Janji Yang Diingkari

Janji Yang Diingkari
Bab 1


__ADS_3

Penyesalan memang selalu datang di akhir bukan?. Dan sekarang aku benar benar menyesal,menyesal karna pernah mengenal nya, dan juga pernah memberikan barang yang sangat berharga di dalam hidupku. Inilah kisahku.


Janji yang Diingkari


_Ines_


" Yang, jadikan ke rumah aku? ".


" Iya Sayang, jadi ke rumah kamu kok ".


" Beneran ya?, awas kamu bohong! ".


" Beneran Dito, jadi cowok bawel sumpah! ".


" Hehehe oke - oke, aku tunggu ya Sayang ".


Tut!


Tanpa ba bi Bu, aku langsung mengganti pakaian ku, ku poles sedikit bibirku agar tidak terlalu pucat.


" Sempurna! ". Lirihku


Ku sambar tas yang ada di meja rias, tidak lupa meminta izin mama.


" Ma, Intan pergi dulu ya ".


" Mau kemana kamu, hem? ".


"Ke rumah Dito ". Jawab ku


" Yaudah, jangan pulang malem, ingat itu! ".

__ADS_1


" Iya ".


Namaku Intan, Anindita Intan Rahardja, putri dari Erik Rahardja. Pemilik perusahaan Rahardja Group yang cukup terkenal di Kota Bandung. Aku anak terakhir dari dua bersaudara, kakak ku bernama Adhitama Rahardja, sedangkan ibuku bernama Ratna Sari.


🌼🌼🌼


" Akhirnya sampai juga, huh! ".


Ternyata Dito sudah menunggu ku di teras rumahnya. Dia langsung menyuruh ku masuk ke dalam rumahnya.


" Tumben sepi, Mama Mita mana? ".


" Mama?, Mama lagi pergi ke Jogja sama Papa ".


Hanya ku balas dengan senyuman.


" Sayang, kamu duduk sini dulu ya,aku mau ke kamar ganti baju dulu, oke? ".


Sambil menunggu Dito mengganti pakaian, ku scroll - scroll beranda tik - tok ku.


" Yuk jalan! "


" Pergi sekarang? ".


" Iya dong, masa nanti sih!. Yuk Yang ". Ajaknya


Di dalam mobil..


" Kamu mau kemana Yang? ". Tanya nya


" Eehmm, kemana yaa?, terserah kamu deh! ".

__ADS_1


" Ck!. Udah kebiasaan ya kamu, kalau di tanya in tuh jangan terserah terus, sekali - kali request lah biar aku nggak bingung mau kemana."


" Yaa, abisnya aku juga bingung Dito, kita mau kemana, soalnya kan kita sering jalan ."


Tiba - tiba saja dia menepikan mobilnya.


" Kenapa berhenti? ". Tanyaku


Entah kenapa dia malah terus menatapku dengan tatapan mata yang ... entah sulit diartikan.


" Hey, ditanyain bukannya jawab malah kayak gitu, Dito! ada apa sih?. Kamu kenapa sih menatap ku seperti itu?, ada yang salah yaa dengan wajah ku? ".


" Ada apa sih? ". Batinku


Segera ku ambil cermin yang ada di dalam tas ku, untuk melihat wajahku. Pas aku bercermin, nggak ada yang aneh .


" Sudah gila kali nih anak! ". Batinku


Di ambilnya kaca dalam genggaman tangan ku, kini tangannya terus menggenggam jemari tangan ku, sedangkan satu tangannya berada di pipiku, tangan halusnya mengusap terus pipi dan bibir ku.


🌼🌼🌼


Dan sekarang jempolnya sudah berada di bibirku , dia terus mengusap nya dengan perlahan. Menarik tengkukku untuk memperdalam ciuman dan sekarang kedua tangannya sudah menelusup masuk kedalam sela - sela rambut pendekku.


Aku hanya diam tak berkutik, aku merasa otakku blank untuk saat ini. Aku ingin memberontak tapi entah kenapa tubuhku terasa kaku untuk bergerak dan melawannya.


Entah sudah berapa lama kami berciuman. Akhirnya Dito melepaskan ciumannya itu untuk mengatur nafasnya.


" Dito!, kamu sudah gila ya, ha?. Kurang ajar banget sih kamu. Kamu nggak pernah lho kayak gini!. "


Ya aku marah,karena kami belum pernah berciuman seperti ini walau kamu sudah 1 tahun lebih 5 bulan. Pernah ciuman tapi hanya sekedar pipi dan jidat, tidak lebih dari itu. Dan ini pertama kalinya dia berani melakukannya. Sungguh gila!.

__ADS_1


__ADS_2