
Saat itu Reid duduk di sofa menunggu Magdalena keluar dari ruangan Barness, Dalbert serta Qartel pun juga berdiri di samping pintu ruangan Barness.
Sudah cukup lama Reid menunggu, ia tak sabar lagi.
Tiba-tiba seseorang datang dan terdengar seperti keributan.
Itu adalah Joyce dan Belinda.
"Tentu saja. Siapa lagi." Gumam Reid pelan pada dirinya sendiri.
"Reidd..." Suara nyaring seorang wanita membuat telinga Reid terasa sakit.
Reid hanya diam.
Itu adalah Belinda, Belinda adalah wanita cantik dengan tubuh ramping dan seksi, serta rambutnta berwarna lirang dan panjang.
"Reid... Bagaimana kau bisa melakukan ini, aku tahu kau pasti di mantra-mantrai oleh wanita itu kan, atau, kau di jebak oleh wanita itu?" Tanya Belinda duduk di samping Reid.
Reid merasa jengah, kemudian ia berdiri meninggalkan Belinda dan Joyce hendak menjemput Magdalena.
Namun, sebelum Reid membuka pintu, Magdalena telah membuka pintu lebih dulu dan keluar.
"Kenapa lama sekali." Kata Reid.
Magdalena hanya diam.
Kemudian tak berapa lama Barness pun ikut keluar.
"Semua sudah berkumpul? Mari makan malam." Kata Barness.
Reid menghela nafas nya, ia benar-benar merasa malas.
Kemudian Belinda mendatangi Barness.
"Tuan pernikahan mereka palsu." Kata Belinda tiba-tiba.
Joyce yang melihat keponakannya membeberkan berita yang belum Joyce konfirmasi kebenaranya pun seperti tersambar petir.
"Astaga, anak itu ceroboh sekali, jika tidak ada bukti matilah kami." Kata Joyce.
"Mereka menikah hanya agar Tuan Barness memberikan warisan anda." Kata Belinda.
"Benarkah itu Reid?" Tanya Barness.
"Jangan harap walau kau mengatakan itu pada si tua bangka, aku akan menikahimu. Kau justru terlihat menyedihkan."
__ADS_1
"Aku akan membuktikannya!!!" Teriak Belinda.
"Lalu apa? Jika kau telah membuktikannya? Apa kau tetap memaksaku menikahimu. Berkhayal lah, zampai mati pun itu tak akan terjadi." Kata Reid.
"Kenapa? Kau takut Reid? Kau adalah pria tanpa rasa takut, jika itu tidak benar, kenapa kau ragu. Tapi jika pernikahan kalian palsu dan aku bisa membuktikannya, kau harus mau menikahiku." Kata Belinda.
"Siapa kau mengaturku."
"Jika kau menolaknya berarti aku benar." Sahut Belinda.
"Cukup!!! Jika pernikahan kalian palsu, kau harus menikahi Belinda Reid, dan lahirkan seorang anak, itu keputusanku." Kata Barness dengan suara bergetar dan tubuhnya meremang, Barness sendiri tidak ingin mengatakan itu dan menjadi salah tingkah.
"Iya... Sudah cukup, sebentar lagi suamiku ini, Barness tersayang, akan ulangtahun, pokoknya kalian harus datang, terutama Magdalalena, yang baru saja menjadi anggota keluarga, tentunya acara pesta ulang tahun ini tidak sembarangan." Kata Joyce.
Barness kemudian berjalan menuju ruang makan dan duduk di kursi besar paling ujung.
Semua orang mengikuti, Reid duduk di sebelah sisi kanan, dan di sebelahnya lagi ada Magdalena.
Sedangkan Joyce berada di sisih kiri, dan sebelahnya adalah Belinda, artinya Belinda dan Magdalena berhadapan.
Qartel sendiri berdiri di belakang Reid, sedangkan Dalbert berada di samping belakang Barness.
"Aku tidak suka kesalahan, ku harap pesta besok tidak ada yang mempermalukan keluarga besar?" Kata Joyce.
Barness masih diam dan menikmati makanannya.
"Dia akan baik-baik saja, Magdalena tidak akan mengacaukan apapun dan sepertinya para pelayanku harus ku bunuh masal, akan ku ganti yang baru, mereka yang tidak bisa menjaga mulut." Kata Reid meminum air putih.
"Tidak bisa! Pesta kali ini akulah yang mengatur, jadi aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun!" Pekik Joyce.
"Kalau begitu biarkan aku yang mengajarinya tentang etiket, dan tata krama." Sahut Belinda dengan mata licik.
Kemudian Belinda melihat Magdalena. Saat itu tentu saja Magdalena tidak dapat mengeluarkan pendapatnya sedikitpun. Tidak ada kesempatan baginya untuk berbicara.
"Dia juga tidak tahu apa itu table manner." Kata Belinda lagi melihat Magdalena dengan tatapan jijik.
"Bisakah kalian diam dan jangan mencampuri urusanku, dia istriku, dan aku yang akan mengajarinya." Kata Reid.
"Kau takut Reid? Bahwa kebohonganmu akan terbongkar? Ku dengan kalian tidur terpisah." Kata Belinda.
