
"Saram kau ingin kemana...kau baru saja kembali"
"Aku harus menjemput adik ku...aku takut terjadi sesuatu kepada nya,ayah tolong jaga ibu ku untuk sementara"
"Saram..."
"Ayah jangan hentikan aku"
"Aku tidak akan menghentikan diri mu untuk mencari tau kebenaran tentang diri mu,pesan ku hanya satu jaga lah diri mu dan kembali lah hidup hidup"
"Aku akan ingat itu ayah tanpa kau minta pun,aku pergi"
"Saram...dari kecil kau tidak pernah menyerah"
Perjalanan yang dilalui membutuhkan waktu 2 hari di tembus dalam waktu 1 hari oleh saram dia bahkan tanpa istirahat dan terus berlari.
"Aku lelah sekali"
"Ini minum lah..."
"Terimakasih...Tuan...kauu..pangeran Hans kau"
"Aku akan membantu mu membawa Damar dari desa ini"
"Hey anak muda kalian bersenang senang sendiri tetapi melupakan ku"
"Suara ini...Ayahhh kau disini"
"Saram menikah lah dengan Hans,aku akan meninggalkan istana dan seluruh harta ku di sini..."
Dalam sementara waktu Saram merasa terkejut karena baru pertama kali dia menemui seseorang yang rela meninggalkan semua nya demi diri nya.
"Baiklah tetapi sebelum itu,bantu aku membawa Damar pergi"
"Baiklah..."
Dibalik baik hati nya Raja Yusin dan Pangeran Hans akan ada suatu penghianatan yang begitu menyakiti hati Saram di suatu hari nanti.
Kerajaan Raja Dami
__ADS_1
"Aku tidak peduli kalian cari permaisuri hingga dapat mau dia hidup atau mati"
"Baik Kaisar"
"Salam Ayahanda...aku izin pamit aku ingin ketempat perdana mentri untuk bertemu dengan Mo Zhi"
"Silahkan"
Diam diam Saram mengikuti putri Damar di giringi dengan pangeran Hans dan Ayah nya Raja Yusin.Saat sampaijdi kediaman Mo Zhi begitu terkejut nya putri Damar dia mendengar suara seorang perempuan di kamar Mo Zhi.
"Ah...pangeran Mo Zhi nanti jika ketahuan oleh putri Damar bagaimana???"
"Dia itu putri yang bodoh buta akan cinta,aku akan bermain dengan nya saja dan akan menjadi kan nya selir tetapi kau lah yang akan menjadi permaisuri di kediaman ku"
"TIDAK PERLU!!!! Aku tidak perlu lagi menjadi selir mu cukup calon permaisuri mu itu yang menjadi istri mu"
"Akhir nya kau sadar saudari ku"
"Shumii....kau adalah adik tiri ku anak dari selir ayah ku mengapa...mengapa kau tega merebut kebahagiaan ku!!!"
"Kau tau aku iri melihat mu hidup sebagai putri jadi aku akan berbuat sekuat tenaga untuk merebut kebahagian mu"
"Kalian begitu jahat!!!Katakan kepada ku pangeran Mo Zhi...apa kurang nya akuuu"
"Jadi selama ini...apa yang kau lakukan kepada ku itu hanya sandiwara???"
"Yaa...akhir nya orang bodoh seperri mu pintar juga"
"Hahaha....Iya yah aku baru sadar...anak perdana mentri rendahan seperti kau hanya cocok untuk anak selir raja yang busuk ini"
"Kauu,aku akan memenggal kepala mu.itu yaaa"
KALANNKKKK
"Siapa...kau"
"Jangan Sentuh Saudara ku..."
"Wah wah wah...siapa ini???Pahlawan dari mana ini???"
__ADS_1
"Kau...Saramm...."
"Damar...."
"Saram.....aaaaaa...aaaaa....aaaaaa..."
"Shuhhh...tak usah menangis..."
SHING....(suara pedang)
"Kau tidak bisa lari Putri Saram..."
"Apa maksud mu pangeran Hans dan apa maksud anda Raja Yusin"
"Sayang sekali aku harus berbohong tadi aku sebenarnya tidak akan menikahi mu"
"Kau...."
"Kami sudah setia dengan Raja Dami putri Saram..."
"Ouh iya putri saram..sama seperti yang kau katakan,jika kau menjadi diri ku maka aku akan meninggalkan kekasih ku...dan aku mengikuti jalan mu"
"Ternyata memang benar firsat ku selama ini,ada yang tidak beres dengan kalian berdua ternyata kalian menjebak ku disini"
"Maaf kan aku saram...aku terpaksa melakukan ini aku benar benar mencintai mu tetapi jika aku tidak melakukan ini kake ku akan berakhir mengenaskan" gumam pangeran hans dalam hati
"wah wah...putri putri ku berkumpul disini..."Raja Dami tiba tiba saja datang dan menyambut kedua putri mereka dengan keremehan.
"Kau......"
"Tenang lah saram...aku tidak akan membunuh mu...jika kau mau berhabung dengan ku untuk melawan Raja Yujin"
"HAH CUIH!!! aku tidak sudi bergabung dengan orang yang lebih rendah dari pada Anjing"
"Kauuuu prajurit serang dia".
"Saram ikut dengan ku maka kau akan bertemu ibu"
"ehmmm"
__ADS_1
"Tutup mata mu dan pikirkan hal yang paling membahagiakan di dunia ini"
"Baiklah..."