Janji Yang Diingkari

Janji Yang Diingkari
Bab 10


__ADS_3

Janji yang Diingkari


_Ines_


Ku langkahkan kaki menuju pintu utama. Hari ini aku benar-benar pergi. Masih tidak percaya, aku akan menjalani hidup seperti ini. Ku kendarai mobilku secara perlahan. Ya, aku lebih memilih menggunakan mobil daripada motor kesayanganku, karena banyak barang yang aku bawa.


" Kemana aku harus pergi? " Lirihku


Tak mungkin aku kerumahnya Mas Tama, dia akan sangat-sangat marah bila mengetahui kehamilan ku.


Setelah berpikir lama, maka aku putuskan untuk tinggal di daerah pedesaan saja. Yang jauh dari keramaian kota, aku ingin hidup tenang. Dan aku juga tidak lupa untuk mengganti nomor telepon ku dengan nomor yang baru. Aku ingi benar-benar hidup tenang.


Aku sudah sampai di daerah pedesaan. Pedesaan yang tidak jauh dari tempatku berasal. Aku mulai mencari kontrakan rumah yang sudah lengkap dengan isinya. Kurang lebih satu jam aku keliling mencari kontrakan, akhirnya aku menemukannya.

__ADS_1


Bisa aku lihat dari kejauhan.


" Lumayan nyaman " Lirihku.


Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Pas untukku dan calon anakku nanti. Dekat dengan toko dan juga pasar. Akan sangat mudah jika aku ingin membeli sesuatu.


Aku menelepon orang yang punya kontrakan, tak lama kemudian datang seorang perempuan dengan menenteng sebuah tas kecil.


" Mungkin itu ibu kostnya " Pikirku.


🌼🌼🌼


Kini aku sudah selesai membersihkan rumah dan menata semua barangku.

__ADS_1


" Hufhh!, akhirnya selesai juga" Lirihku.


Aku mulai merasakan lapar, kulirik kearah jam ternyata sudah jam dua siang. Sibuk mencari tempat tinggal hingga membuat ku lupa waktu makan siang. Aku sekarang tidak boleh egois, bukan hanya aku yang merasakan lapar tapi calon anakku juga. Bergegas aku pergi ke toko untuk membeli sembako dan kebutuhan lainnya. Aku harus memulai hidup mandiri. Yang dulunya serba Mama, sekarang harus melakukannya sendiri.


🌼🌼🌼


Sunyi dan hampa yang aku rasakan malam ini. Biasanya ketika malam tiba aku makan malam bersama Papa dan Mama, menonton TV bareng, atau kadang pada sibuk dengan pekerjaannya. Kini sudah tak ada lagi orang yang menyuruhku untuk segera tidur, sudah tak ada orang yang memaksaku untuk terus belajar. Jauh dari orangtua tidaklah menyenangkan. Aku tertidur karena capek menangis.


Pagi yang cerah, hari ini aku bangun subuh, dimulai dengan menyapu lantai, mencuci pakaian ku kemarin dan setelah itu pergi ke pasar untuk membeli bahan masakan buat stok untuk beberapa hari kedepankan. Juga membeli camilan, roti, dan minuman kemasan. Banyak yang aku beli hari ini, terutama pada camilan, mengingat ibu hamil itu katanya akan selalu lapar, apalagi disaat tengah malam.


Sesampainya di rumah aku langsung memasak dan makan juga mandi.


Ingin sekali aku melihat perkembangan janinku. Maka aku putuskan untuk pergi ke bidan desa. Lama aku mencari tempatnya, kini aku sudah sampai di rumah bidan desa.

__ADS_1


Sudah cukup modern disini, alatnya pun lengkap. Kini aku sudah bisa melihat perkembangan janinku. Kata Bu bidan usianya baru enam minggu. Tersenyum haru aku melihatnya.


"Sehat-sehat ya nak kamu diperut Mama, biar Mama punya teman nantinya. " Ucapku mengelus perut datarku.


__ADS_2