
Peringatan cerita ini hanya fiktif belaka
Suatu hari di sebuah kota yang masyur,damai,dan tentram di pimpin oleh seorang raja yang begitu kuat dan tangguh dengan puluhan ribu prajurit nya.
Raja itu bernama Raja Dami memiliki seorang permaisuri yang bernama Ratu Siyeon dan 3 orang selir yang berbakat serta lemah lembut.
Hingga suatu hari sang permaisuri hamil dan melahir kan seorang anak perempuan kembar,lalu datang lah seorang peramal yang mengatakan
"Raja salah satu putri mu akan menjadi kematian mu di masa depan nanti"
Raja Dami pun memerintahkan salah seorang prajurit nya untuk membuang salah satu putri mereka ke hutan yang gelap dan begitu dingin.
Sebelum itu Raja Dami berdebat dengan selir pertama nya yaitu Selir Yuan.
"*Yang Mulia Raja maaf kan jika hamba lancang,bagaimana jika permaisuri mengetahui bahwa dia melahir kan anak kembar? dia akan terpukul jika dia tau salah satu anak nya di buang Yang Mulia"
"Selir Yuan kau tidak usah ikut campur ini urusan pribadi ku jika kau lancang aku akan menurun kan jabatan mu sebagai selir pertama"
"Tapi Yang mulia raja,bagaimana jika ramalan itu terjadi karena kau membuang anak itu dan dia balas dendam terhadap mu?"
"Selir Yuan ku bilang Diam apa kau tidak mendengar,bawa Selir Yuan pergi dari hadapan ku pukul dia 10 kali"
"Kau akan menyesal Yang Mulia Raja*"
Raja Dami benar benar marah kepada Selir Yuan,sedang kan selir yang lain haya berdiam diri tidak berani menentang Raja Dami.
Setelah malam tiba Selir Yuan mengikuti prajurit yang membuang bayi itu walau badan nya penuh dengan luka pukul.
"*Aku harus menyelamatkan bayi itu apa pun yang terjadi,permaisuri sudah membantu diri ku untuk bertahan hidup"
"owek...owek....owek...owek..."
"Suara bayi,sepertinya prajurit itu sudah meninggalkan nya aku harus bergegas*"
Selir Yuan menemukan seorang bayi cantik yang mungil wajah nya mirip sekali dengan permaisuri.
"Kasian sekali kamu sayang,aku akan menjaga mu dengan baik kau harus hidup dan bertemu dengan ibu kandung mu"
Selir Yuan pergi dari lingkungan istana dan pergi jauh dari kerajaan,Raja Dami yang menyadari hilang nya Selir Yuan langsung mengerahkan pasukan nya untuk mencari keseluruh penjuru.
"Kalian semua cepat cari Selir Yuan hidup atau mati,dan bunuh anak yang dia bawa"
"Siap laksanakan Yang Mulia Raja"
Tidak berapa lama permaisuri tersadar dari pingsan nya setelah melahirkan.
"* Tuan ku..."
__ADS_1
"Permaisuri kau tidak usah bangun,berbaring lah kau baru saja melahir kan **pelayan bawakan sup untuk permaisuri"
"Baik Yang Mulia Raja**"
"Diamana anak kita Yang mulia Raja,dan apa jenis kelamin nya"
"Dia sedang tidur permaisuri ku,dia anak perempuan yang cantik sama seperti ibu nya"
"Apa kau tidak masalah aku melahirkan. anak perempuan?"
"Aku tidak masalah,ibu dan ayah juga senang karena aku dapat memberikan cucu kepada mereka,cucu yang sehat dan cantik"
"Yang Mulia Raja dimana Selir Yuan?"
"Selir Yuan*...."
Raja Dami terpaksa berbohong kepada Permaisuri.
"*Jawab aku Tuan ku!"
"Selir Yuan dia,melarikan diri dengan laki laki lain dia berkhianat kepada ku,aku bahkan memerintahkan para prajurit untuk mencari nya dan menyuruh nya kembali untuk mengatakan dengan jujur kebenaran nya"
"Itu tidak mungkin Tuan ku...Selir Yuan orang yang baik dan memiliki kehormatan yang tinggi akan cinta"
"Tapi kenyataan nya seperti itu Permaisuri Siyeon,kau tidur lah...aku lelah aku akan tidur di kamar ku malam ini.Maaf tidak bisa menemani mu lebih lama lagi.Prajurit jaga permaisuri dengan baik"
"Siap Yang Mulia Raja"
(Cetus permaisuri dalam hati)
Beberapa hari kemudian
"hah...hah...hah..." (Suara Nafas)
"Selir Yuan berhenti jangan lari lagi,cepat berhenti"
Panglima kepercayaan kaisar mengejar selir Yuan dan selir Yuan berusaha lari dari cengkraman mereka.
