
"Aduhhh kepala ku sakit sekali di mana aku"
"Damar...kau sudah bangun"
"Hah...pangeran Hans!!!"
"Katakan kepada ku dengan jujur siapa orang yang kau jadi kan pengganti malam tadi!!!mungkin...jika kau mengatakan nya aku akan memikir kan kembali tentang pernikahan kita!!!"
"Benarkah!!!"
"Tentu saja"
"Apa jaminan nya"
"Jika aku tidak menepati perkataan ku maka aku siap melepas gelar pangeran ku dan menjadi biksu"
"Baik lah aku akan menceritakan nya kepada mu...Perempuan tadi malam aku bertemu dengan nya di pasar kebetulan wajah nya begitu mirip dengan ku,dia mempunyai adik laki laki aku tidak sempat bertanya siapa nama nya,saat aku di kejar aku berlindung di punggung adik nya dan prajurit melihat nya karena mirip dengan ku mereka membawa nya"
"Jadi begitu...kalau begitu aku akan memutuskan pernikahan kita"
"Baiklah....terimakasih...jika kau bertemu dengan perempuan itu jangan lupa membawa nya kepada ku karena aku ingin berterimakasih kepada nya"
"Baiklah,aku akan menemui ayah mu sekarang"
"Hehehe..."
Ruang Catur Raja Dami
"Salam Yang Mulia Raja..."
"Ada apa Pangeran Hans?"
"Aku ingin berbicara secara pribadi dengan anda"
"Silahkan...kalian semua pergi lah"
"Raja Dami aku ingin memutuskam pernikahan ku dengan putri mu"
"Apa.???kenapa tiba tiba...bagaimana kerja sama kita untuk menyerang kerajaan Yujin?"
"Tenang saja...saya tetap akan membantu anda tetapi saya juga harus mendapat kan bantuan anda"
"Baiklah masalah kau memutus kan pernikahan ini aku akan menyetujui nya...karena putri ku juga mencintai adik sepupu mu pangeran Mo Zhi...dan masalah kau ingin meminta bantuan ku apa yang bisa ku bantu???"
"Begini...sebenarnya perempuan malam tadi bukan lah anak mu dia orang yang mirip dengan putri Damar...aku menyukai diri nya dan aku ingin meminta bantuan pengawal handal mu untuk melacak keberadaan nya"
"Baiklah kalau begitu kau bisa meminta prajurit handal ku langsung untuk melakukan nya"
"Kalau begitu hamba permisi"
"Ehmm..."
__ADS_1
"Tidak mungkin wajah itu kebetulan mirip dengan Damar...walau ada yang mirip tidak mungkin sebegitu mirip dengan putri ku kecuali...dia adalah Saram....Putri ku yang sudah ku buang itu dan di selamatkan oleh Yujin Brengsek itu"
Di Pasar
"Kaka coba kau kena kan jubah ini...siapa tau ini cocok untuk mu dan jangan lupa gunakan cadar ini"
"Ehmm"
Setelah beberapa saat
"Woooaaahhh kau benar benar cantik mata mu yang besar membuat kau tambah cantik kak...luar biasa seperti nya penyamaran kita kali ini berhasil"
"Iya kau benar...selanjut nya kita harus memikirkan rencana buat bertahan hidup dan menetap disini"
"Iya kak kau benar..."
"Adu duhhh...punggung ku...."
"Kake...kau perlu bantuan...sini biar kami yang bawa kan anda pasti keberatan"
"Iya kek...biar saya bantu membawa belanjaan nya tolong tunjukan rumah kakek"
"ehmmm baiklah..."
Kakek yang di selamatkan oleh Saram dan Munji begitu baik saat sampai di rumah nya dia mempersilahkam masuk Saram dan Munji.
"Anak muda tinggal lah dulu sejenak kalian pasti lelah kan?"
"Tidak apa apa...lagi pula saya tinggal sendiri di rumah ini saya kesepian"
"Dimana istri kakek"
"Istri ku dia sudah meninggal 2 tahun lalu aku memiliki sebuah kedai teh dekat sini,dan kalian anak muda dari mana kalian"
"Ouhh kami berkelana kakek...kami kesini berencana untuk menetap tapi kami bingung apa yang harus kami lakukan"
"Siapa nama kalian?"
"Ini kakak sepupu ku nama nya Saram dan saya Munji"
"Munji....nama mu seperti pernah saya dengar..."
"Benarkah kek..."
"Ehmm....begini saja...saya sudah tua...dan tinggal sendiri bagaimana kalian menjalan kan kedai teh saya kebetulan disana ada dua kamar,kamar mandi dan dapur kedai teh miliki lumayan besar...jika ada barang yang habis kalian tinggal bilang kepada ku"
"benarkah kek kami sungguh berterimakasih"
"Besok aku akan mengantar kalian kekedai nya untuk saat ini tinggal lah dulu di sini"
"Baik lahh...."
__ADS_1
Tiba tiba Pangeran Hans datang ke tempat kakek itu.
"Kakek...."
"Hans"
"Kakek...aku ingin meminta teh herbal mu untuk ayah"
"Ouh...apa kah sudah habis?"
"Tunggu di sini aku akan mengambilkan nya"
"Baiklah kek"
"Ini teh nya..."
"Siapa mereka kek?"
"Mereka sang pengelana mereka bilang mereka ingin menetap jadi aku mengajak nya untuk tinggal dan menjalan kan kedai teh ku"
"Ouh...."
"Kake...."
"Saram..."
"E....suara ini....(Dalam hati)"
"Ini teh kakek"
"kau baik sekali terimakasih saram"
"Ouh...kakek boleh kah aku berkenalan dengan perempuan ini?"
"kau tanya saja dia"
"Hai nona siapa nama mu?"
"Nama ku saram....eh...pangeran Hans ternyata dia cucu kakek(cetus nya dalam hati)"
"Saram senang bertemu dengan mu(tiba tiba memeluk)Aku menemukan mu Damar ke dua"
"hei Hans lepas kan pelukan nya itu tidak sopan"
"Maaf kan aku kek...dia terlalu wangi"
"itu karena efek aroma teh mawar nya"
"Hooo....kakek aku akan datang lagi nanti untuk bermain bersama mereka"
"Baiklah...."
__ADS_1