
"Apa yang terjadi pada mu Saram ku...siapa yang sudah membuat mu marah hingga kau harus mengamuk"
"Air...Ku ingin air..."
"Minum lah perlahan...,kau bahkan tidak membuka mata mu saat minum"
Raja Yujin begitu menyayangi Saram dia rela meracik obat hingga larut malam dan menajaga nya.
"Ayah...kau masih disini"
"Kei bantu ayah mengisi air bersih"
"Baiklah ayah..."
Kei juga ikut membantu masa masa penyembuhan saram.
"Ayah ini air nya..."
"Kei tolong panggilkan Munji dan suruh dia mencari beberapa obat"
"Baik ayah"
"Dimana putri ku saram"
"Ratu Seiyon..."
"Di mana Saram,ku dengar kau membuat nya pingsan"
"Dia sedang tidak terkendali...tenang saja dia berada dalam masa penyembuhan"
"Aku ingin melihat nya masuk"
"Jangan...Ruangan ini sedang mengalami penetralan suhu agar Saram lekas sembuh"
"Tapi...."
"Permaisuri Seiyon percaya lah kepada ku"
"Baiklah aku serahkan kepada mu,kalau begitu aku permisi"
__ADS_1
"Ehmmm..."
Di Luar Istana
"Pangeran Hans..."
"Pangeran Kei!!!Mau kemana kau?"
"Aku sedang mencari obat buat putri saram,apa kau mau ikut?"
"Apakah boleh,aku sekalian ingim melihat kondisi saram"
"Tentu saja Boleh ayo"
"Ehm"
Pangeran Kei di bantu oleh Pangeran Hans untuk mencari obat,saat di pasar Pangeran Hans tertabrak oleh putri Damar.
"Ouh...Mengapa kalau di pasar aku selalu tertabrak"
"Putri ayo sini ku bantu,maaf kan aku karena tidak memperhatikan jalan"
"Syukurlah Putri mengenali ku"
"Ouhhh di sini juga ada pangeran Hans apa yang kau lakukan disini?"
"Aku sedang membantu Pangeran Kei untuk membeli obat buat saram"
"Ouh...kau begitu perhatian dengan nya ya...hahaha..."
"Putri Saram...seperti nya gelang mu ada yang patah,aku akan mengganti nya untuk mu"
"Benarkah...Pangeran Hans kau akan mengganti nya?"
"Bukan aku tapi pangeran Kei"
"Tapi...tadi kau bilang..."
"Putri Saram...sudah ku bilang aku tidak mencintai mu dan ingat satu hal aku hanya mencinta saram"
__ADS_1
"Hmp...aku tidak peduli..aku akan merebut mu dari kaka ku,dan ingat kaka ku orang yang baik...dia juga orang yang cinta dengan adik nya dia pasti akan merelakan mu ble...sampai jumpa"
"Haiisss..."
"Pangeran Hans,ayo kita harua bergegas untuk membeli obat nanti putri saram semakin parah"
"Maaf kan aku..."
"Pangeran Hans"
"Ehmmm..."
"Terimakasih karena sudah membantu ku"
"Bagi ku saram sangat berharga pangeran kei"
"Ehmmm benarkah...dan terimakasih karena...kau sudah menolak putri Damar mentah mentah...sebenarnya aku menyukai nya"
"Kau suka perempuan seperti dia???"
"Ya...dia begitu energik...aku sangat menyukai perempuan seperti itu"
"Ehmmmm.."
"Toko nya sudah sampai,ayo bantu aku memilij beberapa obat"
"Baiklah.."
Setelah selesai membeli Obat pangeran Kei kembali ke tempat penyembuhan putri saram,bahkan Pangeran Hans melihat diri saram terbaring pucat.
"Apakah dia akan sembuh"
"Ehmm..tentu saja,ayah ku dulu nya tabib yang hebat"
"Kei...tolong jaga putri saram sebentar,aku harus ke aula suci"
"Baiklah ayah..."
"Seperti nya ayah mu begitu mencintai nya!!!"
__ADS_1
"Tentu saja,aku bahkan dulu sangat cemburu dengan putri saram...karena ayah ku lebih menyanyangi diri nya,aku selalu di banding banding kan putri saram,tetapi setelah dewasa aku sadar ayah ku menyayangi nya karena dia sendirian orang tua un pada saat itu tidak tau siapa"