
Di desa Yang di pimpin oleh Raja Dami begitu banyak Makhluk spiritual bahkan ada penjahat yang menggunakan nya untuk melakukan aksi nya,tetapi karena Saran adalah perempuan yang hebat dia bahkan mengetahui trik trik untuk mengalahkan orang orang seperti itu.
"Kakak aku pergi dulu. dengan pangeran Hans"
"Hati hati"
"iya...ayo pangeran Hans"
"Ayo"
Saat di Perjalanan
"Hei...ceritakan tentang kakak mu!"
"Maksud mu Saram?"
"Ehm...."
"Sebenarnya dia kakak sepupu ku dia di temukan ibu ku saat baru berusia beberapa hari...dia berbakat,sopan dan cantik...di desa ku sudah banyak pria nya ingin meminang nya...tetapi dia seperti anak anak dia menolak semua nya"
"Benarkah..."
"Iya...Alasan nya bahkan sangat tidak masuk akal hahaha"
"Kalau boleh tau...apa alasan nya?"
"Dulu waktu saat umur nya baru 7 tahun dia bilang dia bertemu dengan seorang pangeran di dekat danau teratai,dia bilang pangeran itu terluka dia mengobati nya dan menjaga nya di gubuk tua dekat danau itu...dia menghabis waktu nya setiap hari untuk pangeran itu...bahkan mereka saling berjanji akan menikah jika besar nanti...ahahahaha...aku aku tidak percaya dengan kakak ku itu...dia bahkan sudah di tinggalkan dia masih saja bertahan dan kau tau dia bilang pada ku...lelaki itu salah menyebut nama nya...nama nya Saram dia bilang tetapi yang di bilang pangeran itu adalah Da....Wooo wooo wooo wouhhh hehhh.... siapa itu"
"Ada apa ini..."
"waaaa pangeran ada banyak sekali orang di sini dan dan dan.... kucing siapa yang lepas ini besar sekaliii waaaaa tolong akuuuu"
"Kalian...siapa kalian...??"
"Ouhhhh pangeran Hans....kau begitu tampan ternyata... jika kau mau bekerja sama kami tidak akan melukai wajah tampan mu itu"
"Apa mau kalian"
"mau kami??? bawa kami ke paket yang sedanh kau pesan saat ini... aku dengar kau membeli pil abadi"
"Aku tidak akan menyerahkan nya...hiaaat"
BRUAKK...
"wahhh berani sekali kauuu....Heiii harimau ku bunuh dua orang ini"
__ADS_1
Wwwooooooaaarrrr...
"Ahhhh kau walau kau menyeramkan aku tetapi menyukai mu kucing besar ahahahaha"
Tiba tiba pikiran pangeran Hans bingung seketika karena melihat tingkah lucu dari Munji...
"Hei...munji...jangan main main dengan nya atau kau akan mati dia hewan spiritual...orang biasa seperti kita yang tidak memiliki nya bisa mati"
"Aku tidak masalah dengan ituu"
"Aaaaaaaa....."
Karena kelengahan nya Pangeran Hans menerima tusukan pedang dari lawan nya Munji yang melihat pun panik dan pergi menyelamatkan nya.
Munji menggendong pangeran Hans yang penuh darah mereka terus di kejar dan mereka pun di pojokan.
"Heh..kalian benar benar kuat ternyata...pangeran hans tahan lah aku akan melawan mereka....Hyyaaaaaaaa"
Woooaaarrrr...
shussss
"Hah...hah...hah..aku...aku...sudah tii...dakk...kua...attt lagiii"
"Hahhh teman mu benar benar lemah pangeran Munji.....serang diaaa"
"Seperti nya kita berakhir di sini pangeran Hans"
Di sisi Lain
"Munji........"
"hah kenapa berhenti...kenapa...tiba tiba berhenti hei harimau sialan lakukan perintah ku...suara apa ini...suara suling dari mana ini"
Ternyata di atas pohon Saram memainkan seruling nya....harimau yang mengamuk tiba tiba patuh kepada saram.
"Kauuu siapa kau...berani berani mengendalikan hewan spiritual ku"
"Kau bukan Tandingan ku"
"Kauuuu....Yaaaaa....."
"Saaraaaammmmmm (teriak pangeran Hans)"
"Aaaaaa......"
__ADS_1
"hehhh apakah kekuatan mu seperti ini saja kau orang yang memiliki harimau ini"
Belum Sempat penjahat itu menyentuh nya...badan nya sudah terbagi menjadi dua entah bagaimana Saram Melakukan nya.
"Kauu harimau besar Jinak lah kepada ku"
Woaaarrrrrr
"Kalian seperti nya terluka parah ..aku akan mengobati kalian Munji aku akan mengobati mu lebih dulu setelah ini kau langsung pergi dan melapor kepada Kakek"
"Baik kakk"
Tidak perlu lama Munji sudah pulih dia pun pergi bergegas menemui Kakek.
"Nahh pangeran saat nya kau yang aku obati"
"Da....maarrrr"
*Ingatan Saram
"Terimakasih Damar kau sudah mengobati luka ku"
"Nama ku bukan Danar nama ku Saram"
"Kau tidak usah bercanda dengan ku hahaha*"
"Damar...kau...kau kenapaaa..."
"Nama ku bukan Damar Nama ku Saram"
"Kau...kau...tidak...usah bercanda...dengan...."
"Heh...kau seharus nya tidak usah banyak becira...."
Beberapa saat kemudia
"Kaka..."
"Dimana Pangeran Hans"
"Dia sedang Pingsan Yang Mulia Raja"
"Kalau begitu ayo bawa pangeran ke istana"
"Kaka....kenapa wajah mu sedih sekali"
__ADS_1
"tidak apa apa...aku hanya lelah saja,Ayo kita pulang"
"Ehmm"