
Zakky dengan tergesa-gesa berjalan menuju lobby kantor, setelah mendapati kabar bahwa Ayya datang.
" Danish.. Ayya mana" tanya Zakky.
" Itu Bos, maaf nona Ayya sudah keluar" jawab Danish menunduk.
" Ck.. sialan" Dengan cepat Zakky berlari keluar dan mencari sang istri, terlihat Ayya yang sedang berjalan menyebrang menuju cafe. Zakky pun dengan perlahan mengikutinya dari belakang.
" Dasar resepsionis sialan" gerutu Ayya mengingat cibiran Irene yang menganggapnya halu. " Masih mending gua gak cakar tuh muka, kalau aja bukan di kantor pasti udah gua banting tuh orang" gerutu Ayya lagi tanpa menyadari kini Zakky tengah tertawa kecil dibelakangnya.
" Huh.. apes apes, gak dua kali deh gua ke sini" ucapnya sekali lagi, sepanjang jalan menuju cafe tak henti hentinya Ayya mengeluh, bahkan dia hampir saja menabrak pintu masuk cafe.
Ayya tiba tiba saja tersadar, ketika merasakan sebuah tangan besar mendarat di keningnya, membuatnya mendongak. Dilihatnya sebuah lengan terjulur melindungi keningnya dari sebuah pintu kaca besar.
" Kalau jalan itu liat kedepan, bukan malah ngedumel" suara seseorang dari belakang membuat tubuh Ayya diam mematung.
" Kenapa diam, yuk masuk" ucap Zakky membukakan pintu untuk mereka. " Ay kok diem" Zakky mengangkat dagu Ayya sehingga keduanya bersitatap.
" Ng,nggak papa kok mas" ucap Ayya canggung.
" Yaudah kalau gitu yuk masuk" ucap Zakky menggenggam tangan Ayya menuntunnya untuk masuk.
" Kenapa gak langsung masuk aja, keruangan aku" tanya Zakky sambil berjalan.
" Gimana mau masuk, orang aku di tarik sama resepsionis bapak" gumamnya kesal membuat Zakky berhenti mendadak hingga Ayya menabraknya.
" Aduh pak... kok bapak berhenti dadakan sih" kesalnya, membuat Zakky langsung berbalik.
" Mas, sayang.. mas oke, kebiasaan deh kalo marah suka kelupaan" ucap Zakky menangkup kedua bahu Ayya.
" Iya mas.. iya.." jawab Ayya cepat. Sehingga membuat Zakky tersenyum, mereka pun melanjutkan jalannya.
" Loh itu bukannya kak Ken yaa, sama siapa" ucap Ayya membuat Zakky mengedarkan pandangannya.
" Mana" tanya Zakky.
" Itu loh, diujung Deket meja barista" tunjuk Ayya membuat pandangan Zakky mengarah kesana.
__ADS_1
" Loh, Giska" gumam Zakky namun masih di dengar oleh Ayya.
" Giska Siapa, mas kenal" bisik Ayya dengan berjinjit, hingga menggapai telinga Zakky.
" Kalau gak salah, dia itu mantannya Ken yuk kesana" ajak Zakky menarik tangan Ayya.
" Gua udah bilang, jangan pernah ganggu gua" kesal Ken menghempaskan tangan Wanita yang disebut Zakky bernama Giska.
" Tapi aku masih sayang sama kamu Ken, apa kurangnya aku dari perempuan itu" kesal Giska membuat kesabaran Ken habis.
" Karna dia lebih dari segalanya, lu denger baik baik.. jangan pernah ganggu gua lagi, apalagi ngaku ngaku jadi pacar gua" pekik Keenan tepat didepan mata Giska.
" Apa kurangnya aku Ken, kenapa kamu buang aku gitu aja, apa karna jala*g itu kamu jadi lupain aku Ken" Giska tiba tiba saja mengeluarkan Air matanya.
