Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Penjelasan


__ADS_3

"Munji...aku akan ke istana Raja Dami hari ini aku akan menyelidiki kasusu ku di sana"


"baiklah hati hati di sana jangan lepaa kan cadar mu jika orang bertanya katakan saja wajah mu cacat dan teluka"


"ehm baiklah"


Kerajaan Raja Yusin


"Baiklah kaisar...hamba izin pamit dulu"


"Baiklah Putri Damar...terimakasih karena sudah menjenguk pangeran hari ini"


"ehmmm..."


Beberapa Saat Kemudia


"Apa maksud perkataan ayah tadi"


"Yang mana nya?"


"Kau bilang putri Damar baru hari ini saja dia menemui ku!"


"Tentu saja...orang yang menjaga mu,Merawat mu,mMengobati mu,bahkan bertaruh nyawa untuk mu adalah Nona Saram...dia jauh jauh pergi ke Gunung Suci demi menemukan teratai ungu untuk pengobatan mu"


"Apa....berarti tadi aku salah mengenali orang!!!"


"kau tenang kan dulu pikiran mu dan istirahat lah...Saram bilang kau harus istirahat lagi luka di tubuh mu sudah sembuh tetapi otot tubuh mu masih lemah"


"Baik ayah"


"Aku pergi dulu"


"Ehmm..."


*Ingatan Pangera Hans


"Pangeran Hans nama ku bukan Damar nama ku saram"


"Kau jangan bercanda dengan ku...."


"kau terlalu banyak bicara*"


"Aku ingat hari di masa kecil kami...dia juga mengatakan hal yang sama...dia bilang dia bukan Damar tetapi dia Saram aku harus bergegas dan minta maaf kepada nya"


Istana Raja Dami


"Salam Putri kau sudah kembali...kau mau makan sesuatu"


"AKU TIDAK MAU PERGI"


"Baiklah tuan putri"


"Heh....Ternyata tuan putri kita yang lembut begitu kasar...aku harus memasuki istana ini bagaimana oun cara nya,Ahaaaa....pelayan itu bisa ku manfaatkan"


Saram Mencuri pakaian si pelayan dan menukar nya dengan pakai an nya untuk sementara waktu dia juga menempatkan pelayan itu di tempat yang aman di dunia spiritual nya.


"Dengan begini aku sudah bisa menyamar"


"PELAYAN BERSIHKAN KAMAR KU,PELAYAN BERSIHKAN PAKAIAN KU,PELAYAN BERSIHKAN KAMAR MANDI KU PELAYAN PIJATI BADAN KU"


"Jujur saja aku tidak mau melakukan hal kotor seperti itu aku harus mencari ruangan Raja Dami terlebih dahulu"


Saat Saram Berjalan jalan dia mendengar suara yang mirip dengan pangeran Hans


"Suara Ini mengapa mirip sekali dengan Pangeran Hans"


"Yang Mulia Raja Dami"


"Pangeran Hans bukan kah kau sakit"


"Aku sudah sembuh,aku di rawat oleh teman ku"


"Apakah teman mu orang yang handal"


"Ehm..mereka kakak beradik mereka sangat kuat"


"Seperti nya kita bisa merekrut mereka untuk kerja sama melawan Raja Yujin"


"Hah jadi mereka merencanakan perang"


"Ouh iya siapa nama teman mu"


"Nama adik nya Munji dan nama kaka nya Saram"


"Saram....dia...di mana dia sekarang"


"saat aku berkunjung ke rumah nya adik nya bilang dia pergi ke istana mu"

__ADS_1


"hah..Munjin pasti kelepasan saat bicara"


"Siapa di sana...prajurit kejar orang itu"


"Aku harus bersembunyi dan menukar pakaian dengan pelayan tadi"


Saram terpaksa mengeluarkan ilmu spiritual nya karena terdesak Raja Dami pun semakin bisa menemulam nya karena dapat merasakan Aura spiritual Saram.


"Dia menghilang dengan kekuatan sipiritual nya,tetapi aroma spiritual nya begitu mirip dengan ku apakah dia... Hans Orang yang kau temani seperti nya akan bermusuhan dengan kita dia pasti sudah mendengarkan percakapan kita tadi"


"Aku tidak yakin dengan ucapan mu Raja Dami,dia orang yang baik"


"Tidak"


"Lalu kenapa dia menyelamat kan ku dan berani pergi ke gunung suci"


"Apa kau pernah mendengar nyawa seseorang lebih berharga dari apa pun"


"ehm..."


"mungkin dia menolong mu karena ayah mu meminta nya"


Di sisi lain


"Hai nona pelayan...terimakasih karena sudah meminjamkan aku baju,ambilah ini sebagai ganti rugi karena aku juga membuay mu pingsan"


"Terimakasih"


"Tolong simpan rahasia ini ok"


"baiklah"


Di isatana Raja Dami


"Tetapi kenapa anda sangat terkejut dengan nama Saram???"


"Aku takut saja kematian ku akan datang begitu cepat sebelum aku membalas dendam terhadap Munji"


"Tenang saja aku akan membantu mu"


"Ku harap begitu...aku harap juga kau tidak jatuh cinta dengan si saram itu"


"Masalah cinta kita tidak tau tuan,Ya...karena hamba tidak menemuka diri nya di sini hamba akan pergi dulu terimakasih atas jamuan nya"


"ehmmm..."


