
Waktu sudah begitu lama berjalan kini Saram Hanya fokus untuk melakukan persiapan untuk menyerah Ayah kandung nya sendiri.
Saram juga mengajari Damar untuk berlatih pedang,berkuda,memanah dan lain lain bahkan kehidupan mereka semakin tentram.
Dan pangeran Hans tambah jatuh cinta dengan Saram.
"Pangeran Hans,Damar apa kalian mau ikut aku berburu"
"Ouh...seperti nya menyenang kan ayo kita pergi"
"Baiklah aku ikut kalian!!!Sahut Pangeran Hans"
Saat di hutan benar benar hal yang menyenang kan bagi tuan putri Damar karena bersama dengan pangeran Hans dia mulai jatuh cinta padahal dia tahu bahwa kaka nya Putri Saram mencintai pangeran Hans dan pangeran Hans juga mencintai nya.
Hingga suatu kejadian mereka mengejar sebuah rusa yang akan lari dari cengkraman mereka karena terlalu gegabah,Putri Damar dan Pangeran Hans terjatuh dari jurang yang lumayan tinggi.
"Damar......!!!!Teriak putri Saram!!!Aiu harus cepat turun kebawah dan menyelamatkan mereka"
"Ahhhh kepala ku sakit"
"Putri Damar...apa kau tidak apa apa?
"Aku merasa kaki ku terkilir!!!"
"Di bagian mana nya...sini biar ku obati kebetulan aku membawa obat"
"Disini!!!Menujuk kepergelangan kaki"
"Apa ada lagi yang sakit?"
"Ada...."
"Dimana?"
"Di sini"Menunjuk ke bagian hati
"Apa Maksud nya Tuan putri Damar...?"
"Hans...aku mencintai mu...aku cemburu saat melihat kau dengan putri Saram...padahal kami sama tetapi kenapa kau lebih memilih dia?"
Saat Damar berbicara seperti itu Saram sedang di balik pohon mendengarkan nya.
"Kalian hanya wajah saja yang sama"
"Aku bahkan sudah mengikuti sifat kaka ku,pakaian semua nya kami sama tetapi kenapa kamu tetap ingin bersama diri nya???"
Saram yang mendengar perkataan itu pun kehilangan nafsu untuk membantu mereka berdua dan meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Itu lah kau putri Damar...Kau tidak mau menerima diri mu sendiri...aku menyukai Saram karena dia bisa menerima diri nya apa ada nya,sekarang ayo naik ke pundak ku aku akan membawa mu ke istana"
"Ehmmm...."
Saram yang merasakan sakit hati mendalam pergi ke air tejun dia merenung dan menangis dia serasa ingin mengamuk.
Dan Saat pangeran Hans dan Putri Damar tiba mereka tidak menemukam Saram di mana pun bahkan Raja Yujin tidak menemukan nya.
"Di mana Saram Raja Yujin?"
"Dia belum pulang dari tadi pangeran...apa kalian tidak bertemu dengan nya"
"Kami tidak bertemu...ouh iya pelayan tolong rawat Putri Damar kaki nya terkilir"
"Baik pangeran"
"Kalau begitu aku pergi dulu aku akan mencari Saram"
Di air terjun
"Aaaaaaaaaa....aaaaaa.....aaa......"
Saram mengamuk sampai tak sadar kan diri bahkan sampai kekuatan spiritual nya menutupi seluruh desa kemarahan nya tidak terbendung lagi sampai bisa di rasa kan oleh Raja Yujin.
Raja Yujin pun langsung menuju titik di mana Saram berada.
"Kemana???"
"Ke tempat Saram,Aku tau di mana dia"
Saat Raja Yujin datanhg bersama Pangeran Hans...mereka melihat di sekitar Air terjun banyak pohon yang tumbang dan bebatuan besar yang terbelah.
"Apa yang terjad Raja Yujin???Temapat ini begitu berantakan"
"Ini akibay dari Saram dari kecil jika fia tidak dapat mengendali kan ilmu spiritual nya dan di kuasai marah dia akan mengamuk dan menghancurkan segala nya"
"Sekarang di mana dia"
"Seperti biasa jika dia selesai mengamuk dia akan mencari air untuk mendingin kan tubuh nya,ayo...."
"Ehmmm"
"Sarammm... "
Terlihat Saram yang sedang mengambang di Air bahkan air yang dingin pun seperti air panas hanya karena efek dari suhu tubuh saram.
"Ayah... "
__ADS_1
"Saram..kau kenapa"
Tanpa suara Saram langsung bangun dari air dan berjalan pergi bahkan dia tidak memberikan Ekspresi sedikit pun kepada Raja Yujin dan Pangeran Hans.
"Kenapa dia???"
"Aku tidak tau pangeran,ayo kita ikuti saja dia"
Bahkan saat tiba di istana Saram langsung pergi mengganti pakaian nya.
"Saram kenapa kau basah Kuyup apakah terjadi sesuatu"
"Pergi dari hadapan ku...pelayan ambilkan pakaian ku"
"Saram apa yang terjadi pada mu???Aku saudara mu"
"KU BILANG PERGI"
"Baiklah..maafkan aku"
"Pelayan ikat Rambut ku ambilkan pedang ku"
"Ini Tuan Putri"
"Rambut anda sudah kami ikat"
Saram berlatih pedang di Arena Suci Istana,Disana Raja Yujin dan pangera. Hans memperhatikan diri nya,dia benar benar mengamuk bahkan Seorang prajurit biasa ingin dia bunuh tetapi Raja Yujin menghentikan nya.
"Berhenti"
"Mengapa Ayah menghalangi ku,dia hanya prajurit biasa dia berhak untuk mati"
"Aku bilang berhenti...jika kau seperti ini terus aku akan menghukum mu"
"Pergi dari hadapan ku sebelum leher mu terpenggal di sini"
"Ba...ba...baik.."
Setelah pelauan itu pergi Putri Saram melawan Raja Yujin tanpa henti dia bahkan seperti berniat membunuh Raja Yujin,Karena Raja Yujin kelelahan melawan Saram yang bukan diri nya pada saat itu langsung memberikan pukulan yang keras dan mengunci titip saraf nya hingga dia pingsan.
"Yang Mulia Raja apakah tidak apa apa?"
"Sekarang dia di rasuki Amarah nya,aku akan merawat nya"
"Apa perlu bantuan ku?"
"Tidak usah...dia harus mendapatkan ketenangan Pangeran Hans"
__ADS_1