Janji Yang Diingkari

Janji Yang Diingkari
Bab 8


__ADS_3

Janji yang Diingkari


_Ines_


Perih dan panas yang aku rasakan. Tapi aku memang pantas mendapatkannya.


" Dengan siapa kamu melakukannya, ha?. Tak malukah dirimu Intan? Berzinah hingga membuatmu hamil! . Tidak berpikir kamu apa dampak yang akan kamu lakukan ini?. Mau taruh mana muka Papamu ini!. Sekali lagi Papa bertanya padamu Intan, jawab Papa. Dengan siapa kamu melakukannya?"


" A- aku , melakukannya dengan Dito Pah" Lirihku. Aku tak berani menatap wajah Papa.


" Ya Tuhan!, dosa apa yang pernah aku lakukan, sehingga kau menghukum ku d Ngan cara seperti ini?" Tubuh Papa ambruk kelantai, menangis tergugu.


Baru kali ini aku melihat Papa menangis


" Pah, Intan minta maaf, aku mohon Pah,maafin Intan! huhuhu. Intan menyesal. Mama, mah Intan mohon Mah, Intan minta maaf* . "


🌼🌼🌼


Terlihat jelas, gurat kecewa diraut wajah mereka. Apapun yang akan terjadi nanti, apapun hukuman yang aku dapat, aku siap menerima konsekuensinya.


Terlihat Papa berdiri dari duduknya, dan menatapku sendu.


" Intan, kau tau kan dampak buruk dari apa yang kamu lakukan ini?. Bukan hanya kehormatan dan harga diri Papa hilang, tapi juga reputasi Papa yang akan turun. Kau tau itu?."

__ADS_1


Aku hanya mengangguk. Tidak sanggup aku menjawabnya. Aku mendengar helaan nafas berat Papa. Kembali aku pejamkan mata.


" Dengan berat hati, Papa mengusir mu Intan, pergilah meminta pertanggung jawaban Dito, dan minta maaf padamu karena Papa tidak bisa membantu. Mintalah pertanggung jawaban itu sendiri. Pastilah Dito mau menikahi mu, bukankah kalian saling mencintai? Dan kalian melakukannya juga atas dasar cinta bukan?. Ini, ini hukuman yang kamu dapat dari Papa Intan."


" Pergilah " Lirihnya.


" Pah, jangan usir Intan dong Pah!. Intan juga masih membutuhkan kita! jangan egois kamu! " Bela Mama.


Papa hanya terdiam menunduk.


Dengan langkah kaki berat, aku memasuki kamarku. Mengambil koper dan tas ransel, lalu aku memasukkan satu-persatu bajuku. Banyak barang yang akan aku bawa. Tak lupa aku juga memasukkan pigura foto keluarga ku yang ada di nakas. Ku pandangi satu-persatu wajah mereka, wajah orang yang selama ini menemaniku, mensuport ku. Wajah yang akan aku tinggalkan entah sampai kapan nanti.


" Mampukah aku hidup tanpa kalian? " Lirihku.


Sesampainya di sana, hanya ada Mama, Papa tidak ada.


" Mah " Panggilku


Mama menoleh ke arahku, berhambur memelukku. Memelukku dengan sangat-sangat erat .


" Intan, jangan pergi. Mama tau kamu membuat Mama marah dan kecewa , dan kamu membuat kesalahan yang sangat besar. Mama mohon, jangan pergi dari rumah ini, ini rumahmu. Jangan dengarkan ucapan Papa mu! " Huhuhu


" Mah, tapi ini sudah konsekuensinya Intan. Mah, Intan minta maaf sering buat Mama nangis, buat Mama marah, aku membuat kesalahan yang sulit untuk di maafkan."

__ADS_1


Ku urai pelukan. Kuusap perlahan air mata Mama, ku tangkup wajahnya menggunakan kedua tanganku. Kupandangi lama, ini hari terakhir aku melihatmu Mah . Wajah yang akan selalu membuatku rindu.


Mama hanya mengangguk.


" Mah, Intan harus pergi. Mama jangan lupa jaga kesehatan, jangan lupa makan, ya?. Dan jangan terlalu banyak Mama menangis mikirin Intan nanti."


Setelah aku bertanya keberadaan Papa. Ku langkahkan kaki menuju ke kamar Papa.


Tok! tok!


" Pah, buka pintunya dong. Intan minta maaf ya Pah, karena Intan sudah membuat kesalahan yang begitu besar. Pah aku mau pamit sama Papa. Intan mohon, buka pintunya Pah."


Hening


" Pah, Intan minta maaf sudah membuat Papa kecewa, membuat Papa marah, Maafin Intan Pah. Papa jangan lupa selalu jaga kesehatan ya, jaga pola makan Papa dan jangan lupa selalu jagain mama. Intan minta maaf belum bisa bahagiain kalian, belum bisa menjadi yang kalian mau."


Masih hening.


" Pah, tak maukah papa memeluk Intan untuk yang terakhir kalinya?" Lirihku.


Tetap hening.


" Intan pergi ya Pah. Ingat pesan Intan tadi, terimakasih kalian sudah merawat dan mendidik Intan dengan sangat baik. Aku akan selalu merindukan kalian".

__ADS_1


__ADS_2