Janji Yang Diingkari

Janji Yang Diingkari
Bab 12


__ADS_3

Janji yang Diingkari


_Ines_


Hari ini aku ingin pergi ke pasar, untuk membeli bahan masakan dan juga perlengkapan bayiku. Kata Bu bidan bayiku perempuan. Mulai ku list apa saja yang akan kubeli nanti, dimulai dari popok bayi, perlak, kelambu, stroller, baju bayi, gurita, gendongan bayi, bedongan, bedak bayi, minyak telon, kaos kaki dan kaos tangan, topi bayi, dan perlengkapan mandinya.


Selama ini pula aku tidak tau kabarnya papa dan Mama. Belum ingin aku pergi ke kota, aku takut jika bertemu dengan masa lalu ku. Lelaki brengsek yang merusak masa depanku, yang hanya menjanjikan sebuah pertanggungjawaban saja.


Sungguh aku merindukan sosok Mama. Ingin sekali aku memeluknya, menumpahkan semua rasa sedihku di pangkuannya, ingin sekali aku mengadu kepadanya.


Hari ini aku ingin makan opor ayam. Aku mulai mengambil bahan dalam kulkas, dan mulai masak. Selama ini aku belajar masak hanya berbekal dari handphone, aku melihat resep-resep nya dari sana. Aku harus belajar mandiri, dan aku harus bisa melakukan apapun sendiri.


Setelah oporku matang, aku mulai menyantapnya. Rasanya memang tak seenak yang Mama buat. Lama aku tak mencicipi makanan yang Mama buat. Aku sangat merindukan masakan mamaku*.


🌼🌼🌼


POV Erik Rahardja


Hari ini seperti biasa, aku melakukan meeting di pagi hari. Ya, setiap hari aku harus melakukan meeting. Bukan perkara mudah menjadi seorang CEO. Setelah aku selesai meeting, aku kembali ke ruangan ku untuk mengistirahatkan otakku. Duduk santai dan di temani segelas kopi. Dengan seperti ini caraku untuk membuat pikiranku kembali fresh.

__ADS_1


Ting! Ting!


Terdengar suara pesan masuk dari ponselku. Segera kubaca.


" Dari Ratna? ".


Ratna : [ Pah, pulanglah sebentar! ]


Ratna : [ Cepet Pah!. Kamu harus tau apa yang sudah anakmu perbuat!]


Erik : [ Ada apa sih mah?, Intan kenapa?, dia membuat masalah?]


Erik : [ Apa sih mah?, yang jelas dong ]


Ratna : [ Intan hamil ]


Deg!


" Intan hamil, nggak mungkin kan?. Lelucon macam apa ini! ".

__ADS_1


" Bukankah dia sangat menjaga dirinya?. Ini tak bisa dibiarkan! " Geramku.


🌼🌼🌼


Sesampainya di rumah..


Tanpa pikir panjang langsung ku tarik tangannya dan ku tampar pipinya, spontan aku melakukannya. Ini pertama kalinya aku main fisik kepada anakku. Aku melakukannya juga tanpa kusadari.


Kutanya dengan siapa dia melakukannya, namun dia bungkam. Tidak menyerah aku terus memaksakannya untuk berkata jujur padaku. Akhirnya dia mampu menjawab pertanyaan ku. Dia melakukannya dengan kekasih nya.


Aku sudah tau kalau dia punya kekasih, Dito namanya. Bahkan dia kerap berkunjung ke rumah ini. Tak menyangka, lelaki yang aku kira bisa menggantikan ku untuk menjaga Intan malah justru merusaknya. Aku sudah salah menilainya, tampangnya dari luar dia terlihat kalem dan pemalu, namun siapa sangka dia mempunyai hati yang busuk, manusia seperti iblis, biadap!.


Keputusan yang aku ambil memanglah berat. Mau tak mau, tega tak tega aku harus mengusirnya. Biarlah dia ke rumah kekasih brengsek nya itu!, dia harus menerima hukuman dariku pikirku. Toh mereka juga saling mencintai. Kalian menilai ku ayah yang egois? ya memang benar, aku ayah yang egois.


🌼🌼🌼


Ku langkahkan kakiku menuju kamarku. Masih tak percaya, anak perempuanku, gadis kecilku mampu melakukan hal kotor seperti ini. Ku akui aku sangat lalai, aku tak mampu menjaga gadis kecilku, dan aku juga lebih memilih pekerjaan ku ketimbang keluarga ku.


Tapi aku bekerja keras seperti ini juga untuk kebahagiaan mereka, untuk memenuhi kebutuhan mereka agar bisa membeli apa yang mereka mau. Aku ingin mereka selalu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2