"BRAAKKKK!!!" Barness tiba-tiba menggebrak meja makan.
"Magdalena, ku dengar kau juga putus sekolah, kau akan sekolah lagi di universitas paling bagus, dan maganglah di perusahaan milik Reid, serta sudah ku putuskan, bahwa Belinda akan mengajarimu bersikap, dia adalah guru etiket bangsawan terbaik di rusia, di sela-sela hari liburmu kau akan di ajari olehnya, Reid berikan dukungan penuh pada Belinda." Kata Barness.
"Keputusanku mutlak, makan malam hari ini selesai." Kata Barness mengelap mulutnya dan pergi meninggalkan ruang makan.
__ADS_1
Reid memijit pelipisnya dan pergi. Sedangkan Magdalena pun mengekor di belakang Reid.
Sedangkan Barness pun kembali ke ruangannya.
"Tuan Barness, apa tidak apa-apa Belinda yang akan mengajari Nona Magdalena." Tanya Dalbert.
"Jika mereka memang tidur terpisah dan pernikahan mereka palsu, sebisa mungkin aku harus mendorong mereka untuk bisa tidur bersama, dan menjadikan mereka pasangan sebenarnya. Menurutmu bagaimana jika Belinda dan Joyce tinggal di mansion milik Reid? Apa yang akan Reid dan Magdalena lakukan?"
"Tuan Reid tidak akan membiarkan Nyonya Joyce bahlan Nona Belinda mengungkapnya, ia akan menyembunyikan keadaan mereka yang sebenarnya, Tuan Reid tidak akan mengijinkan siapapun membocorkannya karena tuan Reid memiliki obsesi memiliki seluruh harta anda, maka dari itu Tuan Reid akan melakukan segala hal cara agar impiannya tercapai, dan Tuan Reid akan membuat mereka di akui sebagai pasangan sebenarnya. Dalam kata lain, mau tidak mau Tuan Reid akan tidur di kamar yang sama dengan Nona Magdalena."
Barness mengangguk pelan.
"Aku ingin Reid memiliki seorang pasangan yang baik dan mencintainya hingga di masa tua, dan seorang anak yang akan merawatnya agar dia tak merasakan kesepian." Kata Barness.
"Seandainya saat itu aku tidak gagap kedudukan, karena semua perjuanganku membangun bisnis sangat lancar dan keuntungan melimpah, aku menjadi penguasa bisnis, dan kemudian aku kehilangan diriku, aku gagap, aku melupakan hal yang paling berharga, yaitu istri dan anakku. Aku jatuh dalam kubangan." Lanjut Barness.
"Tuan... Saya akan selalu mengawasi Tuan Reid, saya akan menghubungi Deborah." Kata Dalbert.
"Itu ide yang bagus, dan satu lagi tetap awasi Joyce." Perintah Barness.
"Saya rasa Nyonya Joyce mulai peka Tuan, saat itu dia berhasil menghindari mata-mata."
"Aku harus segera menemukan dimana dia menyembunyikan istriku, agar dia tidak bisa lagi mengancamku. Untung saja, Reid tidak mau menikahi Belinda, jika saja Reid mau menikahi Belinda, semuanya akan hancur, untuk itulah aku berani mengancam Reid dengan memberikan keputusan jika pernikahan mereka palsu, Reid harus menikah dengan Belinda, semoga saja Magdalena adalah orang yang tepat." Kata Barness.
Dalbert mengangguk mengerti.
"Tapi selain itu, anda juga tidak boleh memaksakan diri Tuan, jangan lupa meminum obat anda." Dalbert mengambil obat dan air putih di atas meja.
Barness menghela nafasnya, ada banyak sesuatu yang ia pikirkan sedangkan kesehatannya pun tidak lagi sehebat dulu.
"Jangan katakan apapun pada Reid. Anak itu... Aku berharap dia akan terus bersikap kasar padaku, agar aku tidak menyesal meninnggalkannya di dunia ini, aku ingin menebus semua kesalahanku."
Dalbert mengangguk mengerti.
Sedangkan di kamar lain, Reid membuka dasi dan menggulung lengan kemeja, Magdalena sediri hanya duduk di sisi tepi ranjang.
"Aku akan mandi dulu." Kata Reid.
Kepala Magdalena masih loading, dengan segala rentetan kejadian yang ada, dari janjinya akan memberikan anak pada Tuan Barness, dan hingga Belinda yang akan menjadi guru nya dalam etiket.
"Kepalaku sakit." Kata Magdalena.
Kemudian Magdalena merebahkan dirinya di atas ranjang besar yang lembut, lalu memiringkan tubuh dan memeluk kedua kakinya sendiri.
"Aku lelah. Jika aku tahu bebannya seberat ini, mungkin saat itu lebih baik aku meminjam uang rentenir saja, tapi siapa yang akan meminjamkan aku uang sebanyak itu. Haahhh.... Morriz sialan, kau membuat hidupku sangat sulit, ku harap kau ada di neraka dengan segala siksaan yang tak henti-hentinya di berikan padamu. Aku kesal sekali." Kata Magdalena menghela nafas.
__ADS_1
Bersambung