Saat Pangeran Hans menuju pulang dia melalui taman istana Raja Dami di sana Putri Damar sedang memetik bunga teratai dan tercebur ke dalam kolom yang cukup dalam sedang kan dia tidak bisa berenang Pangeran Hans yang melihat langsung menolong nya.


"To.. lo..ng..aku....tidak...bisa..berenang"


"Putri Damar..."


BUAAARRR....(suara berjebur)


Pangeran Hans dengan cepat mengangkat Putri Damar ke permukaan dan meminta pelayan mengambilkan handuk untuk menutupi putri yang sedang kedinginan.


"Apa kau tidak apa apa???ada yang terluka?"


"tidak ada...aku hanya takut"


Putri Damar merasakan kehangatan dalam tubuh Pangeran Hans saat memeluk nya,jantung Putri Damar berdegup kencang.


"Putri Damar lepas kan aku jika sepupu ku melihat dia akan marah,kalian akam menikah bukan!"


"Maaf kan aku...."


"Kalau begitu aku pulang dulu"


Saram melihat kejadian Hans menyelamatkan putri Damar dia merasakan sakit hati yang mendalam,dan saat pangeran Hans akan pulang Saram pun juga bergegas pulang.


"Munjiii...."


"Kakak...kau sudah pulang...maaf kan aku karena sudah kelepasan mengatakan nya kepada pangeran Hans"


"Tidak apa apa,aku ingin mengantar pesan kepada ayah sebentar"


"Baillah kak..."


Saram mengirimkan berita penyerangan kepada Raja Munji melalui kekuatan Spiritual nya dengan cepat juga Raja Munji menerima pesan nya.


"*Putri ku bertahan lah beberapa saat lagi cari terus informasi yang penting jika sudah terdesak maka pulang lah"


"Baik ayah...aku akhiri dulu pembicaraan ini*"


"Munjiiii...."


"Hah...pangeran Hans ada di luar"

__ADS_1


"hei munji kau bilang kaka mu ada.di istana Raja Dami!!!tetapi aku tidak menemukan nya!"


"Seperti nya kau salah dengar,aku nilang kakak ku sedang mengantar kan teh ke sekitar kerajaa Raja Dami"


"Mana bukti nya???"


"Apa kah saya bisa menjadi bukti nya Pangeran Hans"


"Saram....."


"Sebelum itu pangeran...kenapa kai malah basah kuyup???" Tanya munji


"Ouhhh...aku menyelamatkan putri damar yang tercebur ke kolom teratai"


"Ouhhh begitu kah...."


"Pangeran kau akan masuk angin ikut lah dengan ku ke atas untuk berganti pakaian kakek mu menyimpan beberapa pakai an mu di sini"


"Benarkah..."


"Ehmmm..."


"Kakak...aku akan pergi dulu keluar cukup lama untuk membeli persediaan teh"


"Baiklah hati hati"


"ehmmm..."


"Ayo pangeran"


Saat Di ruangan atas


"Ini pakaian mu pangeran... Aku akan turun ke bawah dan membuat kan mu teh"


"Ehm baiklah....Tak sungka kakek menyimpan pakaian ini di sini dan sekarang aku hanya berdua di kedai teh yang sudah tutup ini bersama saram aku jadi gugup!!!" cetus pangeran dalam hati


"Pangeran ini teh anda"


"Terimakasih...kau bisa memanggil ku Hans saat kita sedang berdua seperti ini"


"Baiklah Ha...Hans"


"Saram terimakasih karena sudah menyelamat kan nyawa ku untuk ke tiga kali nya...maaf jika aku salah mengenali wajah mu"


Saram yang mendengar penjelasan dari pangeran Hans langsung merasa bahagia dan sakit saat dia melihat pangeran hans bersama putri damar langsung hilang.


"Tidak apa apa pangeran,anggap saja itu sebagai hump...."


Pangeran Hans tidak tahan melihat kecantikan Putri Saram dia langsung mencium putri Saram,padahal dia takut jika ciuman nya di tolak...tetapi saram pun membalas nya dengan lembut.


"Sarammmm...."


"Hans....."


"Saram...Menikah lah dengan ku...bukan kah daat kecil kita berjanji akan menikah"


"Ehmm....apa kau serius dengan perkataan mu"


"Tentu saja..."


Tiba tiba terlintas oleh Saram Tentang penyerangan yang Akan di lakukan oleh pangeran hans dan Raja Dami.


"Maaf aku tidak bisa"


"Kenapaaa...katakan kepada ku dengan jujur...aku tidak akan menyakiti mu"


"Aku aki sebenarnya bukan orang biasa...aku seorang putri yang mencari sebuah kebenaran tentang ayah ku"


"Siapa kau..."


"Aku putri Saram...Putri angkat dari musuh mu dan Putri kandung dari teman mu"


"Apa maksud mu Saram???"


"Aku putri angkat dari Raja Munji dan putri Kandung dari Raja Dami...aku putri yang dia buang...waaaaa....aaaa.."


Seketika Saram yang terlihat tangguh di hadapan pangeran Hans langsung menangis.


"Saram...aku akan mencintai mu...aku akan berhenti berteman dengan Raja Dami dan akan bergabung dengan Raja Munji demi diri mu"


Hans memeluk dengan kuat tubuh Saram.


"Jadi sarammm,Hump..."Mencium bibir Saram.


"Ehmm....."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2