
*Syull...syull...syull...
"Yui jangan hanya bersiul saja di atas pohon bantu aku mencari tanaman obat"
"hah....aku kau suruh mencari tanaman obat...aku ini seorang pendekar wanita tercantik,terseksi dan pemberani kaka...."
"Tetapi sebagai seorang pendekar kau juga harus tau beberapa obat...aku tidak bisa menemani mu terus nanti dan selalu mengobati luka mu"
"Tetapi bukan kah ada untung nya kau terkenal sebagai Tabib tertampan karena mengikuti aku....aahhhh aku jadi kagum hanya dengan membayangkan nya ehehehe"
"Cukup sudah menghayal nya"
"Baiklah tabib Yujin ku yang tampan...ehehehe..."
"hentikan semu itu,kau cari tanaman obat nya ke arah timur dan aku arah selatan"
"Baiklah tabib*"
Saat di jalan Yui dengan senang dan santai nya berjalan.
"*Lalalalalala...lalalalalalalaaaaaaa"
"Ehmm...aah...aawoeek...awoekk"
"Heh...suara bayi,apakah di sini ada hantu bayi,aku mohon jangan ganggu aku....dewa...selamat kan aku...."
"owek...owek...owek..."
"Aaaaaaaaaaaaa........."
"Yui*....."
Dengan cepat Tabib Yujin menemui Yui.
"*Yui ada apa?apa yang terjadi?"
"ka..ka..kaka lihat lah"
"Astaga anak ini...Yui bantu aku melepaskan pegangan ibu nya"
"Baiklah...aaarrrgggh pegangang nya kuat sekali"
"Siapa dia...badan nya tertusuk oleh tiga panah,seperti nya dia di kejar seseorang dan menjatuh kan diri nya ke jurang"
"kau benar kak...,apakah bayi nya masih hidup?"
"iya Yui,bayi nya masih hidup"
"Kalau begitu ayo kita gali kuburan untuk ibu nya*"
"Ayo bantu aku,Yui biar aku saja yang menggali,kau cepat ganti kan selimut bayi ini,sementara pakai lah kain yang ada di dalam keranjang obat ku"
"Baiklah lah kak*"
Sampai malam tiba akhir nya Yujin dan Yui selesai memakam kan jasad Selir Yuan,sebelum di makamkan Yujin menemuka sebuah batu giok yang dimana jika di jual batu giok itu benar benar mahal harga nya.
"*Yui lihat lah batu giok ini..."
"Wah...kak Yujin dimana kau mendapatkan nya?"
"Aku mendapat kan ini saat hendak mengubur jasad ibu anak ini"
"ini terlihag mahal...tunggu...kak sebelum kita berpikir lebih jauh...kita apa kan bayi ini?"
"Iya kau benar...!"
"Bagai mana kalau kita bawa saja dulu dia"
"Ehmmm baik lah...kita akan pikir kan setelah merawat dia"
"Ayo kak kita pulang*"
Yujin dan Yui terus berpikir mau di apa kan anak ini,untuk hidup mereka saja pas pas an mereka berpikir jika merawat bayi ini akan merepot kan mereka.
Hingga keesokan hari nya merekg menemukan seseorang yang pingsan di depan gubuk mereka,mereka pun memberikan sedikit bantuan kepada orang itu hingga dia sadar.
Mereka tidak mengetahui bahwa orang yang mereka selamat kan adalah peramal yang meramal kan kematian Raja Dami.
"*uhuk...uhuk..."
"Apa kau perlu sesuatu tuan?"
"Tidak usah anak muda,ini saja sudah cukup terimakasih atas bantuan mu.Boleh kah saya bertanya satu hal?"
__ADS_1
"Silahkan tuan!"
"Dengan siapa kau tinggal di gubuk ini?"
"Aku tinggal dengan adik perempuan ku,dia sedang di kamar merawar seorang bayi kecil"
"Bayi kecil???"
"Iya,kami menemukan nya di tepi jurang sore kemarin dengan ibu nya yang sudah meninggal"
"Boleh kah saya melihat nya?"
"Tentu saja,Yui..."
"Ada apa kak?"
"Bawa bayi itu kemari"
"Baiklah kak...ayo kecil...kau manis sekali"
"Tuan ini bayi yang kami temukan kemarin Yui kasih kan ke tuan ini"
"Baiklah Ini tuan hati hati"
"Ehm.....Apa kau menemukan sesuatu saat bertemu dengan nya?"
