Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Menjadi Tabib Istana


__ADS_3

Bunga Bunga Bermekaran,angin yang begitu sejuk,taman yang bersih air kolam yang jernih dan kesejukan istana membuat tenang tabib Yujin dan Yui.


"Permisi Tuan!!!Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin bertemu dengan Permaisuri Siyeon,kami kemarin sudah membuat janji"(Sahut Tabib Yujin)


"Mari ikut dengan hamba,hamba akan menunjukan kediaman Permaisuri Siyeon"


"Baiklah Terimakasih"


"Tampan sekali orang ini,tapi sayang dia sudah mempunyai istri yang membawa bayi itu pasti istri nya"(Cetus pelayan itu dalam hati nya)


Tidak berapa lama sampai lah Yujin dan Yui di kediaman Ratu Siyeon.


"Pelayan terimkasih banyak"


"Sama sama Tuan,itu memang sudah tugas saya,saya akan memberitahukan permaisuri dulu


"Baiklah"


Di dalam ruangan permaisuri


"Permaisuri anda memiliki dua orang tamu yang membawa bayi"


"Ouh...seperti nya itu adalah tabib yang ku temui kemarin silahkan suruh dia masuk"(Permaisuri bahagia mendengar kedatangan mereka)


"Baiklah permaisuri"


"Permisi,Tuan dan Nona di persilahkan untuk masuk"


"Baiklah terimakasih"(Sahut Yujin)


"Salam permaisuri" {Yujin dan Yui}


"Bangkit lah...silah kan duduk dulu,aku harus mengurus Putri Damar,dia anak yang ku lahir kan baru satu minggu ini dia selalu menangis setiap saat"


"Apakah dia demam Permaisuri?"


"Tidak dia tidak demam,aku merasa dia seperti kehilangam sesuatu"(Sahut permaisuri dengan cemas)


"Begitu kah" (Sahut Yui dalam hati)


"Boleh kah aku meminjam bayi mu untuk menemani putri ku?"


"Tentu saja dengan senang hati permaisuri"


Saat di letakan si Saram kecil dekat dengan Damar kecil mereka begitu tenang dan baik,ikatan saudara di antara mereka memang kuat.Tidak berapa lama Raja Dami datang untuk mengunjungi putri nya.


"Yang Mulia Raja Memasuki Istana...."


"Siang permaisuri ku..."


"Selamat siang Tuan ku"


Yang Mulia Raja ingin memeluk dan bermesraan dengan Ratu Siyeon,tetapi Ratu Siyeon sadar di ruangan nya masih ada Yujin dan Yui.


"Ouhhoho...Kaisar hamba memiliki tamu"


"Benarkah maaf kan aku,aku tidak menyadari nya"(Sahut Raja Dami)


"Yang Mulia Raja ini nama nya Yujin dia adalah tabib yang ingin ku pekerjakan di istana ini,dan ini adik nya nama nya Yui dia seorang pendekar terhebat di kota"


"Ouh...benarkah...wah kalian begitu berbakat,Nah permaisuri ku di mana putri tersayang ku?"


"Dia sedang tidur sekian lama akhir nya dia bisa tidur dengan tenang Tuan ku"


"Benar kah,biar ku lihat!!!Bayi siapa ini permaisuri?"

__ADS_1


"Bayi ini adalah bayi dari tabib Yujin dan nona Yui"


"Dari mana kalian mendapat kan nya?"


Saat di tanya seperti itu Tabin Yujin dan Nona Yui terpaksa berbohong kepada kaisar.


"Ini adik kami,ibu kami melahir kan seorang anak karena usia nya yang sudah tua dia meninggal dunia"


"Lalu di mana ayah kalian?"(Tanya Raja Dami lagi)


"Ayah kami meninggal saat ibu mengandung 4 bulan" (Sahut Yui)


"Kasian sekali kalian,apakah kalian tinggal di sebuah rumah yang layak?"


"Kami hanya tinggal di sebuah gubuk Yang Mulia Raja"


"Ehmmm!!!Adik nya begitu cantik dia juga seorang pendekar aku harus meminta izin malam ini dengan permaisuri untuk menikahi nya dengan alasan untuk mereka tinggal di istana"


(cetus nya dalam hat)


"Tuan ku apa yang kau pikir kan?"


"Aku hanya berpikir anak kita terlalu cantik"


"Benarkah?"


"Iya,ouh iya karena permaisuri sudah memilih kamu Yujin untuk menjadi tabib istana maka kau boleh bekerja mulai besok,dan ini sedikit koin emas untuk mu karena sudah menenang kan putri kecil ku"


"Terimakasih Yang Mulia Raja,kalau begitu kami pamit dulu"


"iya silah kan,Pengawal antar tabib Yujin dan Nona Yui sampai selamat"


"Siap Laksanakan Tuan"


Mereka pun sampai di gubuk mereka dan mereka terus menantian keberuntungan mereka yang di bawa anak ini.


"Ehm,ehm..."


"Tuan ku...apa yang membawa mu datang ke mari?"


"(Langsung mencium permaisuri)


"Ehm...ehmm..ehmm..."


