
Hari semakin gelap dan dingin Yujin dan Yume menyambut kedatangan Yui dan pangeran Sam mereka makan bersama dan berbincang bincang hangat.
Tetapi permaisuri hanya termenung akan satu hal,dia mengingat ngingat lgi wajah seorang lelaki di bawah air terjun yang begitu mirip dengan pangeran Sam.
"Permaisuri apa yang kau pikir kan?"
"Ahhh tidak ada apa apa...Seperti nya hamba kurang enak badan tuan"
"Kau istirahat lah duluan"
"Baik Tuan ku"
"Kaka aku juga sudah lelah"
"Ehmmm ayo kita tidur...permaisuri malam ini aku tidak bisa menemaninmu tidur"
"Tidak apa apa tuan ku"
Saat semua orang tertidur Permaisuri Yume pun keluar dari kamar nya dan jalan jalam di sekitar taman.
"Permaisuri ini sudah malam,di luar turun salju"
"Tidak apa apa dayang...aku ingin menikmati ini semua"
"Permaisurii nanti anda sakit"
"Aku tidak akan sakit...dayang sebelum aku bertemu dengan Yujin aku bertemu dengan lelaki di dekat air terjun aku masih mengingat kejadian itu saat aku jalan jalan di negara tetangga"
"Lalu apa sampai saat ini anda masih menyukai nya Permaisuri?"
"Ehmmm...tidak sengaja..aku melukis wajah nya dan ternyata aku telah bertemu dengan diri nya lagi"
"Benarkahhh...siapa dia?"
"Dia pangeran Sam"
Tiba tiba Yujin datang dari belakang
"Permaisuri Yume kenapa kau di luar inj sudah larut malam"
"Hamba tidak bisa tidur!!!Lalu mengapa Tuan ku juga keluar"
"Jujur ku katakan pada mu,sebenarnya aku mencintai seorang perempuan yang sudah lama ku kenal dari kecil,dia begitu cantik dan anggun sebelum bertemu dengan diri mu aku jatuh cinta terhadap diri nya...tetapi cinta ku seperti nya bertepuk sebelah tangan....Apa kau juga mempunyai seorang laki laki yang kau cintai???"
"Tidak ada tuan ku,hanya kau lah yang ku cintai"
"Jangan berbohong nanti kau menyesal Yume"
"Itu tidak akan terjadi tuan...Tu..."
"Permisi tuan...putri Saram terbangun"
"Benarkah aku tinggal dulu permaisuri"
"Ehmmmm...."
"Dayang...."
"Ada apa permaisuri"
"Waaaaaaaaa......"
"Permaisuri...kenapa anda menangis"
"Mengapa...aku tidak mencintai nya tetapi saat aku mendengar dia mencintai orang lain aku begitu sakit...aku marah saat dia meninggalkan ku...dia...dia...lebih memilih putri nya itu di banding kan aku waaaaaa"
"Cup cup cup permaisuri...mungkin itu sudah jiwa murni seorang ayah kepada putri saram dan untuk menghormati istri nya yang sudah meninggal dunia"
"Tetapi aku juga menyukai seorang lelaki lain"
"Kalau begitu kau harus memikir kan siapa kah yang lebih peduli dengan mu"
"Dayang.....dia kaisar bahkan tidak pernah menyentuh ku....."
"Mungkin kaisar belum bisa melupakan Istri nya Permaisuri"
"Aku tidak bisa begini terus aku harus mendapatkan pangeran Sam dan menjadikan nya suami ku...karena aku ingat dia lah yang menyelamat kan kaka tertua ku saat kami berada di air terjun"
"Jangan jangan memanglah Kaisar waktu itu karena wajah nya begitu mirip dengan pangeran sam...seperti nya aku harus membuat suatu rencana agar permaisuri bisa mengetahui bahwa lelaki yang dia lihat adalah Kaisar tetapi aku juga harus membuktikan kalau itu memang lah kaisar" Cetus Dayang itu dalam hati.
