
Janji yang Diingkari
_Ines_
Jujur saja, aku belum bisa melupakan kejadian kemarin. Aku tau aku yang salah, tapi tak bisakah mereka memberi sedikit simpati pada ku?. Bahkan Papa tega mengusir ku, tanpa ada belas kasih. Mereka ingin kembali seperti dulu. Yang seolah-olah tidak mengingat kejadian kemarin. Bukannya aku dendam sama mereka, tapi aku kecewa.
Bukan perlindungan dan empati yang aku dapatkan waktu itu. Kini aku menimbang-nimbang permintaan Mama, aku meminta waktu buat menjawab pertanyaan ini.
Hampir seharian ini aku di sini, kini waktunya aku pamit pulang. Awalnya mereka tak mengizinkan aku untuk kembali pulang ke kontrakan. Namun aku terus memaksanya, dan aku minta pengertian nya padaku. Dengan terpaksa mereka memperbolehkan aku pulang, dengan syarat aku harus kembali dan memberikan jawaban besok pagi. Ku sanggupi permintaan nya.
🌼🌼🌼
Sesampainya di rumah, aku langsung mandi dan masak. Aku jadi teringat dengan permintaan Mama. Aku menimbang-nimbang apakah aku harus tinggal di sana?. Lama aku berpikir akhirnya aku putuskan untuk menyanggupi permintaan mereka, aku mau tinggal di sana lagi.
Aku mengambil handphone ku untuk mengabari Mama, jika aku kesana dengan membawa semua barang ku. Mereka sangat senang ketika mendengar ku ingin tinggal di sana.
__ADS_1
🌼🌼🌼
Malam ini aku mengemas semua barang ku yang ada di kontrakan. Besok aku akan meninggalkan rumah ini. Rumah penuh kenangan, walaupun aku tinggal disini baru satu tahun tapi banyak sekali kenangannya. Banyak kejadian-kejadian yang aku alami di rumah ini. Banyak suka maupun duka yang aku alami di sini. Kini aku harus meninggalkannya.
Satu tahun, menurut ku bukanlah waktu yang singkat. Tak mudah bagiku untuk menjalani semuanya. Kesedihan yang selalu datang dan tak pernah hilang. Capek yang aku rasakan setiap harinya. Mengurus bayi seorang diri tanpa bantuan siapapun. Semuanya aku pendam sendiri. Ketika capek mendera hanya tangisan yang membuatku sedikit lega.
Suara tangisan Adira membuyarkan lamunanku. Ku gapai tubuh mungilnya dan memberinya asi. kulihat Adira sudah tidur dalam gendongan ku, ku letakan dia di kasur secara perlahan agar tidak terbangun.
Kembali aku mengemas bajuku dan punya Adira. Aku membutuhkan waktu empat jam untuk berkemas.
🌼🌼🌼
Aku terbangun karena aku mendengar ponsel ku berbunyi yang tandanya ada telepon masuk. Ku angkat tombol hijau.
" Intan, Mama sudah di jalan. Mama minta share lok rumah kamu "
__ADS_1
Ternyata Mama yang menelepon ku, ku kira siapa. ku lirik jam di ponsel, sudah jam 08.12. Aku sudah kesiangan. Ku lirik Adira ternyata dia masih tertidur.
" Halo nak, kamu denger ucapan Mama kan?. Intan, halo halo "
" I-iya Mah, aku denger kok. Nanti aku share lok ya " Jawab ku.
" Oh oke Sayang, kamu mau titip sesuatu nggak? Udah makan?. Intan mau bubur ayam atau Mama beliin soto kesukaan kamu?." Ucap Mama yang selalu perhatian pada ku.
" Intan belum makan mah, belum sempat masak karena Intan bangun kesiangan. Em terserah Mama aja deh, mau bawain apa . Mama hati-hati di jalan ya! ".
" Iya sayang !"
Tut telepon di matikan.
Ku sambar handuk yang menggantung di tembok, segera mandi dan bersiap. Biarlah Adira tidur, aku tak tega membangunkannya.
__ADS_1