Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Berkhianat Atau Ikut Dengan Ku


__ADS_3

Saram bertarung melawan para prajurit dia bahkan melawan pangeran Hans.


"Jangan bergerak Tuan putri Saram...atau adik mu akan mati"


"Kaka..tolong aku"


"Damar dengar kan aku...jangan.pernah buka mata mu untuk saat ini"


"ehm.."


Dengan kecepatan tinggi Saram merebut Damar dari tangan Hans,bahkan sebenarnya pangeran Hans sengaja melemahkan pegangan nya agar putri Damar terlepas.


"Semua Prajurit mu sudah mati terbantai...jika kau ingin membuat ku bergabung dengan mu aku tetap tidak akan sudih walau kau ayah kandung ku,aku akan melawan mu di medan perang nanti dan meratakan semua pasukan mu termasuk kau pangeran Hans"


"Saram....."


Saram langsung menggendong putri Damar dan pergi dengam cepat tanpa pengejeran.


"Apakah hamba harus mengejar nya"


"Tidak usah Pangeran Hans,oh iya masalah Kakek mu aku sudah membebas kan nya dia sedang di istana kalian menunggu hahahahahaha"

__ADS_1


Saat mendengar itu pangeran Hans dan Raja Yusin langsung bergegas meninggalkan tempat dan pergi ke istana.Saat tiba di istana mereka begitu lege melihat keluarga satu satu nya masih bisa bertahan dan memberikan senyum.


"Kakek...apa kau tidak apa apa"


"Tidak apa apa...tadi saat aku di antar ke sini Saram juga datang"


"Benarkah dimana dia Ayah"


"Dia langsung pergi di membeeilan mu lecana ini,bukan kah ini lecana permaisuri"


"Ehmm...aku tidak tau harus bagaimana...dia sudah menyelamatkan nyawa putra ku dan putra ku mencintai nya tetapi kami harus mengkhianati nya ayah...."


"Kalian...kenapa kalian memgkhianati nya,jika aku seperti mu aku akanenemui ayah mu dan meminta maaf lalu menjelaskan nya.Walau aku terbunuh...aku tidak masalah Saram...dia anak yang baik wakau selama ini dia menybunyikan identitas nya...kau tau hans saat dia pergi dari sini dia datang kepada ku dia menceritakan kau akan membawa nya sebagai pengantin suatu hari nanti dia tersenyum sangat manis...itu pertama kali nya aku melihat senyum nya"


"Apa kau bilang"


"Kek...aku lelah...aku hanya berpura pura saja dia saja yang terlalu menanggapi,aku mau ke kamar dulu"


Hans meninggalkan pembicaraan dan bergegas masuk ke kamar,saat di kamar pun Hans mengamuk dan memecahkan perabotan di kamar nya dia memukul tangan nya kedimding hingga berdarah.


Lalu datang seorang perempuan dan memegang tangan nya .

__ADS_1


"Jangan lakukan lagi,darah mu sudah cukup banyak keluar nanti kau bisa sakit"


"Jangan sentuh aku,siapa kau???"


"Apa kau benar benar akam berkhianat kepada ku,aku akan memberikan mu kesempatan sekali lagi jika kau benar benar mencintai ku ikut lah sekarang juga dengan ku...aku akan menyelamatkan ayah dan kakek mu juga"


"Sebenarnya kau ini sii...aaapaa...Saram"


"Pangeran Hans..."


"Sarammm.....waaaaa...aaaa...aaa...Tolong maaf kan aku...,aku tidak bermaksud menghianati mu"


Pangeran Hans menangis tersedu sedu sambil memeluk putri Saram.


"Aku tau kau tidak akam bekhianat kau hanya terpaksa saja,ayo ikut lah dengan ku...aku dan ayah ku akan melindungi kalian"


"Aku akam manggil ayah dan berbicara dengan nya sekarang"


"Tidak perlu aku sudah mendengar nya,Saram ayo...kita pergi aku akan membawa ayah ku juga"


"Tidak apa apa...ayo pakai lah jubah hitam nya untuk pelarian diri,jika ada prajurit yang melihat lalu menyerang...tolong aku membawa Damar,dia masih dalam ke adaan pingsan sekarang ayo kiya bergegas"

__ADS_1


"Ehmmm"


__ADS_2