
"Ehhhh...."
"Saram...putri ku"
"Ayahhh"
"Jangan bergerak nanti kau akan jatuh sakit lagi!!! sekarang begitu sulit mencari obat buatu saram"
"Ayah terimakasih karna sudah menghabiskan waktu mu untuk menhobati ku"
"Tidak apa apa saram...karena mu juga aku masih bisa bertahan hidup sampI sekarang...eehhh!!!kau mau kemana?"
"Aku ingin menemui ibu Ratu"
"Kau masih sakit saram!!!"
"Tidak apa apa,aku ingin memngajak ibu untuk pergi ke suatu tempat yang pernah ayah tunjukan kepada ku waktu kecil"
"Apa kai berniat membawan Ratu Seiyon kemakan selir Yuan?"
"Iya ayah...ku dengae selir Yuan adakah orang yang di selamatakan Ibu Ratu Seiyon dan dia begitu setia,tetapi Ayahanda Dami bilang Selir Yuan melarikan diri dan berselingkuh"
"Aku sudah tidak bisa menghentikan mu seperti dulu lagi,setidak nya ambil lah obat ini untuk berjaga jaga setelah inj aku juga akam pergi ke ruang baca ku"
"Terimakasih ayah,kalau begitu aku permisi"
Saram pergi dari tempat perobatan nya saat masuk ke istana utama Saram melihat para pangeran sedang berkumpul.
"Kaka sepupu"
"Munji..."
"Kaka....lihat lah para pangerang sedang berkumpul"
"Ada acara apa ini...mereka ingin melakukan lamaran buat adik mu putri Damar"
"Hahhhh"
Saat saram berbincang bincang dengan Munji tiba tiba seorang pangeran dari dinasti Ming memperhatikan nya dan tidak sengaja terjadi kontak mata dengan Saram.
"Ehmmm...Jiiii"
__ADS_1
"Ada apa tuan?"
"Siapa perempaun itu?"
"Ehmm dia seperti putri Damar...tunggu aku membawa lukisan nya,cona lihat ini pangeran"
"Ahhh kau benar mereka sangat mirip"
Disisi lain
"Ehmm...Munji ayo kita pergi,temani aku menemui Ibunda Ratu Seiyon"
"Baiklah kak...,Ayo"
"Ehmmm..."
"Perempuan yang menarik,Ji...ikuti perempuan itu"
"Baik Pangeran"
Di ruang baca Yang Mulia Raja,Pangeran Kei begitu marah kepada nya.
"Ayahhhh....kenapaaa kau membuat acara lamaran buat putri Damar?"
"Ayahhhhh...."
"Kei...masih banyak tuan putri yang antri untuk menjadi permaisuri mu"
"Aaarrrgggghh,Aku benci ayah...ayah selalu saja mementingkan kehidupan Saram...sedang kan aku,aku anak kandung mu tidak pernah kau perhatikan sedikit pun"
Saram mendengar percakapan antara Raja Yujin dan Pengeran Kei dia pin masuk agar semua nya tidak terjadi salah paham.
Tok!!!Tok!!!Tok!!!
"Masuk"
"Salam kepada Kaisar"
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku hanya ingin meluruskan kezalah pahaman ini saja...Yang Mulia tidak apa apa jika adik ku menjadi permaisuri nya pangeran Kei karena kami hanya saudara Angkat"
__ADS_1
"Apa yang ingin kau rencana kan???"
"Begini saja kaisar Kau sudah mengundang banyak pangeran mereka juga sangat berpartisi pasi untuk ini...maka Pangeran kei kau juga harus ikut berperan di dalam sini...kau juga harus melewati rintangan rintangan yang kami berikan untuk memdapatkan putri Damar"
"Baiklah...jika itu bisa mendapatkan Damar aku akan melakukan nya"
Saram pun menatap Raja Yujin untuk mengisyarat kan agar tenang
"Ayah aku permisi,aku belum menemui ibu ratu"
"Ehm"
Ruangan ibu Ratu Seiyon
"Ibuuu aku aku tidak ingin menikah dengan para pangeran itu waaa"
"Aku tidak bisa menentang perintah Raja"
"Ibu aku mencintai pangeran Hans...waaaa"
"Kau tau dia adalah kekasih kakak mu"
"Ibu"
"DAMAR...Jangan menjadi perempuan murahan kau berkata kau akan menjadi Ratu apakah kau akan menghancurkan mimpi mu sendiri dan menjadi selir??"
"Ibu....!!!Langsung Pergi"
"Salam Ibunda Ratu"
"Saram....Sejak kapan kau???"
"Sejak tadi"
"Aku mohon relakan aku untuk bersama pangeran Hans"
"Aku dengan berat hati tidak mengizin kan mu bersama pangeran Hans"
"Saram....aku adalah saudara mu"
"Kita memang saudara tetapi ada satu hal yang tidak bisa ku beri untuk saudara ku putri Damar"
__ADS_1
"Kauuu....waaaaa"