Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Saram Damar


__ADS_3

Waktu terus berlalu Raja Yujin dan Permaisuri nya memiliki seorang putra yang di berinama Kei Yun dia adalah ahli waris sah dari kerajaan Raja Yujin.


Seiring berjalan nya waktu saram juga tumbuh besar bersama dengan pangeran Munji dan pangeran Kei Yun Saram adalah panutan kedua adik nya ini.


Sampai saat ini Raja Yujin tidak pernah memberitahukan siapa pun kedua orang tua Saram,bahkan saat perang 16 tahun yang lalu dia menyembunyikan Saram dari Raja Dami.


"Yeyyyy.....Kakak....selamat ulang tahun yang ke 17...."


"Terimakasih Munji"


"Kaka...lihat ini aku membuatkan ini khusus untuk mu"


"Wahhh trimakasih kei aku suka sekali dengan suling bambu ini...kalian adik adik ku yang luar biasa..."


"Ouh iya kak apa kau mau pergi ke Negara tetangga di sana banyak sekali lelaki tampan dan kesatria!!!Siapa tau kau bisa berkencan dengan mereka!!!"


"Munjiiiii....kakak sepupu mu ini belum dewasa"


"Ouh...benarkah itu permaisuri"


"Ehmmm coba kau lihat hari ini dia memetik sekeranjang apel lagi dan menghilang saat aku memperkenal kan dia dengan pangeran dari dinasti Yun"


"Wahhh kak...pangeran dari dinasti Yun sangat tampan rugi sekali kau menolak nya"


"Diamlah kauuuu Kei aku akan menikahkan mu lebih dulu nanti"


"Apa....itu tidak mungkin"


"Kaisar....boleh kan aku membawa kaka sepupu ke Negara tetangga???"


"Ehmmm...sebelum itu...aku ingin beebicara dengan putri Saram,Saram ikut ayah"


"Baik ayah"


Di saat Saram sudah berumur 17 tahun Akhir nya Yujin mengungkapkan jati diri nya.


"Saram...."


"Iya Ayahanda"


"Aku akan jujur kepada mu"


"Hamba akan mendengarkan"


"Kau anak yang sopan,pemberani dan cerdas aku tidak bisa lagienyembunyikan ini...Sebenarnya kau bukan anak ku Saram...."


"......"


"Aku tau kau pasti terkejut Saram...Aku akan menceritakan nya kepada mu.....Dulu aku dan adik ku Yui sedang berada di hutang dekat tebing gunung saat itu adik ku Yui menemukan mu...aku tidak tau siapa perempuan yang bersama mu entah dia Ibu mu atau...hanya selir ayah mu...kau di buang oleh ayah mu karena dia beranggapan bahwa kau adalah sumber kematian diri nya...sedang kan perempuan yang bersama mu meninggal terbunuh karena panah di tubuh nya aku dan adik ku Yui menguburkan nya bahkan sampai saat ini aku selalu memantau makam itu,Lalu aku dan adik ku memutus kan untuk merawat mu...saat itu aku menjadi tabib istana...tetapi ayah mu mencurigaiku bahwa aku membawa diri mu karena sudah ketahuan aku melarikan diri saat itu juga adik ku menjadi selir nya tetapi dia melarikan diri dengan Pangeran sam...Kita pernah bertempur dengan ayah mu 16 tahun yang lalu Saram...Maaf kan aku karena aku berbohong kepada mu"


"Cup....(Mencium tangan Yujin)"


"Saram.....mengapa kau tidak marah??"


"Kau sudah menyelamatkan hidup ku...untuk apa aku marah...Ayah izin kan aku bertemu dengan orang tua ku"


"Sarammm......(Yujin mengeluarkan air mata dan menangis sambil memeluk Saram)"


"Aku akan selalu mengamal kan pembelajaran yang kau ajar kan kepada ku ayah,Terimakasih...seperti nya aku harus bersiap dan berkemas untuk mencari orang tua ku"


"Baiklah...Pelayannn"


"Etsss tidak ayah biarkan perjalanan ini ku siap kan sendiri"


"Saram...."


Saram pun mulai berkemas kepergian Saram di temani oleh Pangeran Munji.


"Hey...kalian curang sekali kenapa aku harus di tinggal???"


"Kau terlalu gemulai untuk kami bawa...bisa bisa perempuan disana akan menyiksa mu karena kau mencuri pandangan lelaki di sana ahahahahahaha"

__ADS_1


"Hey...awad kau Munji...saat Aku menjadi Raja akan ku berikan kau wanita paling sexy untuk membelai seluruh tubuh mu itu"


"Berani kau melakukan nya akan ku lengserkan kau dari tahta mu"


"Dasar lelaki takut perempuan"


"Dasar...Lelaki gemulai...."


"Hey hentikan kapan aku akan berangkat nya"


"Hehehehe....maaf kan aku kak"


"Saram...hati hati sayang"


"Baik ibu"


"Sarammm....."


"Ayahh....cup(mencium tangan Yujin)"


Saram pun meninggalkan istana begitu cepat...Raja Yujin mengejarnya hingga dia tertinggal jauh...


