
**Janji yang Diingkari**
\_Ines\_
" Mau ngomong apasih kamu? penting banget yaa?" Tanyanya.
" Aku mau tanya sama kamu , kenapa sih akhir-akhir ini kamu kayak berubah? sekarang kamu itu cuek bahkan kamu jarang ngehubungi aku lagi. Kamu kenapa? aku ada buat salah? atau kamu udah mulai bosen sama aku, hem?, kalau aku ada buat salah seharusnya kamu ngomong bukan malah diem seperti ini, kamu ngomong biar aku tau apa kesalahanku!. Dan aku bisa memperbaiki kesalahanku." Tanyaku panjang lebar.
" Kamu ngomong apa sih?. Kamu ngajak ketemu hanya buat berantem iya? Mending tadi nggak usah! , buang-buang waktu!. Kamu nggak ada salah, kamu nggak buat salah! puas kamu!" Bentaknya.
Air mata yang sudah aku bendung dari tadi akhirnya tumpah, aku sudah tak kuat menahannya lagi.
" Kalau aku nggak ada buat salah kenapa kamu seperti ini Dito?, kamu sudah lupa apa yang sudah kamu dapat dari tubuhku?, apakah kamu mau lari dari tanggung jawab mu? lari dari janjimu?. Seandainya saat ini aku hamil, apa yang akan kamu lakukan?."
Dia tak bisa menjawab
" Jawab Dito! "
" Maaf " Lirihnya.
Tangan Dito terulur untuk mengelap air mataku. Aku tak menolak.
" Kamu itu udah berubah tau nggak!, kamu bukan Dito yang aku kenal!. Aku pengen ketemu kamu karna aku ingin kasih tau kamu kalau, emm kalau a aku" Aku tak mampu melanjutkan kan perkataan ku.
__ADS_1
" Kalau aku apa?"
Segera ku keluarkan tespeck yang ada di dalam tasku. " Kalau aku positif hamil!" Lirihku.
Keserakahan tespeck itu kepadanya. Diambilnya tespeck itu dengan tangan bergetar. Ditatapnya agak lama.
" Nggak mungkin, nggak mungkin kamu hamil! ".
" Nggak mungkin gimana maksud kamu?, disitu sudah jelas Dito, dua garis!. Dan aku sudah mengeceknya sebanyak dua kali, hasilnya juga sama! ". Jelasku
" Mana mungkin?, padahal kita melakukannya hanya satu kali bukan?". Dia mengacak rambutnya.
" Terus kalau kita melakukannya hanya sekali nggak bakal jadi, gitu?. Pemikiran dari mana itu, ha!. Dito, kamu masih ingat dengan janji dan sumpahmu bukan?, Dan sekarang aku menagih janji kamu itu. Nikahi aku sebelum orang tuaku mengetahuinya".
🌼🌼🌼
" Kamu pikir aku juga nggak mikirin kuliah aku, nggak mikirin masa depan aku?. Kenapa Dito, kenapa kamu baru sadar!. "
Huhuhu
" Dito plis, nikahi aku. Temui kedua orang tuaku untuk menikahi ku. Aku mohon" Tak peduli jika aku harus mengemis seperti ini, aku tak mau aib ini kutanggung sendiri.
" Tapi aku belum siap menjadi Ayah Intan!, aku juga nggak mau kuliah aku terganggu. Aku ingin fokus pada masa depanku, pada karirku " Ucapnya yang tak memikirkan perasaan ku.
__ADS_1
" Terus kamu nggak mikirin masa depan aku?, sekarang aku sudah hancur Dito!, kamu tahu siapa orang yang sudah menghancurkan ku?, orang yang sudah mengambil kehormatan ku? itu kamu Dito, kamu orangnya!. Laki-laki egois, tak punya otak, tak punya hati kamu!."
" Sudah lupakah kamu dengan janji dan sumpahmu kemarin?. Janji yang katanya akan bertanggung jawab jika aku hamil? Sekarang mana janji kamu? buktikan jika kamu laki-laki yang bertanggung jawab " Lirihku.
" Intan, bukan begitu yang aku maksud, bukannya aku tidak mau bertanggung jawab, tapi aku belum siap. Ini terlalu cepat. " Jawabnya singkat.
Kini tangannya terulur menggapai wajahku. Namun ku tepis tangannya.
" Kalau kamu memang nggak mau tanggung jawab, oke nggak masalah!. Satu yang perlu kamu ingat, jika anak ini sudah lahir, jangan harap kamu akan bertemu dengannya, karena apa? karena kamu tak menginginkan kehadirannya bukan?, tak akan aku izinkan kalian bertemu. Camkan itu!."
Segera ku tinggalkan tempat ini. Pulang dengan rasa kecewa, aku benar-benar kecewa dengannya, bukan janji yang aku dapat melainkan sakit hati. Ketakutan yang selama ini aku pikirkan,ternyata benar terjadi.
🌼🌼🌼
Ku rebahkan tubuhku diatas kasur. Aku ingin mengistirahatkan otak dan tubuhku.
Keesokan harinya aku izin cuti selama dua hari. Selain aku tidak ingin bertemu dengan Dito aku juga masih mual.
" Sayang, badan kamu masih lemes?. Mama panggilin Dokter aja ya, biar cempet sembuh kamu, ya Sayang? Ucap Mama
" Jangan Mah!, nggak usah. Bentar lagi juga sembuh kok! ". Jawabku
" Mama khawatir lho, nggak tega lihat wajah kamu pucat begitu. Mama panggilin aja ya? "
__ADS_1
" Nggak usah Mama " Rengekku.
Aku tidak mau Mama mengetahui kehamilan ku. Tapi bagaimanapun juga, lambat laun mereka pasti akan mengetahuinya.