"Baik kah Permaisuri hari sudah terlalu larut sebaik nya permaisuri tidur nanti kau akan sakit"
__ADS_1
"Ehmmmm....."Tiba tiba terjatuh.
"Permaisuri permaisuri prajurit prajurit tolong bawa permaisuri dia pingsan"
"Ada apa ini?"
"Pangeran sam permaisuri tiba tiba pingsan mungkin karena kelelahan"
"Benarkah..."
"Maaf mengganggu tidur anda!"
"Tidak apa apa aku tidak bisa tertidur juga jadi aku jalan jalan"
"Kalau begitu hamba permisi"
Beberapa saat kemudian...
"Dayang di man permaisuri?"
"Dia sedang berbaring Yang mulia"
"Aku ingin melihat nya"
"Silahkan Pangeran"
"Badan nya panas sekali"
"Dayang ambil kan aku air hangat dan kain aku ingin mengkompres nya"
"Siap Kaisar"
"Permisi yang mulia Kaisar...Putri saram ingim bertemu dengan anda"
"Bawa dia kemari"
"Papa...."
"Saram...ayah akan mengajari mu tehnik mengkompres seseorang jika tubuh nya terkena demam seperti ibu"
"Yang mulia Kaisar ini Air hangat dan kain yang anda minta"
"Ternyata Yang Mulia Ratu salah besar dalam hal ini...Kaisar begitu perhatian dan penuh dengan kasih sayang...sudah banyak perempuan yang ingin menikah dengan Kaisar walau hanya sebatas selir,tetapi dia bahkan tidak mau melakukan nya...aku yakin kaisar lah yang di temui tuan putri di Air Terjun bukan pangeran Sam" Cetus nya dalam hati
"Dayang"
"Siap yang mulia Kaisar"
"Ini kembalikan ke tempat nya...Dan bawa saram kekamar nya,aku akan menjaga Permaisuri disini"
Yang Mulia Raja Yujin tertidur sambil duduk di kursi menjaga istri tercinta nya semalaman.
"Hoooaaammm aku capek sekali"
"Permisi"
"Siapa..."
"Ini aku ka Pangeran Sam"
"Ouhh kau...kebetulan tolong kau jaga permaisuri sampai dia terbangun aku harus mandi"
"Baiklah kak..."
"Dimama Yui?"
"Dia sedang pergi jalan jalan keluar istana,dia bilang ada sesuatu yang ingin dia beli"
"Ouhh begitu kah...kalau begitu aku pergi dulu jangan lupa saat dia terbangun tanyai dia mau makan apa?"
"Baik lah kak"
Raja Yujin meninggalkan permaisuri yang masih terlelap dengan Pangeran sam dan tidak berapa lama permaisuri terbangun,di lihat nya wajah tampan yang sedang duduk menjaga nya.
"Kaka ipar kau sudah bangun"
"Kauu....apa yang terjadi"
"Malam tadi kau pingsan dan kau di bawa ke kamar"
"Ouh...begitu"
__ADS_1
"Kaka ipar apa kau mau makan sesuatu?"
"Nanti saja!!!Di mana kaisar?"
"Dia sedang mandi"
"Ehmmmm"
"Kalau begitu aku permisi dulu"
Seiring dengan berjalan nya waktu permaisuri makin mencintai Pangeran Sam...walaupun permaisuri diam tetapi Yang Mulia Raja Kaisar mengetahui.isi hati dari perempuan yang dia cintai itu.
Hingga Suatu hari...Raja Yujin mengajak Putri Saram ke sebuah taman belakang istana yang di sana terdapat air terjun dan kolom bunga teratai yang di isi oleh ikan koi yang begitu indah.
"Saram....lihat ini"
"Ehmmm"
"Ini adalah seluring ayah waktu masih muda,ayah akan memainkan nya untuk mu"
Dengan nada yang merdu dan menenangkan hati Raja Yujin memain kan musik dan datang lah pangeran sam dia mendengar suara seruling itu dari kejauhan dan itu membuat permaisuri juga mendengar nya.
