
"Saram,Munji ini adalah tempat yang akan kalian tinggali...aku harap kalin menyukai nya"
"Tentu saja kakek...kami juga akan membantu kakek menjalan kan bisnis ini"
"Ouh iya Munji...Cucu ku pangeran Hans selalu berkunjung ke sini setiap sore jadi jika dia meminta pesanan teh buat kan lah dia teh dengan sari Almond"
"Siap kek"
"Saram kau jangan tersinggung ya jika dia memeluk mu atau memegang tangan mu...dia hanya kesepian karena ku dengar dia memutuskan pernikahan nya dengan putri Damar"
"Putri Damar...seperti nya aku pernag mendengar nama nya???"
"Benarkah...putri Damar memang terkenal dia tunangan nya Hans...dan anak dari Raja Dami"
"Raja Dami....apakah dia Raja di desa ini"
"Iya....kau benar sekali..."
"Apakah dia pernah bertempur melawan Raja Yujin"
"Iya kau benar dari mana kau mengetahui nya...anak zaman sekarang dia tidak pernah tau cerita cerita seperti ini...itu sudah sekitar 10 tahun lalu"
"Aku hanya mendengar dari cerita cerita orang tua saja...karena aku senang mendengar nya"
"Begitu ya....ouh iya Saram...mengapa wajah mu mirip sekali dengan putri Damar,di desa ini tidak ada yang bisa menandingin kecantikan putri Damar bahkan wajah mu sedikit mirip permaisuri"
"Benarkah...mungkin hanya kebetulan saja kek"
"ehmm...hahaha...mungkin kau benar...tetapi kakek ada satu kisah"
"Apa itu kek...."
"Sebelum itu...Munji tolong buat kan kakek teh dulu"
"Baik kek"
"Dulu aku adalah hakim agung di istana setelah istri ku meninggal karena sakit aku berhenti...dulu Raja Dami memiliki anak kembar lalu seorang peramal mengatakan bahwa salah satu anak mereka adalah penyebab kematian nya,dia membuang salah satu bayi nya kehutan...tetapi selir Raja Dami menemukan nya dan merawat nya baru beberapa hari dan anak itu terjatuh ke jurang...aku bahkan tidak tau apakah dia masih hidup sekarang...tetapi aku mendengar berita yang di bawa angin anak itu di selamat kan seorang tabib"
"Tabib...."
"Kakek...ini teh nya..."
"Terimakasih munji..."
"Sama sama kek...kalau begitu aku kembali ke dapur"
"Ehmmm"
"Kek...siapa nama tabi itu"
"Ouhhh tabib itu...."
"Kakek...."
"Hans...kau datang kenapa siang sekali"
"Ayah menyuruh ku untuk menemui mu dan mengajak mu kerumah untuk makan siang bersama"
"Ouhh baiklah,Saram kita lanjutkan nanti ya"
"Baiklah kek... tidak apa apa"
"Saram apa kau mau ikut"
"Apakah tidak apa apa kek"
"Iya...Munji... apa kau mau ikut makan siang dengan kakek"
"Tidak kek aku mau membereskan kedau kakek dulu"
"Baiklah...kalau begitu aku akan pergi dengan kakak mu"
"Baiklah kek"
__ADS_1
Di Kerajaan Pangeran Hans
"Ayahhhh aku datang"
"Di mana Kakek mu??"
"Itu dia...."
"Kakek...siapa yang kau bawa???"
"Ouh dia Saram anak nya jujur dan lembut dia orang yang akan membantu ku menjalam kan bisnis kedai teh ku"
"Ayah aku ini anak mu...nanti apa kata orang orang Raja Yusin tidak mau menafkahi ayah nya"
"Biarkan lah...nanti siapa yang mengatakan nya bilang kepada ku...biarkan aku menikmati masa tua ku dengan senang Yusin"
"Baiklah....Kalau begitu pelayan bawakan makanan nya"
"Siap yang mulia Raja"
Beberapa Saat Kemudia
"Bagaimana Saram makanan di sini??"
