Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Kebenaran


__ADS_3

"Hans...aku rasa kau terlalu mengambil tindakan yang gegabah...sebelum menikah dengan ku pikirkan lah kembali apa dampak jika ayah mu tau kau akan menikahi anak musuh"


"Aku tetap akan menikahi mu,karena kamu aku sudah terhindar dari maut"


"Aku juga mencintai mu Hans...tetapi harus bagaimana lagi kita di takdir kan untuk saling bermusuhan...jika aku jadi diri mu aku akan meninggalkan kekasih ku Hans"


"Kau...kenapa kau tiba tiba dingin kepada ku seperti ini Saram...dan kau jelas jelas kau sudah tau kau adalah anak dari Raja Dami...tetapi kenapa kau masih menyamar...jika kau mau aku akan membantu mu membalas dendam"


"Dendam ku hanya akam di balas oleh ku...aku juga menyamar untuk lebih memastikan kalau aku bemar benar anak Raja Dami"


"Saram akh mohon menikah lah dengan ku!!!"


"Tentu kan pilihan mu...jika kau ingin menikah dengan ku datang lah ketanah Surya dan temui Raja Yujin ayah angkat ku dan tinggal kan semua kenangan dan harta yang ada di sini"


"Saram...aku akan membuktikam kepada mu bahwa aku akan membawa mu sebagai pengantin ku"


"Aku tunggu kedatangan mu"


"Kaka...."


"Munji...ayo kita bersiap kita harus pergi dari sini,kita akan meminta maaf kepada kakek setelah selesai berkemas"


"Apa...."


"Aku Harap Kalian tidak apa apa saat pulang nanti aku pergi"


"Kak...apa yang terjadi dengan pangeran???"


"Aku tidak tau...ayo kita berkemas"


"Baiklah..."


Istana Raja Dami


Di istana Raja Dami Permaisuri tiba tiba berkunjung ke kamar Almarhum selir Yuan,dilihat nya lukisan selir Yuan yang begitu cantik dan elok semu perhiasan yang indah dan pakaian yang masih tetata rapi.


"Dik...kata Tuan ku...kau melarikan diri dari istana dengan pria lain,tetapi aku melihat wajah mu begitu cantik dan tetap sopan dari balik lukisan ini...aku merindukan mu kemana kah kamj sebenarnya"


Perlahan demi perlahan Permaisuri Seiyon menyusuri kamar selir Yuan dan saat dia membuka kotak perhiasan ada sebuah surat yang bahkan masih terjaga utuh di tulisan nya surat itu berisi tentang permaisuri Seiyon yang melahirkan bayi kembar.


"Maaf kan Aku permaisuri Seiyon aku harus meninggalkan istana demi menyelamatkan putri mu,jujur putri mu dua dua nya sangat cantik demi balas budi ku kepada mu aku akan menyelamatkan salah satu nya,asal kan kau tau jika suatu hari nanti kau menemukan surat ini maka hanya satu yang akan ku katakan kau memiliki seorang anak kembar yang cantik salah satu dari mereka dalah ancaman kematian suami mu"

__ADS_1


"Apa apa an ini...jika surat ini benar maka anak ku yang satu nya....aku harus berbicara kepada Tuan ku"


Dengan cepat permaisuri berlari mencari kaisar ke sana kemari bahkan Damar yang melihat nya pun ikut mengejar karena khawatir dengan ibu nya.


"Ibu...jangan lari lari...kau bisa jatuh...ibu..."


"Dimana Tuan ku???"


"Beliau sedang berada di kamar Permaisuri"


"Tuan ku...Tuan ku...Tuan ku..."


"Ada apa ini Permaisuri,kenapa kau terburu buru???"


"Katakan kepada ku di mana putri ku satu nya...dimana???"


"Apa maksud mu permaisuri...kau hanya memiliki satu putri"


PLAK (suara tamparan di wajah)


"Kau tau...seorang ibu melahir kan bayi kembar...namun kau membuang salah satu nya...kau menyingkirkan salah satu mentari dari hidup nya kau menghilangkan kehidupan nya"


"Permaisuri...kau begitu berani sebagai seorang istri menampar ku"


"Kau tidak bisa menuduh ku!!!"


"Aku bisa menuduh mu!"


"Apa..hah..apa bukti nya"


"Kau ingin bukti...hah..kau ingin bukti....ambil ini dan baca...kau bahkan memfitnah selir Yuan berselingkuh di belakang mu dan melari kam diri dari mu"


"Aku yakin ini pasti ada yang sengaja membuat nya agar kita berselisih Permaisuri"


"Sengaja....aku tau seperti apa tulisan dari Selir Yuan...kau sudah menyakiti ku memisahkan ku dari putri ku dan memisahkan ku dari sahabat ku...aku akan pergi ke tempat ayah ku dan mengadu kepada nya"


"Jika kau berani mengadu...putri mu Damar yang akan menanggung akibat nya"


"Kau seorang Raja dan Ayah...kaubisa memimpin kerajaan dan desa mu dengan makmur karena apa...karena ayah ku Raja Dami kau bisa naik tahta karena ayah ku"


"Ibu......"

__ADS_1


"Prajurit...tangkap permaisuri dan hukum dia di penjara,dan kau Damar jangan berani berani nya untuk bertemu dengan ibu mu"


Di sisi lain saat Saram dan Munji sudah mulai jauh melakukam perjalanan Saram merasakan hal yang tidak enak terjadi hati nya mulai begitu sakit.


"Munji kembali lah ke istana lebih dulu"


"Hehhh memang nya kenapa???"


"Aku harus kembali aku ketinggalam hal yang penting...tolong kau bawa kan barang barang ini"


"hehhh baiklah"


Saram Tidak perduli dia lelah tetapi dia harus mencari sumber sakit nya,dia menyusuri desa Kuan yang dipimpin Raja Dami dengan hati hati,langkah kaki nya membawa nya pada suatu ruangan bawah tanah dari kerajaan Raja Dami.


Dilihat nya seorang perempuan yang pernah memeluk nya saat pertama kali dia menginjak kan tanah di istana,Perempuan itu di cambuk dan siksa habis habisan oleh prajurit Raja Dami.


Begitu kejam nya Raja Dami menugaskan para prajurit nya untuk menghukum Permaisuri,Saat hukuman sudah selesai para prajurit itu mulai jahil dan ingin memperkosa permaisuri.


Tetapi Saram yang melihat langsung menyerang dan mematah kan leher mereka satu persatu hingga tewas.


"Apa kau sakit...."


"Damar nanti kau di marahi atmyah mu"


Permaisuri dalam keadaan setengah sadar dan menahan rasa sakit.


"Ibu...."


"Kau...."


"Ibu...ini aku Saram"


"Saram...apa kau putri ku yang hilang"


"Ehmm...ibu ikut lah dengan ku,aku akan merawat mu"


"Kau anak yang ba...ik"


Permaisuri Seiyon...langsung pingsan,saat dia pingsan Saram membawa nya lari menuju desa Surya.


Selama di perjalanan Saram terus menggendong nya tampa henti dan tampa istirahat bahkan saat tiba di istana pun dia tidak mementingkan diri nya dia langsung mengobati ibu nya yang terluka.

__ADS_1


"Ibu ku ternyata begitu cantik,aku akan merawat untuk masalah Damar aku akan menjemputnya bagaimana oun cara nya,ayah sudah begitu keterlaluan dengan kaliam ibu istirahat lah"


__ADS_2