Jati Diri Sang Putri

Jati Diri Sang Putri
Salah Mengenali


__ADS_3

Karena Tusukan yang di akibatkan oleh pedang spiritual yang tembus di perut pangeran Hans dia pun tidak sadarkan diri hingga 7 hari.


"Permisi..."


"Nona...Saram senang melihat diri mu datang ke istana apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Iya aku ingin bertemu dengam kaisar bisa kah kau membawa ku pada nya?"


"Tentu saja ayo ikuti hamba"


"ehm.."


"Kaisar....Nona Saram datang ingin bertemu anda"


"Silahkan dia masuk"


"Nona anda di berikan izin masuk"


"Terimakasih"


"Kalau begitu hamba undur diri dulu"


"Salam Hormat kepada Kaisar..."


"Ada hal apa yang membawa Nona saram datang ke mari?"


"Hamba membawa kan obat untuk pangeran Hans Kaisar"


"Apa kau bisa mengobati nya?"


"Tentu saja..."


"Tapi tabib istana bilang dia tidak akan sembuh dia bahkan akan kehilangan nyawa dalam waktu 3 hari,Jika kau bisa tolong selamat kan dia...dia harta yang paling berharga yang di tinggalkan permaisuri untuk ku"


"Hamba akan berjuang sebisa hamba"


"Kalau begitu ayo kita ke kamar pangeran Hans"


"ehmm..."


Saat di kamar Pangeran Hans


"Seperti nya...obat yang hamba berikan hanya bisa menjaga nya dalam rentan waktu 8 jam...pedang yang membuat nya terluka sudah di campuri racun berbahaya...hamba akan mencari tau racun apa dan obat apa yang bisa menyembuh kan nya"


"Kau guna kan lah fasilitas yang ada jika kurang sesuatu kau bisa memanggil ku"


"Baiklah yang mulia"


"Kalau begitu aku tinggal dulu...kau bisa tinggal disini sementara waktu untuk menjaga pangeran Hans"


"Terimakasih yang Mulia"


Selama Tiga hari Putri Saram meneliti Racun yang ada di tubuh pangeran dan akhir nya dia menemukan obat yang cocok untuk pangeran hans.


"Yang Mulia Raja memasuki ruangannnnn"


"Salam hormat hamba kaisar"


"Bagaimana dengan Keadaan pangeran?"


"Racun di tubuh nya masih stabil dia tidak menggerogoti organ lain nya...Kaisar tolong berikan terus obat ini setiap 8 jam jika hamba belum datang"


"Kau mau kemana???"


"Hamba harus ke gunung Suci untuk mengambil bungan teratai ungu di sana"


"Apa kau bilang??? biarkan pelayan ku saja yang kesana!!!"


"Tidak apa apa..."


"Tapi di sana di jaga oleh ular hitam yang ganas Saram"


"Tidak apa apa kaisar... apakah hamba boleh meminta tolong kepada anda"


"Katakan lah!"


"Tolong kirim salah satu prajurit anda untuk mengantar obat ini kepada adik ku Munji dia tinggal di kedai teh ayah anda kaisar"


"Baiklah... saat di perjalanan kau harus hati hati"


"Baiklah Kaisar"


Saram pun pergi meninggalkan Istana dan mencari bunga teratai ungu... selama di perjalanan Saram begitu banyak melalui Rintangan dari melawan penjahat hingga hewan spiritual yang liar.


Hingga tiba lah dia di Gunung Suci yang dijaga oleh ular hitam yang teramat buas.


Siiiiiissshhh

__ADS_1


"Aku tidak takut dengan mu"


"Kauuu Manusia bisa mengerti bahasa ku?"


"Tentu sajaa..."


Saram dengan wajah santai nya berbicara dengan ular tersebut


"Apa yang kau ingin kan?"


"Aku hanya ingin meminta 1 tangkai bunga teratai ungu mu untuk mengobati luka pangeran di desa ku"


"Aku...tidak akan menyakiti seseorang jika dia tidak mengganggu ku...tetapi jika kau bisa memenuhi syarat ku aku akan memberikan mu bunga teratai ungu nya"


"Katakan kepada ku apa syarat nya?"


"Saat Malam hari tiba akan datang ular piton Merah dia mengincar telur telur ku untuk kekuatan nya,bahkan suami ku sedang terluka jika kau bisa menghabisi nya aku akan memberikan bunga nya kepada mu dan jika kau mau kau bisa membuat kontrak dengan ku sebagai hewan spiritual mu"


"Aku akan melakukan nya untuk mu sebentar lagi malam kau bersembunyi lah di dalam goa mu aku akan menjaga nya di atas pohon besar ini"


"Baiklah"


Saat Malam Hari


Siiisssshhh


"Haisss..hewan ini datang lebih cepat dari perkiraan ku"


Siiiisssshhhh


"Hei...."


Kau manusia...pergi lah nanti kau bisa ku makan


"Sayang nya aku tidak mau pergi...karena aku harus menyelamat kan telur telur ular hitam ini"


HEHHH....Kau banyak nyali juga...Siiisshhhh


Piton merah itu terus mengeluarkan bisa bisa beracun nya sampai di seluruh sekitar goa itu penuh racun dan membuat Saram tidak bisa bernafas,karena sudah terpojok dengan situasi saram pun mengeluarkan kekuatan nya.