"Iya kami menemukan satu giok yang benar benar bagus"
"Mana giok itu biar ku lihat"
"ini tuan"
"Aku menyaran kan kepada kalian,jaga lah anak ini latih dia sekeras mungkin dan sehebat mungkin dia akan membawa kemakmuran kepada kalian berdua dan satu lagi berikan giok ini kepada dia saat dia sudah besar nanti ini adalah identitas nya"
"Baiklah tuan"
"Ini bayi nya,Saya berterimakasih sekali saya mohom pamit"
"Baiklah tuan,saya akan mengantar kan anda ke depan,Yui jaga bayi itu"
"Baik kak*"
Setelah peramal itu pergi Yujin dan Yui mulai memilkirkan untuk merawat bayi itu tetapi mereka masih bingung akan satu hal...mereka belum memberikan anak itu nama dan bingung harus memberi nama apa bayi itu.
"Kau tidak dengar...orang itu bilang bayi ini membawa kemakmuran kepada kita"
"kak bagaimana kalau di berbohong?"
"kita coba saja dulu"
"Kalau begitu kita beri nama siapa dia?"
"ouh iya kau benar siapa ya?"
"Ehmm....bagimana kalau Yui Saram Jin"
"Apakah itu memuat nama ku dan nama mu"
"Tentu saja,kan kita yang menemukan dia kak...jadi kita panggil dia Saram"
"Ouhh kau benar...nahh bayi kecil yang cantik sekarang kami akan memanggil mu saram*"
Tak lama saat matahari sudah berada tepat di atas kepala Yujin dan Yui mulai kelaparan si kecil saram juga sudah harus makan,mereka pun pergi ke kota untuk mencari pertandingan dan mendapat kan uang untuk makan.
"*Kak kita harus membuktikan perkataan orang itu apakah bayi ini membawa keberuntungan untuk kita"
"Yui kita sudah memutuskan untuk menjaga bayi ini biarlah walau dia tidak memiliki keberuntungan yang besar kita harus merawat sepenuh hati"
"Kak aku bukan orang yang mudah percaya ingat itu ayo kita pergi"
"hah...baiklah*..."
Saat Tiba di kota tiba-tiba banyak perempuan yang pingsan dan sakit hati saat melihat tabib Yujin membawa seorang bayi.
"Tabib Yujin bayi siapa ini?"
Tanya seorang perempuan mewakili perempuan lain nya.
"*Ouh ini bayi ku..."
"Hahhhh"(pingsan)
"houh...kenapa perempuan ini pingsan...Yui bantu aku"
"Ada apa kak?houh...kau apa kan perempuan ini?"
__ADS_1
"Aku tidak tau...dia tiba tiba pingsan"
"Tabib...apa dia bayi mu....."
"Iya..."
"Aaaaa...Tabib Yujin sudah memiliki bayi....aaaaaa"(Berlari sambil menangis)
"Ouh....aku tau mereka sedang sakit hati karena melihat kau membawa seorang bayi,lihat kau di sukai banyak perempuan kak"
"kau ini*...."
Tiba tiba tidak lama datang seorang perempuan cantik yang begitu menawan.Ternyata itu adalah Permaisuri Seiyon yang sedang jalan jalan dia terpaku melihat Saram yang sedang di gendong tabib Yujin.
"*Hai anak muda"
"Pe...pe..permaisuri,maaf kan hamba tidak mengenali anda"
"Tidak apa apa...boleh kah saya melihat bayi yang kau gendong?"
"Tentu saja Permaisuri"
"Siapa nama nya?"
"Nama nya Yui Saram Jin"
"Boleh kah aku menggendong nya?"
"Tentu saja permaisuri"
"ouhh....kau begitu kecil sama seperti putri ku yang baru lahir,semoga nanti kau bisa menjadi teman putri ku...kaj begitu lembut dan hangat sayang..."
(Tidak sadar menitik kan air mata)
"Permaisuri apa anda menangis?"
"Yui tidak sopan bertanya seperti itu"
"Ouh...maag kan hamba permaisuri"
"Tidak apa apa,aku hanya merasa putri kecil ku berada bersama ku saat ini,dia benar benar mirip dengan putri ku.Aku juga begitu senang melihat bayi ini"
"Syukur lah jika permaisuri menyukai nya"
"Ku dengar orang orang tadi memanggil mu dengan sebutan tabib!"
"benar yang mulia"
"Mau kah kau menjadi tabin di istana Qin Luan"
"Apakah anda serius permaisuri?"
"Aku serius"
"Terimakasih permaisuri...terimakasih"
"Kaka ini kabar yang membahagia kan"
"Kau benar Yui"
"Ouh ini bayi nya,aku harus segera kembali ke istana,dan ini sedikit koin emas buat kalian,karena aku senang"
"Terimakasih permaisuri"
"Kalau begitu aku pergi dulu"
"Hati hati permaisuri"
"Besok temui aku di istana aku akan membawa mu menemui Kaisar"
"Baik Permaisuri*"
Kakak beradik itu tidak percaya apa yang di katakan orang itu benar Saram membawa keberuntungan buat mereka berdua.
**Bonus
Perhatiam gambar di Ambil dari game Love Nikki
Raja Dami
Kalo yang di atas itu Ratu Siyeon
**
__ADS_1