"Disini Makanan nya sungguh luar biasa enak kek"
"Heh....dia pasti berbohong...biasa nya putri putri yang datang kesini akan langsung menghina kita dan marah marah setelah makan dia hanya mencari perhatian kakek saja" Bisik bisik para pelayan
"Iya kau benar"
"Kek...aku mau keluar dulu ya cari angin"
"Iya Saram"
Saram pun meninggalkan perjamuan makan dia pun mencari cari jalan ke dapur istana Raja Yusin.
"Pelayan dimana dapur nya???"
"Mari ikuti saya Nona"
Beberapa Saat Kemudian
"Kita sudah sampai Nona silahkan masuk"
"Terimakasih"
"Benarkan ku bilang dia pasti akan ke dapur" Bisik para Pelayan
"Permisi...siapa yang menyiap kan sup mutiara tadi"
"Sa...sa...saya Nona..."
"Ouh...benarkah..."
"Nona tolong jangan pukul dia...dia baru saja belajar"
"Untuk apa aku memukul nya...dia tidak bersalah..."
"Hah...apa maksud nona...??"
"Aku datang ke sini karena aku ingin di ajari cara membuat Sup mutiara nya..."
"Benarkah nona"
"Iya...karena di tempat ku tidak ada makanan seperti ini...ini pertama kali nya aku makan makanan di sini bisa kah kalian semua membantu ku"
"Tentu saja nona"
"Dugaan ku salah dia begitu baik dan lembut" Bisik para pelayan
Saram pun belajar sedikit demi sedikit hingga dia menyelesaikan semua hidangan yang di siapkan oleh para pelayan tadi.
"Wahhh makanan nya sudah selesai...coba kalian cicipi"
__ADS_1
"Ehmmm...ini enak sekali nona..."
"Benarkah..."
"Iya..."
"Boleh kah aku membawa nya sedikit untuk adik ku di rumah"
"Tentu saja Nona..terimakasih karena sudah mau memperbolehkan kami makan yang Nona buat"
"Tidak masalah..."
"Nona sering sering lah berkunjung ke istana Raja Yusin...kami akan mengajari mu membuat kue kering khas istana"
"Ouhh baiklah jika Kakek membawa ku lagi ya"
"Baiklah Nona"
"Ehm..ehm..."
"Pangeran Hans"
"Apa yang kalian maksud pelayan...Nona Saram akan ke terua datang ke sini setiap hari...karena dia akan ku calon kan menjadi istri ku"
"Benarkah Pangeran...kami sangat senang mendengar nya"
"Apa maksud anda pangeran...saya saya mau pergi dulu...kakek sedang menunggu saya"
"Wahhh Nona Saram seperti nya malu"
"Hahahaha sudah kalian lanjutkan saja Istirahat kalian"
"wahh pangeran seperti nya menyukai Nona saram dia bahkan bisa bersikap lembut kepada kita...dan setelah sekian lama kita melihat senyum pangeran kita yang dulu hilang"bisik bisik para pelayan karena terlalu gembira
"Anak ku kalau begitu ayah pulang dulu"
"Hati hati ayah...Nona Saram terimakasih karena sudah mau menemani ayah ku dan ini sedikit hadia dari ku"
"Terimakasih Yang Mulia Raja"
"Hans antara Kakek dan Nona Saram pulang"
"Baiklah ayah..."
Saat Tiba Di rumah
"Nona Saram bisa kah kau menemani ku nanti malam?"
"kemana???"
"Aku harus mengambil barang paket ku di bar chou chou"
"Haisss...tidak usah Saram Biarkan Munji yang menemani mu dia perempuan"
"Ouh iya masih ada Munji"
"Baiklah kalau begitu aku akan memberitahukam adik ku"
"Terimakasih Nona Saram"
(Menjalan kan kereta kuda)
"Tak ku sangka setelah kejadian hari ini pangeran Hans bukan orang yang kasar haisss...ada ada saja aku ini....Munjiii"
"Kau sudah pulang..."
"Ini aku membawa kan mu sedikit makanan"
"Wahhh terlihat enak..."
"Iya aku di ajari para pelayan di sana untuk membuat makanan ini mereka begitu ramah"
"benarkah..."
__ADS_1
"Ouh iya pangeram munji malam ingin di temani kau untuk mengambil sebuah paket di bar chou chou"
"Ouhh baiklah setelah selesai makan aku akan siap siap"