Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Persaudaraan


__ADS_3

Istana Raja Yujin


"Ahh..kepala ku sakit"


"Permaisuri Seiyon...jangan bergerak luka mu belum sembuh"


"Kau bukan kah...kau tabin di istana ku yang melarikan diri,kenapa kau bisa ada di sini dan di mana aku???"


"Iya kau benar aku tabib istana mu yang melarikan diri...dan kai sekarang ada di istana ku,sekarang istirahat lah disini kau harus menyembuhkan luka mu"


"Aku tidak bisa beristirahat..aku aku harus menemui Damar putri ku tersayang"


"Kau tidak usah khawatir putri mu yang lain nya sudah menjemputnya tunggu lah disini"


"Putri ku yang lain nya...Tolong ceritakan kepada ku"


"Aku merawat putri mu yang ku beri nama Saram aku pernah membawa nya ke istana mu waktu itu,aku melarikan diri karena aku mendengarkan percakapan bahwa anak yang ku bawa adalah putri kalian dan Raja Dami ingin menghabisi nya...Aku yakin permaisuri masih ingat kejadian 10 tahun silam di mana Raja Dami Menyerang kerajaan ku,aku bersusah payah menyembunyikan putri daru Suami mu itu,dan hingga umur nya 17 tahun aku memberitahu nya tentang kebenaraan orang tua kandung nya...mungkin sekarang dia dalam perjalanan pulang"


"Putri ku.....aaaaa....aaaa....aaaa...."


"Hah hah hah"


"Ada apa terburu buru"


"Kaisar...Putri Saram datang dengan 1 orang perempuan dan 2 laki laki yang mengikuti nya"


"Benarkah..."


"Tabib tolong bawa aku kepada mereka"


"Kau masih tidak bileh bergerak...aku akan menyuruh mereka untuk menemui mu"


"Aku mohon cepat"


"Baik lah"


Di luar Istana

__ADS_1


"Saram...."


"Ayah..."


"Apa kau baik baik saja...apa ada yang sakit??"


"Tidak ada Ayah,tolong aku siapkan kamar buat putri Damar"


"Baik Tuan Putri"


"Ayah...mereka adalah Raja Yusin,Kakek dan Pangeran Hans dan Mereka orang yang baik,mereka meninggalkan semua nya untuk bergabung dengan kita melawan Raja Dami"


"Benarkah"


"Ya selama di desa Raja Dami mereka lah yang menolong ku"


"Kalian benar benar orang yang baik,ayo ikut aku biar kan kalian beristirahat,Saram Jangan lupa temui ibu mu"


"Baik Ayah"


Disisi Lain di Kerajaaan Raja Dami begitu Marah Besar dengan melarikan dirinya Raja Yusin dan Berkhianat kepada sekutu.


"Permisi"


"Kau...."


"Aku adalah Saram...Aku juga salah satu putri mu"


"Saram....aaa...aaa...aaa...aaa"


"Ibu sudah jangan menangis"


"Begitu teganya suami ku memisahkan ku dari putri ku dan dari saudara nya...."


"Ibu sekarang tidak usah khawatir aku akan menjaga kalian berdua apa pun yang terjadi"


"Bagaimana ibu harus menebus dosa dosa ibu"

__ADS_1


"Ehmm...ibu ku tidak bersalah...ibu ku justru orang yang hebat yang mau melahir kan diri ku,jika ibu sudah baikan aku akan membawa ibu ke suatu tempat"


"Kemana???"


"Itu Rahasia...kalau begitu aku harus ketempat Damar bu"


"Baiklah"


Saram Pergi kekamar Damar dan merawat nya sepenuh hati,dia selalu mengganti kompres agar demam Damar Turun pangeran Hans selalu memperhatikan Saram dan cinta nya kepada Saram terus bertambah setiap waktu.


"Ehmmmmm"


"Pelayan siapkan makanan Damar sudah Sadar"


"Dimana aku???"


"Kau sedang di istana ayah angkat ku,apa kau mau sesuatu?"


"Aku Haus aku ingin minum"


"Baiklah tunggu sebentar"


"Ehm.."


"Minumlahh"


"Kau Sa...Ram"


"Ya.....Saram...istirahat lah lagi..nanti aku akan membawa mu kepada ibu mu"


"Apakah ibu ku baik baik saja???"


"Ya...dia sedang di Rawat"


"Syukur lah...terimakasih karrna sudah menyelamatkan ku"


"Sama sama,kau jangan lupa makan aku akan menjenguk mu lagi"

__ADS_1


"Ehm..."


__ADS_2