"***Selir Yuan serah kan bayi itu kepada kami,maka kau akan selamat**"
"Aku tidak mau memberikan nya,bahkan jika kalian merenggut nyawa ku"
"Kalau begitu kami tidak akan segan dengan mu Selir Yuan,pikirkan lah kembali kehidupan yang damai dan mewah di istana!"
"Aku tidak akan terpengaruh,ibu dari bayi ini dia telah menyelamatkan kehidupan ku dan dia juga percaya jadi aku akan setia dan terus menjaga kepercayaan nya kepada ku*"
Selir Yuan kehabisan tenaga dan penuh gemetar itu pun mulai melemah sedang kan dia sudah berdiri di pinggiran jurang yang sangat dalam dan gelap.
__ADS_1
"***Selir Yuan aku mohon ikuti perkataan kami,serah kan bayi itu**"
"Tidak*" Selir Yuan dengan tegas nya dan enggan memberikan bayi itu
"***Selir Yuan kami tidak akan segan lagi,prajurit bunuh Selir Yuan"
"Siap panglima"
SHUT.......
(SUARA PANAH)
SHUT....SHUT***...
Selir Yuan terkena 3 panahan di tubuh nya.Para prajurit itu mencoba untuk merebut bayi yang di gendong oleh selir Yuan tetapi belum sempat mereka memegang nya Selir Yuan menjatuhkan diri nya ke dalam jurang bersama bayi itu.
"*Kalian tida...k ak...an per...nah bi...sa mem..bunu...h ba..yi...in..i...hahhh..hahh.."
"**Panglima Selir Yuan menjatuh kan diri nya kedalam jurang"
"Dari yang kulihat jurang ini gelap dan begitu dalam...dengan kondisi nya yang begitu lemah aku yakin dia sudah meninggal dan bayi itu juga tidak akan bertahan karena dia baru beberapa hari di lahir kan ayo kita pergi"
"Siap panglima***"
Mereka pun pergi meninggalkan tempat kejadian,tetapi keajaiban terjadi Selir Yuan masih bisa bernafas dan bayi yang dia peluk tidak terluka sama sekali .
"Aku sudah...ber...sumpah...pada..ibu mu...aku akan...melindungi...diri nya atau pun keluarga...kauu adalah salah satu orang...yang paling dia sayang...itu pasti...kau...harus bertemu...dengan nya...kau haru bertahan.....haaaaa...walu pun aku ti...dak melahir...kan..mu...kau adalah...anak yang ku saya....ng..walau baru....beberapa...ha..ri..aku bersa...ma..mu...kau...harus ber..tahan...waaaaa.... aaaaa...aaaa"
Selir Yuan pun meninggalkan bayi itu dengan air mata yang berlinang dan masih dengan pelukan yang kuat untuk melindungi bayi itu.
**Di sisi lain di istana,di ruangan belajar pribadi Raja Dami
"Lapor baginda hamba datang melpor*"
"Cepat beritahu aku apa yang terjadi?"
"Selir Yuan bunuh diri dengan cara melompat kan diri nya sendiri ke jurang dengan bayi nya Yang Mulia Raja"
"Kalau begitu biar saja,kita berharap saja semoga arwah nya tenang,Kalian boleh pergi"
"Hamba undur diri Yang Mulia Raja*"
Setelah semua Prajurit pergi diam diam Raja Dami memandangi lukisan Selir Yuan dan menangis,karena pada dasar nya Selir Yuan adalah selir kesayangan Raja Dami setelah Permaisuri.
"Aarrrggghhhhh.....kenapaaa.....kenapa...kau meninggalkan diri ku.....Yuan.....kenapa kau sangat melindungi bayi itu kau bahkan rela menukarnya dengan nyawa mu...aaaaa.....aaaaaaaaaaaaaaaa"
Raja Dami begitu sakit hati karena di tinggal kan oleh Selir Yuan.
__ADS_1
SELIR YUAN