
Janji yang Diingkari
_Ines_
Aku sudah tau kalau dia punya kekasih, Dito namanya. Bahkan dia kerap berkunjung ke rumah ini. Tak menyangka, lelaki yang aku kira bisa menggantikan ku untuk menjaga Intan malah justru merusaknya. Aku sudah salah menilainya, tampangnya dari luar dia terlihat kalem dan pemalu, namun siapa sangka dia mempunyai hati yang busuk, manusia seperti iblis, biadap!.
Keputusan yang aku ambil memanglah berat. Mau tak mau, tega tak tega aku harus mengusirnya. Biarlah dia ke rumah kekasih brengsek nya itu!, dia harus menerima hukuman dariku pikirku. Toh mereka juga saling mencintai. Kalian menilai ku ayah yang egois? ya memang benar, aku ayah yang egois.
Ku langkahkan kakiku menuju kamarku. Masih tak percaya, anak perempuanku, gadis kecilku mampu melakukan hal kotor seperti ini. Ku akui aku sangat lalai, aku tak mampu menjaga gadis kecilku, dan aku juga lebih memilih pekerjaan ku ketimbang keluarga ku.
Tapi aku bekerja keras seperti ini juga untuk kebahagiaan mereka, untuk memenuhi kebutuhan mereka agar bisa membeli apa yang mereka mau. Aku ingin mereka selalu bahagia.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Namun aku salah, yang aku kira bakal membuat nya bahagia malah membuatnya kurang kasih sayang, sehingga dia meminta kasih sayang lebih dari kekasihnya. Begini kah rasa hancurnya seorang ayah ketika kehilangan anak perempuannya?. Hancur sehancur- hancurnya, aku belum pernah merasakan kehancuran seperti ini. Masalah pekerjaan bisa di toleransi.
Tak pernah terbayangkan sebelumnya, aku akan mendapatkan musibah seperti ini. Aku gagal menjadi seorang Ayah. Aku tak bisa menjaga putri kecilku. Andai waktu bisa ku putar kembali, aku akan lebih mementingkan keluargaku, yang bukan memberinya harta dan materi saja melainkan kelimpahan kasih sayang ku.
Entah bagaimana nanti nasibku, ketika Intan pergi dari rumah ini. Rumah yang selalu ramai dengan teriakannya, tawanya, mungkin nanti akan sepi seperti tak berpenghuni. Sudah tak akan ada Intanku yang menggelayut manja di lengan ku ini. Dia akan meninggalkan aku dan Ratna?. Apakah dia akan membenciku?. Lama aku merenung tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar.
" Tok! tok! "
Terdengar suara Intan, ia meminta maaf padaku.
Kupejamkan mata, menangis tergugu. Teriris hatiku ketika mendengar putriku berkata seperti itu. Ingin sekali aku membuka pintu dan berlari memeluknya, tapi apalah daya ku. Ia harus menerima hukuman dariku. Aku ingin dia bertanggung jawab atas apa yang sudah ia perbuat. Aku egois? keras kepala?, ya memang benar.
Suara kaki menjauh, aku benar-benar akan kehilangan putriku. Dia yang selalu ceria, yang selalu meramaikan rumah ini, aku akan benar-benar merindukan suaranya. Mampukah aku?.
__ADS_1
" Semoga kau selalu bahagia dengan pilihanmu nak!, Maafkan Papa tidak bisa membantumu. Yang tak bisa memikirkan perasaanmu. " Lirihku .
Yang seharusnya aku membantunya untuk menyelesaikan masalahnya, namun aku tidak melakukannya. Justru aku malah menambah masalahnya. Seharusnya aku memberinya semangat bukan malah mengusir dan membiarkannya untuk menyelesaikan masalahnya seorang diri.
" Maafkan Papa Intan " Lirihku.
Ku rebahkan tubuhku, aku harap ini hanya sebuah mimpi buruk. Aku harap ini tidak benar-benar terjadi di dalam hidupku.
Paginya aku terbangun, seperti biasa aku harus pergi ke kantor. Setelah semua selesai, aku keluar kamar menuju meja makan.
" Intan belum keluar kamar mah?, atau dia nggak masuk lagi?" Tanyaku pada Ratna sambil melinting kemejaku.
" Intan?, kamu lupa kalau kamu sudah mengusirnya dari rumah ini? " Jawabnya dengan nada lumayan tinggi.
__ADS_1
Kukira hanya mimpi, ternyata benar terjadi. Segera ku tinggalkan meja makan ini, aku sudah tak merasakan lapar lagi. Dengan perlahan aku mengendarai mobilku.
Sesampainya di kantor aku langsung menyibukkan diri untuk bisa mengalihkan pikiranku. Pikiranku benar-benar kacau. Seharian penuh aku berjibaku dengan laptop ku. Bahkan aku lupa kalau aku belum sarapan tadi pagi. Tak ada keinginan untuk mengisi perutku.