapa cewe yang selalu muncul di mimpi lu, come on lah.. " potong Keenan membuat pria itu terdiam.


" Tapi Ken, gua ngerasa itu seperti kejadian yang gua Al-Amin dulu"


" Kapan? lu juga gk taukan.. Kehidupan itu gk bakal berkembang kalau lu nge stuhk disini, lupain dia Oky mulai kehidupan lu Terima permintaan bokap lu, lu harus jangan mikirin itulagi" ucap Ken kepada sahabatnya itu.


" Gua-" jawabannya ragu.


" Terima aja lah lagian itu bukan ide buruk, mana tau dia jodoh lu" ucap Keenan berusaha meyakinkan sang sahabat.


" Nemenin bokap gua, kebetulan dia lagi mau ketemu sahabatnya" jawab Ken sedangkan pria itu hanya ber oh ria saja.


" Yaudah mending bareng aja kesana, siapa tau lu mau mampir jenguk bokap gua" pria itu berdiri diikuti Keenan.


" Boleh sih, nanti habis itu baru gua nyusul bokap" jawab Ken mengikuti langkah Pria itu kelura dari cafe.


" Seperti yang gua bilang tadi kalau lu sayang sama bokap lu, mending ikut saran gua tadi lagian umur lu udah ketuaan" Pria itu menatap Malas kearah Keenan.

__ADS_1


" Dih kayak lu udah punya aja" gerutu pria itu membuat Keenan terkekeh.


" Yang intinya gua udah ada calon men" jawab Ken membuat pria itu mencibir.


" Dih, gua yakin gk bertahan lama.. playboy kek lu bisanya cuman mainin hati cewe aja" Sedangkan Ken kembali terkekeh.


" Lu gk tau aja, kali ini gua serius sama cewe ini" jawab Keenan tetap saja tidak akan dipercaya oleh pria itu.


" Gua gk yakin sih" jawab Pria itu membuat Keenan kesal.


" Gua kek gini aja udah banyak cewe gua pacarin, lah lu apa" cibir Keenan.


" Dih jangan jangan lu udah gk perjaka lagi" tukas pria itu membuat Keenan langsung menoel kepalanya.


" Enak aja, gua masih perjaka Udin" geram Keenan membuat pria itu langsung tertawa.


Bersambung................


##

__ADS_1


Oh hayoo.. ada yang tau gk nih siapa calonnya Ayya....


__ADS_2