"Memang tidak ada yang bisa mengantikan ke nikmatan bibir mu permaisuri ku"Cetus kaisar dengan genit


"Kaisar aku tau kau ingin menikahi Yui adik dari tabib itu,jika itu yang kau ingin kan aku akan mendukung mu"


"Ahhhh aku ketahuan lagi ingin menikah"


"ehm...ahahahaha...kau lucu sekali Tuan ku,jadi apa kau kesini hanya untuk mengatakan itu kepada ku ehmmm"


"Tentu saja tidak...aku ingin melakukan sesuatu dengan mu"


"ehm...besok Yui dan Tabib Yujin pasti datang kau bisa berbicara dengan mereka"


"Sekarang kita tutup dulu pembicaraan aku menikah,mari kita bicara hal yang intim"


"Kau bisa saja"


Malam pun berlalu dengan bahagia di antara Raja Dami dan Permaisuri mereka melalui malam dengan penuh kepuasan.


"Tuan ku bangun...ini sudah pagi"


"Aaaa aku malas sekali permaisuri ku...."


"Ayo lah bukan kah kau ingin berbicara kepada Yui"

__ADS_1


"Ouh iya aku lupa...sebelum itu beri aku ucapan selamat pagi"


"Cup (mencium kening Raja Dami) Selamat pagi tuan ku"


"ehmmmm selamat pagi permaisuri ku,kalau begitu aku siap siap dulu"


Setelah Beberapa lama penobatan Yujin sebagai tabib istana di adakan di Aula istana.Dia sana banyak sekali putri putri dari Raja dan Perdana Mentri yang melirik Yujin karena ketampanan dan kecerdasan nya,dan mereka mengetahui satu fakta bahwa Yujin belum menikah.


"Selamat Yujin kau sudah menjadi Tabib di istana dan menjadi bagian dari keluarga kami" Ucap Raja Dami.


"Terimakasih Yang Mulia Raja Dami,semoga anda di berkati"


"Disini aku juga ingin memberitahu kan satu hal dengan adik mu Tabib Yujin"


"Hamba mendengarkan nya Yang Mulia Raja" Sahut Yui


"Aku ingin kau menjadi Selir ketiga ku"


Saat keluar kata kata itu dari mulut Yang Mulia Raja Dami banyak putri yang merasa iri.Tetapi berbeda dengan Yui di malah bingung apa yang harus dia jawab,karena sebenar nya Yui telah berpacaran dengan seorang pemilik kedai di tempat dia sering minum dan berjudi.


"Sebelum nya saya sangat berterimakasih dengan lamaran anda,tetapi saya tidak bisa menerima nya saya Mohon Maaf"


"Pikirkan lah lagi Nona Yui kehidupan yang makmur sebagai seorang selir kaisar" Permaisuri mencoba membujuk


"Maaf saya lancang Permaisuri,dari pada Menjadi seorang selir hamba lebih baik menikahi seorang Prajurit biasa asal kan hamba ada lah istri sah nya"


"Maaf kan hamba Yang Mulia Raja,Keluarga kami adalah orang yang paling menjunjung Kehormatan wanita" Cetus Yujin membela Yui


"Aku akan memberikan mu posisi sebagai selir pertama"


"Maaf kan hamba hamba tidak bisa Yang Mulia Raja,walau posisi yang kau berikan lebih tinggi lagi hamba tidak akan mau"


Permaisuri pun mulai emosi karena sikap Yui yang begitu keras.


"Nona Yui apa kau ingin merebut jabatan ku sebagai permaisuri"


"Maaf kelancangan hamba bukan maksud hamba begitu permaisuri,hamba sama sekali tidak ada maksud"


"Lalu mengapa kau tidak ingin menjadi selir Yang Mulia Raja"


"Ham..hamba.. "


"Adik saya mencintai Orang Lain Permaisuri,dan hamba mendukung dengan orang itu"


"Begini saja,Jika kau tidak ingin menjadi selir ku berikan bayi itu kepada ku,karena putri ku memerlukan seorang teman"


Yang Mulia Raja bahkan tidak tau bahwa itu anak nya sendiri.Dia bahkan berani memberikan pilihan yang di mana itu pasti melemahkan Yui.


"Tidak bisa.. kata orang itu aku dan kaka ku harus menjaga bayi ini hingga dia besar nanti"(Cetus Yui dalam hati)


Dengan Berat Hati Yui Menyetujui kehendak Yang Mulia Raja Dami unt**uk melindungi Saram dan agar terus bisa menjaga nya**.


"Hamba berubah pikiran,hamba menerima permintaan anda Yang Mulia Raja"


"Yui...jika kau tidak ingin tidak usah di paksa kan"


"Tidak kak Saram lebih penting bagi ku,biarkan saja mungkin ini takdir dari sang dewa"


"Yui...."


"Yang Mulia Kalau Begitu hamba undur diri dulu"


"Baiklah...". Yang Mulia Raja tersenyum puas dengan jawaban Yui.


Tabin Yujin


__ADS_1


__ADS_2