"Saram...saram...saram...putri kuuuu....."


"Ayah...terimakasih walau kau bukan ayah kandung ku"


"SARAMMMMMMMMMM"


Cukup Lama Saram Dan Munji sampai di negara yang dipimpin Raja Dami,saat mereka sampai mereka menikmati jalan jalan di pasar dan berkeliling ternyata tempat itu begitu makmur teratur dan tentram hingga tiba tiba suatu masalah terjadi.


"Putri Damar...putri damar jangan lari...Raja Dami ingin kau pulang dan bersama dengan Pangeran Hans sekarang"


"Pergi kalian aku tidak mau menikah"


"Putri Damar...aargghhh kita kehilangan dia lagi cepat sekali putri Damar lari"


Bertabarakan


"Apa kau tidak apa apa?"


"Iya aku...tidak...apa..apa...."


"Hey...wajah kau mirip sekali dengan ku"


"Iya....Kak saram wajah mu mirip sekali"


"Benarkah...."


"Putri Damar...."


"hah...tolong lindungi aku"


Putri Damar bersembunyi di belakang punggung Pangeran Munji hingga terlihat lah Putri Saram di hadapan para prajurit.


"Putri kau kemana saja cepat ikut saya dan jangan memberontak"


"Hey seperti nya kalian...salah....o....rang"


Putri Saram Di bius dan di bawa ke istana...Munji yang melihat langsung mengejar.


"Hei dia kaka ku....mau apa kalian....aaaa"


Pangeran Munji di buat pingsan dan di biarkan tergeletak tetapi putri damar yang melihat langsung menolong nya.


Hari semakin gelap dan saat malam hari sudah tiba putri saram terbangun di sebuah tempat yang begitu asing bagi nya.


"Ouhhh...Kepala ku sakit sekali"


"Kau sudah bangun rupa nya,Putri Damar mengapa kau melarikan diri dan tidak ingin menikah dengan ku?"


"Kau salah orang tuan!!!"

__ADS_1


"Ini tidak mungkin....Damar terimalah aku...."


Saram yang merasa terancam langsung bangkit dari tempat tidur dan menghunus kan pedang ke depan Pangeran Hans.


"Aku tidak percaya ini...tuan Putri Damar pun bisa memegang pedang yang begitu berat"


"Pergiiiii...."


"Prajurit....tahan Putri Damar...putri aku yakin...kau hanya bisa mengangkat pedang saja tetapi tidak bisa menggunakan pedang nya"


"kau...banyak bicara..."


Putri Saram langsung menghabisi prajurit di hadapan nya di kediaman Putri Damar.


"Apa yang terjadi"


Raja Dami dan Permaisuri Seiyon tiba tiba datang


"Putri menghabisi semua prajurit ini karena hamba yang menugas kan prajurit ini Raja,hari ini putri telah melarikan diri lagi"


"Damar...kau akan menikah dengan pangeran Hans 3 hari lagi jangan bersikap seperti anak anak"


"Maaf kan hamba Yang Mulia Raja Tapi saya bukan putri Damar kalian salah orang"


"Putri ku...ibu tau kau...tidak mau menikah tapi ini sudah ketentuan"


"Sudah ku bilang...aku bukannnn(Tiba tiba di peluk permaisuri)"


"Ibu......."


"dia langsung....menurut...Damar...kaisar dia tertidur seperti nya dia kelelahan...ini aneh....dia tidak pernah mau ku peluk"


"Bawa dia kekamar nya biarkan dia istirahat"


"Siap yang mulia Raja"


"Suami ku...apakah itu benar putri kita Damar"


"Aku tidak yakin...Damar benar benar lemah dalam bela diri...tetapi hari ini dia menghabisi beberapa Prajurit hingga tewas dari yang kulihat serangan nya langsung ke arah vital yang mulia raja"


"Apa jangan jangan kita memang salah menangkap orang"


Saat Tengah Malam


"Hah....seperti nya aku terlalu terbius oleh perpuan tadi...aku harus pergi"


Saat di atas atap


"Hoho siapa ini Damar...atau orang lain"


"Kau....katakan kepada ku siapa kau...kau mirip sekali dengan putri Damar"


"Pangeran kau terlalu banyak bicara..."


"Oh...galak sekali...suatu hari nanti kita akan bertemu lagi...kali ini ku biar kan kau pergi calon istri ku"


"Hmp..."


Saram pun pergi meninggalkan istana...tetapi dia masih belum tau bahwa Raja,Permaisuri dan putri yang dia temui hari ini adalah keluarga nya sendiri.


"Humpp...hump....."


"Suuuttthhh"


"Kakak..."


"Shut...kita harus mengembalikan putri ini apa kau punya obat bius?"


"Ini...gunakan lah"


Saram dan Munji mengembalikan putri Damar ke Istana,lalu meninggalkan nya di kamar nya mereka pun melarilan diri dari kejaran pangeran Hans karena dia sangat menginginkan putri Saram.

__ADS_1


__ADS_2