Dia naik kelangit tinggi dan sinari oleh bulan dia seketika berubah seperti seorang dewi dia memainkan suling nya untuk membersihkan sekitar goa dari racun nya dan untuk menjinakan ular piton merah.


Kau manusia berlagak hebat di hadapan ku SSIIIIISSSSHHH


Karena sudah tidak kuat lagi akan racun nya saram pun terjatuh dari ketinggi langit,Pada saat itu dia pingsan dan tak sadarkan diri dan terjatuh ke dalam air yang begitu dalam.


Hehh kau...piton hitam aku sudah mengalah kan manusia itu...


Saat kesadaran diri saram hilang saat itu lah kekuatan Spiritual murni nya muncul ke permukaan dan menyinari seluruh Gunung Suci


*Di Istana Kaisar Yujin


"Putri ku Saram...aku bisa merasakan kehadirian mu disini"


"Kaisar liat itu...gunung suci bersinar terang"


"Sarammmm*...."


"Kauuuu Aku sudah berbelas kasih kepada mu piton Merah kau harus menerima hukuman dari neraka"


HEH MEMANG NYA KAU DEWA...TERIMA INI....


"Kau begitu sombong dan angkuh"


SHIIISSSSHHHH


"Yaaaaaaa........"


AAAAAAAAAAAA,TOLONG AMPUNI AKUUU AKU AKAN PERGI DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI LAGI


"Kau harus menerima hukuman mu,pergi lah kelembah api dan bertapa lah di sana selama 20 tahun"


AKU AKAN MENERIMA NYA AKU PERGI SEKARANG


Karena Saram seperti di rasuki sesuatu dia pun pingsan selama 1 hari dan saat dia terbangun dilihat nya satu tangkai bunga teratai ungu di samping nya


Siiissshh


"Keluar lah..."


Terimakasih sudah menyelamatkan ku


"Aku juga sangat berterimakasih atas bunga nya"


Bagaimana dengan kontrak nya


"Aku tidak ingin mengikat mu dalam jalinan kontrak... aku hanya ingin jika aku meminta pertolongan mu tolong bantu aku"

__ADS_1


Baiklah


"Kalau begitu aku pergi dulu aku harus pulang"


Hati hati...terimalah sisik ku ini...ini akan melindungi mu di perjalanan nanti


"Terimakasih aku sangat terbantu,aku pergi dulu"


Saat tiba di istana


"Saram....kauuu kauuu kenapa kau penuh luka?"


"Setiap perjalanan yang berbahaya pasti akan mendapat kan luka kaisar kalau begitu aku harus membuat obat nya ini sudah hari ke lima"


"Baiklah..."


Saram terus mengobati pangeran Hans hingga sembuh total,saat dia mulai sadar putri Damar pun datang untuk menjenguk nya.


"Hai..."


"Salam hamba kepada Putri Damar"


"Kau apa kah aku orang yang mirip dengan ku itu mengapa kau menggunakan cadar"


"Karena hamba tidak mau menyaingi kecantikan tuan putri"


"Kau ini bisa saja..."


"Putri tolong jaga pangeran sebentar akau akan mengambilkan obat nya"


"Baiklah..."


"aaaa...kepala ku sakit sekali...kauuu Damar..."


"Pangeran kau sudah sadar...apa kau mau minum"


"Ehmmmm"


"ini minum lah..."


"Damar...terimakasih...karena sudah menyelamatkan ku...bagaimana aku harus membalas mu"


"Sejak kapan aku menyelamat kan nya,aku saja baru hari ini berkunjung" cetus putri damar dalam hati


"Putri..."


"Ahh iya pangeran tidak apa apa"


Saat itu Saram berada di balik tirai tirai mendengar kan pangeran berbicara dengan putri Damar.


"Siapa di sana"


"Maaf kan aku pangeran aku mendengar pembicaraan kalian ini aku bawakan obat nya,putri bisa memberikan nya kepada Pangeran"


"Terimakasih Saram"


"Saram..."


"Hamba permisi dulu"


Saram meninggalkan Kamar Pangeran Hans sambil berlari dan dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku sudah menemukan pangeran masa kecil ku dulu tetapi kenapa dia tidak mengenali ku Selalu....selalu saja dia tidak pernah mengenali ku"


"Saram..."


"Yang Mulia Kaisar..hamba izin untuk pamit..."


"Bagaimana dengan keadaan Pangeran Hans"


"Dia sudah sadarkan diri dan dia hanya cukup istirahat beberapa hari lagi"


"Benarkah...terimakasih karena sudah merawat dan menjaga nya...ini sedikit hadiah untuk mu"


"Tidak usah Kaisar bisa melihat pangeran kembali sembuh itu saja sudah cukup bagi ku"


"Jika kau tidak menyukai uang ini..,Ambil lah lencana ini...kau sudah ku anggap sebagai bagian keluarga istana"


"Terimakasih Kaisar"


"Sebelum kau pergi aku ingin bertanya"


"Silahkan kaisar"


"Kenapa mata mu berkaca kaca"


"Hamba hanya terharu karena bahagia melihat pangeran sudah sadarkan diri"

__ADS_1


"Ehmm begitu...baiklah hati hati saat pulang"


"Ehmm..."


__ADS_2