
Janji yang Diingkari
_Ines_
Dan sekarang jempolnya sudah berada di bibirku , dia terus mengusap nya dengan perlahan. Menarik tengkukku untuk memperdalam ciuman dan sekarang kedua tangannya sudah menelusup masuk kedalam sela - sela rambut pendekku.
Aku hanya diam tak berkutik, aku merasa otakku blank untuk saat ini. Aku ingin memberontak tapi entah kenapa tubuhku terasa kaku untuk bergerak dan melawannya.
Entah sudah berapa lama kami berciuman. Akhirnya Dito melepaskan ciumannya itu untuk mengatur nafasnya.
" Dito!, kamu sudah gila ya, ha?. Kurang ajar banget sih kamu. Kamu nggak pernah lho kayak gini!. "
Ya aku marah,karena kami belum pernah berciuman seperti ini walau kamu sudah 1 tahun lebih 5 bulan. Pernah ciuman tapi hanya sekedar pipi dan jidat, tidak lebih dari itu. Dan ini pertama kalinya dia berani melakukannya. Sungguh gila!.
🌼🌼🌼
" Yang ayolah, kita kan belum pernah melakukannya. Plis, satu kali aja, mau ya yang?. Plis ayoo "
__ADS_1
" Nggak, aku nggak mau. Gila kamu, kalau nanti aku hamil gimana?. Tidak - tidak, aku tidak mau melakukannya. Walaupun kamu sudah merengek seperti itu, aku tetep nggak mau ." Ucapku.
" Yang, ayolah. Cuma satu kali "
" Dit... "
Belum selesai aku berbicara. Tiba - tiba Dito meraih tengkukku, dan menariknya mendekati dia. Dapat aku lihat Dito kini tengah memejamkan kedua matanya sambil memainkan bibirku.
Entah setan apa yang sedang merasuki ku pada saat ini, kini aku malah larut dan terbuai dalam permainan ini. Dan pada akhirnya, kami melakukannya secara sadar dan tanpa paksaan. Melakukan hal keji ,bej*d, dan kotor yang nantinya akan membuat ku menyesal seumur hidupku.
Entah sudah berapa lama kami bermain, dan akhirnya kami menyudahi permainan ini.
" Intan sayang, tatap mata aku, aku bersumpah dan aku berjanji sama kamu, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan, percaya sama aku ya, aku tidak akan lari dari kesalahan ku ".
" Beneran ya, aku pegang janji kamu, awas kalau kamu sampai ingkar dengan janjimu tadi! dan awas saja kalau kamu kabur. "
" Nggak sayang!, aku nggak akan mengingkari janji aku!, beneran. Sumpah! ". Ucapnya meyakinkan ku.
__ADS_1
Di rumah....
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar, menyambar handuk untuk aku mandi.
" Untung tadi mama nggak lihat pas aku pulang, kalau seumpama tadi lihat bisa curiga sama aku dan akan bertanya mengapa jalanku seperti ini? " Lirihku.
Entah mengapa aku jadi mengingat akan hal yang aku lakukan tadi. Sungguh diluar dugaan.
Sungguh aku menyesal . Benar - benar menyesal. Penyesalan yang tiada gunanya, dengan gampangnya aku menyerahkan mahkota ku. Mahkota yang seharusnya aku jaga dan berikan kepada suamiku kelak.
Aku takut, takut jika suatu saat nanti aku hamil, takut Dito mengingkari janjinya itu.
" Arrggh !, kenapa aku baru sadar sih?, dasar bodoh!" Umpatku kesal.
Sudah tidak bisa ku bendung lagi air mataku. Luruh sudah, menangis sejadi-jadinya.
" Seharusnya, aku tadi bisa mengelak, bisa kabur atau...arrgghh! " Jeritku
__ADS_1
Memang percuma aku berandai-andai seperti ini, toh semuanya sudah terjadi, yang aku takutkan adalah Dito ingkar dengan janjinya. Dan aku takut jika Dito meninggalkan aku.