Janji Yang Diingkari

Janji Yang Diingkari
Bab 11


__ADS_3

Janji yang Diingkari


_Ines_


Sunyi dan hampa yang aku rasakan malam ini. Biasanya ketika malam tiba aku makan malam bersama Papa dan Mama, menonton TV bareng, atau kadang pada sibuk dengan pekerjaannya. Kini sudah tak ada lagi orang yang menyuruhku untuk segera tidur, sudah tak ada orang yang memaksaku untuk terus belajar. Jauh dari orangtua tidaklah menyenangkan. Aku tertidur karena capek menangis.


Pagi yang cerah, hari ini aku bangun subuh, dimulai dengan menyapu lantai, mencuci pakaian ku kemarin dan setelah itu pergi ke pasar untuk membeli bahan masakan buat stok untuk beberapa hari kedepankan. Juga membeli camilan, roti, dan minuman kemasan. Banyak yang aku beli hari ini, terutama pada camilan, mengingat ibu hamil itu katanya akan selalu lapar, apalagi disaat tengah malam.


Sesampainya di rumah aku langsung memasak dan makan juga mandi.

__ADS_1


Ingin sekali aku melihat perkembangan janinku. Maka aku putuskan untuk pergi ke bidan desa. Lama aku mencari tempatnya, kini aku sudah sampai di rumah bidan desa.


Sudah cukup modern disini, alatnya pun lengkap. Kini aku sudah bisa melihat perkembangan janinku. Kata Bu bidan usianya baru enam minggu. Tersenyum haru aku melihatnya.


"Sehat-sehat ya nak kamu diperut Mama, biar Mama punya teman nantinya. " Ucapku mengelus perut datarku.


🌼🌼🌼


Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa kini usia kehamilan ku memasuki bulan ke 7. Tak mudah bagiku hamil tanpa ditemani seorang suami, yang hidup seorang diri. Hidup jauh dari orang tua, tak ada sanak-saudara. Yang dulunya apa-apa meminta bantuan kepada seseorang dan bisa bermanja-manja dengan orang tua, tapi sekarang aku sudah tidak bisa melakukannya.

__ADS_1


Banyak suka dan duka yang aku alami selama ini. Tak ada bahu untuk sandaran disaat aku terpuruk dan bersedih. Tak punya teman dekat untuk aku bercerita, untuk aku mengungkapkan semua isi hatiku. Yang hanya bisa aku luapkan dengan tangisan. Semua aku pendam seorang diri.


🌼🌼🌼


Hari ini aku ingin pergi ke pasar, untuk membeli bahan masakan dan juga perlengkapan bayiku. Kata Bu bidan bayiku perempuan. Mulai ku list apa saja yang akan kubeli nanti, dimulai dari popok bayi, perlak, kelambu, stroller, baju bayi, gurita, gendongan bayi, bedongan, bedak bayi, minyak telon, kaos kaki dan kaos tangan, topi bayi, dan perlengkapan mandinya.


Selama ini pula aku tidak tau kabarnya papa dan Mama. Belum ingin aku pergi ke kota, aku takut jika bertemu dengan masa lalu ku. Lelaki brengsek yang merusak masa depanku, yang hanya menjanjikan sebuah pertanggungjawaban saja.


Sungguh aku merindukan sosok Mama. Ingin sekali aku memeluknya, menumpahkan semua rasa sedihku di pangkuannya, ingin sekali aku mengadu kepadanya.

__ADS_1


Hari ini aku ingin makan opor ayam. Aku mulai mengambil bahan dalam kulkas, dan mulai masak. Selama ini aku belajar masak hanya berbekal dari handphone, aku melihat resep-resep nya dari sana. Aku harus belajar mandiri, dan aku harus bisa melakukan apapun sendiri.


Setelah oporku matang, aku mulai menyantapnya. Rasanya memang tak seenak yang Mama buat. Lama aku tak mencicipi makanan yang Mama buat. Aku sangat merindukan masakan mamaku.


__ADS_2