
Janji yang Diingkari
_ Ines_
Ku simpan satu tespeck ku kedalam laci meja kamarku. Sedangkan yang satunya aku akan memperlihatkannya pada Dito. Tanpa pikir panjang aku ambil kunci motorku, aku ingin segera bertemu Dito untuk meminta pertanggungjawaban.
🌼🌼🌼
" Tok! tok! tok! ".
Tak lama aku mengetuk pintu, terdengar suara anak kunci diputar. Ternyata Mama Mita. Ku cium tangannya.
" Eh Intan. Mesti kamu cari Dito ya? ". Tanyanya.
" Engg iya Mah, Dito ada ?".
" Ada kok dikamar, duduk dulu yuk!, Mama panggilin dulu ya, bentar "
Kubalas dengan anggukan tak lupa aku juga tersenyum. Beberapa saat kemudian Dito datang
" Hai!, tumben kamu kesini nggak kasih tau aku dulu?, ada apa? " Tanyanya.
__ADS_1
" Emm, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu Dit, penting! . Tapi jangan disini". Aku menatap sekeliling. Aku mulai cemas.
Terlihat dia menautkan kedua alisnya, dia menatapku bingung.
" Ada apa sih?, kamu sakit, pucet banget lho muka kamu?" . Dia mulai mendekat. Tangannya terulur untuk menggapai wajahku
" Dito, aku ingin ngomong sesuatu sama kamu, tapi jangan disini,aku takut ada orang yang mendengarnya, plis! " Mohonku .
" Yaudah, kita ngomong diluar saja, oke? "
Ku anggukan kepalaku. Dan kamu berangkat menggunakan motorku.
🌼🌼🌼
" Aku mau tanya sama kamu , kenapa sih akhir-akhir ini kamu kayak berubah? sekarang kamu itu cuek bahkan kamu jarang ngehubungi aku lagi. Kamu kenapa? aku ada buat salah? atau kamu udah mulai bosen sama aku, hem?, kalau aku ada buat salah seharusnya kamu ngomong bukan malah diem seperti ini, kamu ngomong biar aku tau apa kesalahanku!. Dan aku bisa memperbaiki kesalahanku." Tanyaku panjang lebar.
" Kamu ngomong apa sih?. Kamu ngajak ketemu hanya buat berantem iya? Mending tadi nggak usah! , buang-buang waktu!. Kamu nggak ada salah, kamu nggak buat salah! puas kamu!" Bentaknya.
Air mata yang sudah aku bendung dari tadi akhirnya tumpah, aku sudah tak kuat menahannya lagi.
" Kalau aku nggak ada buat salah kenapa kamu seperti ini Dito?, kamu sudah lupa apa yang sudah kamu dapat dari tubuhku?, apakah kamu mau lari dari tanggung jawab mu? lari dari janjimu?. Seandainya saat ini aku hamil, apa yang akan kamu lakukan?."
__ADS_1
Dia tak bisa menjawab
" Jawab Dito! "
" Maaf " Lirihnya.
Tangan Dito terulur untuk mengelap air mataku. Aku tak menolak.
" Kamu itu udah berubah tau nggak!, kamu bukan Dito yang aku kenal!. Aku pengen ketemu kamu karna aku ingin kasih tau kamu kalau, emm kalau a aku" Aku tak mampu melanjutkan kan perkataan ku.
" Kalau aku apa?"
Segera ku keluarkan tespeck yang ada di dalam tasku. " Kalau aku positif hamil!" Lirihku.
Keserakahan tespeck itu kepadanya. Diambilnya tespeck itu dengan tangan bergetar. Ditatapnya agak lama.
" Nggak mungkin, nggak mungkin kamu hamil! ".
" Nggak mungkin gimana maksud kamu?, disitu sudah jelas Dito, dua garis!. Dan aku sudah mengeceknya sebanyak dua kali, hasilnya juga sama! ". Jelasku
" Mana mungkin?, padahal kita melakukannya hanya satu kali bukan?". Dia mengacak rambutnya.
__ADS_1
" Terus kalau kita melakukannya hanya sekali nggak bakal jadi, gitu?. Pemikiran dari mana itu, ha!. Dito, kamu masih ingat dengan janji dan sumpahmu bukan?, Dan sekarang aku menagih janji kamu itu. Nikahi aku sebelum orang tuaku mengetahuinya".