" Cih, jangan mengeluarkan air mata buayamu nona Giska, tipuan itu gak mempan sama gua" ucap Ken menyeringai. " Dan yaa, jangan pernah menyebutnya kata yang pantas bersarang untukmu, kau lupa tiga tahun lalu, atau harus ku pertegas sekali lagi" ucap Ken membuat bulu kuduk Giska berdiri.
" Security..." teriak Ken membuat dua orang pihak keamanan mendekat.
" Silahkan bawa jauh jauh orang ini, dia mengganggu waktuku" ucap Keenan membuat mereka bergegas menarik Giska keluar.
" Kau kejam Ken, aku ini pacarmu lepas.." teriaknya meronta membuat pengunjung cafe menatapnya.
" Kakak kenapa" tanya Ayya menyentuh pundaknya. Namun Keenan dengan cepat meninggalkan mereka berdua.
" Kak.." pekik Ayya hendak mengejar namun dihentikan oleh Zakky.
" Biarkan Ken menenangkan dirinya" ucap Zakky.
" Tapi..." Ayya dengan ragu menatap Zakky.
" Tenanglah,, percaya sama aku" ucap Zakky mengangguk.
Zakky kemudian menggiring Ayya untuk duduk dikursi.
" Kamu tau, dia itu mantannya Ken... Tiga tahun lalu saat Keenan pulang dari Kanada, dia hendak pulang ke apartemen Giska, tapi kedatangan Ken tidak disambut dengan baik, dengan kenyataan kalau Giska mengkhianati kepercayaannya, terlebih ketika Ken menangkap basah mereka lagi emm.." ucap Zakky terpotong.
" Lagi apa.. ngomong jangan setengah setengah dong mas" ucap Ayya penasaran.
__ADS_1
" Ituloh anu.. lagi, lagi gitu-gituan" ucap Zakky membuat Ayya semakin mengerutkan keningnya.
" Gitu-gituan apaan sih mas, bicara yang jelas dong" ucap Ayya mendesak.
" Sini aku bisikin, gk enak kalau didenger mereka" ucap Zakky menatap sekelilingnya.
" Apaan sih, lagian mereka juga gak bakal ngerti" kesal Ayya.
" Sini Aja.. bentar doang kok " ucap Zakky membuat Ayya mendekatkan telinganya dengan bibir Zakky.
" Lagi Berhubungan ****" ucap Zakky pelan namun dengan nada yang menurut Ayya membuatnya merinding.
Otaknya traveling ke video yang pernah di dapatnya di flash disk Reno yang pernah dia pinjam dari Mitha. Membuatnya tersentak memikirkan Zakky yang entah kapan akan meminta hak-nya.
Info : yang gak tau Mitha sama Reno, bisa baca di Novel aku yang lainnya yaa. Judulnya Dendam & Cinta tokoh utamanya Aslan dan Tari.
" Ay..." panggil Zakky membuat Ayya segera menatapnya dengan wajah pucat.
" Ay kamu kenapa kok pucat gini, kamu sakit Ay.. kita kerumah sakit yaa" ucap Zakky panik ketika melihat wajah Ayya yang pucat.
" Ng,nggak usah Mas.. aku mau pulang aja" ucap Ayya gemetar memegang pundak Zakky.
" Ay.. kamu yakin, kamu pucat loh ini" ucap Zakky memegang wajah Ayya yang semakin pucat ketika disentuh Zakky.
" Ya,ya, yakin kok mas" ucap Ayya berusaha tersenyum.
" Ya udah aku antar kamu pulang" ucap Zakky hendak menarik tangan Ayya.
" Nggak,, nggak,, nggak usah ya mas tadi aku kesini sama supir" ucap Ayya menghentikan langkahnya.
" Tapi.." ucap Zakky.
" Udah mas.. nggak papa kok mas" jawab Ayya sambil senyum terpaksa.
" Yaudah biar aku antar kamu ke mobil" ucap Zakky menggenggam tangan Ayya, lalu keluar dari cafe menuju mobil yang mengantar Ayya tadi.
Ayya pun bergegas pulang sambil terus memikirkan pembicaraan absurd mereka tadi.
__ADS_1
Bersambung............