Tetapi sayang nya Pangeran Sam lebih dulu datang dan di lihat permaisuri pangeran sam yang memegang nya.
"Pangeram sam apa kau bisa bermain seruling"
"Aku hanya bisa sedikit saja"
"Ehmmm...aku harus permisi dulu,aku harus mengajari Saram beberapa buku kuno,memanah,bermain pedang dan berkuda"
"Astaga...kaka Yujim dia baru satu yahun lebih"
"Setidak nya dia mengenal beberapa,aku juga mau mendalami ilmu Spiritual ku"
"Baiklah kak..."
"Kalau begitu aku pergi dulu...Sam jaga permaisuri"
"Baiklah yang mulia Raja"
Raja Yujin pun meninggalkan Permaisuri dengan Pangeran Sam dengan senyuman yang begitu menyakiti hati nya.Tetapi Raja Yujin tidak pernah mau melampiaskan amarah nya,karena dari dasar nya dia memang orang yang tenang dan Raja Yujin adalah orang terkuat kedua setelah Raja Dami tetapi dia diam dan tidak mau mengatakan nya.
Dia juga mengajari Saram teknik teknik membunuh seseorang dengan simpel dan mengajari nya buku sastra serta seni,Hinggalah umur Saram sudah mencapai 5 tahun lebih.
Dan selama itu juga Permaisuri menyimpan cinta nya untuk Pangeram Sam tetapi sangat di sayang kam pangeran sam sudah menikah dengan putri Yui dan memiliki seorang anak laki laki yang bernama Yun Munji Sam dia di panggil Munji.
Tetapi apalah daya...Peperangan terjadi antara kerajaan Raja Dami dan Raja Yujin banyak korban yang meninggal dunia
Bahkan Sampai Raja Yujin mengeluarkan kekuatan Spiritual nya dia mengeluarkan Seruling emas nya dan di saat itu lah permaisuri melihat dan memdengar langsunh suara seruling itu dan wajah yang dilihat dari samping ternyata adalah lelaki yang iya temui saat di air terjun.
Suara Seruling terus terdengan...nada yang sering di main kan Raja Yujin adalah nada yang bisa mengambil jiwa seseorang.Untung saja Raja Dami dapat di pukul mundur walau suatu hari nanti akan terjadi perang lagi.
"Sammmm kau terluka parah...biar ku obati"
"Uhuk...uhuk...Kak...aku sudahh tidak bisa di ....ooo...ba..tttiii lagi..."
"Ayah..." Anak Sam yang baru berumur 3 tahun.
"Munnnnjjjjiiiiii....ayahhhh dannn iiibbbuuu miinnntaa maaafff...."
Pangeran Sam menghembuskan nafas terakhir nya sedang kan Yui sudah meninggal tiga tahun yang lalu saat melahirkan Munji karena pendarahan yang begitu kuat.
"Munjiiii"
"Kaka....waaaaaaaaa......aaaaaa.....aaaaaaaaaa.....aaaaaaa...."
Raja Yujin pun berjanji akan menjaga Munji dari segala marabahaya dan akan mengajari nya ilmu ilmu untuk dia bertahan hidup.
"Kaisar...."
"Permaisuriii apa kau terluka?"
"Kenapaaa....kenapaaaa....kenapaaa kaauuuu tidak mengatakan nya kepada kuuuu waaaaa"
"Maaf kan akuu"
"Kau rela selama lima tahun aku mencinta orang lain dan membuat ku benci dengan mu"
"Aku tidak bermaksud begituu aku hanya ingin kau tidak merasa dikekang"
"Dengan kau tidak cemburu seperti itu membuat ku lenih sakit dari pada di kekang karena...pada akhir nya aku mencintai orang yang salah...."
__ADS_1