
Janji yang Diingkari
_Ines_
" Bolehkah saya bertemu dengan Intan Pak? " Ucap Bu Candra.
" Intan?, Bukankah dia ke rumah Anda untuk meminta pertanggungjawaban?, dia pergi ke rumah Anda satu bulan yang lalu " Ucapku.
" Tidak ada Pak, dia tidak ada ke rumah saya satu bulan yang lalu!. Bahkan Dito memberi tau saya baru tadi malam. " Jawab pak Candra.
" Lalu kemana putriku pergi?" Lirihku.
Setelah saya mendengar cerita dari mulut Dito sendiri, yang pernah cek-cok dengan Intan sebelumnya. Ia bercerita sedetail mungkin. Marah? tentu!. Ayah mana yang tak sakit hati ketika mendengar putrinya diperlakukan seperti itu?, yang dianggap seperti bunga, yang hanya bisa diambil madunya saja, setelah hilang dicampakkan.
Ingin sekali aku membuat Dito babak belur, tapi aku tak ingin mengotori tanganku. Najis aku memegang tubuhnya!.
Laki-laki brengsek, ia telah melakukan putriku seperti itu. Dan sekarang kemana putriku pergi?. Ku acak kasar rambutku.
__ADS_1
🌼🌼🌼*
POV Dito
Jujur aku mengaku menyesal telah melampiaskan hasrat ku kepada Intan. Aku telah memaksanya. Aku takut jika dia meminta pertanggungjawaban dariku, walaupun aku sudah berjanji dan bersumpah padanya, tapi aku tidak ingin nikah muda dan aku juga ingin mengejar karirku, aku belum siap.
Maka dari itu aku mulai menjauh darinya, mulai jarang menghubungi nya lagi dan aku mulai bersikap tak peduli padanya. Sudah satu minggu aku mengabaikannya, jujur aku merindukannya, tak tega aku melakukannya seperti ini, namun lagi-lagi aku terpaksa agar dia mulai menjauhi ku. Agar aku bisa mengejar karirku.
Selama ini pula dia sudah jarang masuk kuliah, aku ingin meneleponnya ingin menanyakan kabarnya, namun aku harus ingat tujuanku.
🌼🌼🌼
Dia mulai menanyakan kenapa aku berubah setelah aku merampas kehormatannya. Tak tega aku melihatnya menangis seperti ini, ku ulurkan tanganku namun dia menangkas nya. Dan benar saja, dia ingin menemui ku karena ingin meminta pertanggungjawaban, dia menagih janjiku. Dia hamil!.
Aku sempat mengelak, sempat tak percaya. Bagaimana bisa dia hamil? aku hanya melakukan nya sekali saja. Bagaimana dengan kuliah aku?, Karirku?. Ku acak rambutku. Menyesal!.
Bukanya aku tak mau bertanggung jawab, namun aku belum siap, itu saja!. Dan dia menyimpulkan bahwa aku lelaki yang ingkar pada janjinya. Setelah dia mengatakan itu dia pergi begitu saja. Dan bodohnya, aku tidak menahan nya aku malah membiarkan nya pergi.
__ADS_1
" Aku sudah mengecewakanmu Intan, maafkan aku! " Lirihku.
🌼🌼🌼
Dari kejadian itu kini aku sudah tak tenang. Aku sudah menghamili seorang gadis. Aku ingin menemui nya, namun aku takut dengan orangtuanya. Ku hubungi dia, namun dia tak membalas pesan dariku. Mungkin dia kecewa dan membenciku.
Selama satu Minggu ini aku sudah tak melihatnya masuk kuliah. Aku jadi khawatir. Selama ini aku selalu dihantui rasa bersalah. Bahkan sampai masuk ke dalam mimpiku. Aku memberanikan diriku untuk berbicara pada Ayah. Aku akan berkata jujur pada mereka, kalau aku sudah membuat hamil Intan.
Mereka terkejut ketika mereka tau kalau aku sudah membuat Intan hamil, terutama Mama dia sangat terkejut ketika mendengar penuturan ku. Bahkan mereka memarahi ku habis-habisan, hampir saja aku dibuat babak belur ayahku, namun Mama menahannya.
Pagi harinya mereka mengajak ku pergi menemui orang tua Intan. Sesampainya di sana Ayah mulai menjelaskan apa yang sudah aku perbuat. Ternyata mereka sudah tau kalau putrinya hamil. Setelah Mama menanyakan keberadaan Intan.
Ternyata mereka sudah mengusirnya. Jadi inilah alasan kenapa Intan tak masuk kuliah.
" Kemana kamu pergi Intan" Batinku.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Berbulan-bulan aku mencarinya. Namun aku tidak tau keberadaannya. Pergi kemana dia?. Dia pergi membawa anakku. Harus kemana lagi aku mencari nya?. Berkali-kali aku menghubungi nomornya namun sudah tak aktif.
" Maafkan aku Intan! " Lirihku.