
Janji yang Diingkari
_Ines_
Dari kejadian itu kini aku sudah tak tenang. Aku sudah menghamili seorang gadis. Aku ingin menemui nya, namun aku takut dengan orangtuanya. Ku hubungi dia, namun dia tak membalas pesan dariku. Mungkin dia kecewa dan membenciku.
Selama satu Minggu ini aku sudah tak melihatnya masuk kuliah. Aku jadi khawatir. Selama ini aku selalu dihantui rasa bersalah. Bahkan sampai masuk ke dalam mimpiku. Aku memberanikan diriku untuk berbicara pada Ayah. Aku akan berkata jujur pada mereka, kalau aku sudah membuat hamil Intan.
Mereka terkejut ketika mereka tau kalau aku sudah membuat Intan hamil, terutama Mama dia sangat terkejut ketika mendengar penuturan ku. Bahkan mereka memarahi ku habis-habisan, hampir saja aku dibuat babak belur ayahku, namun Mama menahannya.
Pagi harinya mereka mengajak ku pergi menemui orang tua Intan. Sesampainya di sana Ayah mulai menjelaskan apa yang sudah aku perbuat. Ternyata mereka sudah tau kalau putrinya hamil. Setelah Mama menanyakan keberadaan Intan.
Ternyata mereka sudah mengusirnya. Jadi inilah alasan kenapa Intan tak masuk kuliah.
__ADS_1
" Kemana kamu pergi Intan" Batinku.
🌼🌼🌼
Berbulan-bulan aku mencarinya. Namun aku tidak tau keberadaannya. Pergi kemana dia?. Dia pergi membawa anakku. Harus kemana lagi aku mencari nya?. Berkali-kali aku menghubungi nomornya namun sudah tak aktif.
" Maafkan aku Intan! " Lirihku.
🌼🌼🌼
Kini aku sudah mulai merasakan sakit pada perut ku. Segera ku bawa tas yang berisi perlengkapan bersalin kuyang sebelumnya sudah aku siapkan bulan lalu. Ku naiki mobil dengan perlahan dan segera ke rumah Bu bidan. Aku harus menahan rasa sakit ini agar aku bisa sampai ke rumah bidan. Sekarang aku sudah sampai, aku meminta bantuan kepada Bu bidan untuk membawakan barang ku.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Kini aku berjuang antara hidup dan mati. Lama aku berjuang sendirian. Dan aku melahirkan tanpa adanya pendamping, suami tak punya, orang tua juga nggak ada. Tidak ada penyemangat. Tidak ada uluran tangan yang menggenggam jemariku. Sesakit inikah rasanya seorang ibu melahirkan?.
Aku jadi mengingat Mama, Mama pasti juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku sudah membuat nya kecewa, membuat nya sakit hati.
" Mah, maafkan Intan " Lirihku.
Syukur Alhamdulillah, bayiku keluar dengan selamat, sehat, dan tidak ada kekurangan suatu apapun. Diletakkan bayi merah itu di dadaku. Dia mencari-cari sumber makanannya. Sakit yang tadi aku rasakan kini sudah lenyap entah kemana. Tapi, sedihku tak kunjung hilang. Anakku lahir tanpa seorang Ayah, seharusnya Dito ada disini menemani ku, memberiku semangat, dan bisa mengadzani putrinya.
🌼🌼🌼
Sekarang aku sudah tak bisa tidur malam dengan nyenyak. Makan sudah tak bisa tepat waktu, apalagi mandi, tak ada waktu buat aku mandi atau mempercantik diriku lagi. Nikmatnya menjadi ibu muda sepertiku.
Dua bulan sudah berlalu. Banyak rintangan yang aku hadapi. Aku mengurus putriku seorang diri. Tak mudah bagiku mengurus bayi seorang diri, sangat kualahan.
__ADS_1
Hari ini aku ingin mengajak Adira pergi ke kota. Aku ingin melihat Papa dan Mama, aku sangat-sangat merindukannya. Walau aku tidak berkunjung ke rumahnya langsung, tapi aku ingin melihatnya dari kejauhan, untuk mengobati rasa rinduku selama ini.
Adira Prima Rahardja, nama yang cantik bukan?. Bahkan aku masih menyematkan nama Rahardja. Karena sekarang Adira sudah menjadi bagian dari keluarga ku.