Jodoh Dari Masa Lalu

Jodoh Dari Masa Lalu
Prolog.


__ADS_3

Hai readers, ini adalah novel pertamaku.. jadi maaf yaa kalau banyak kekurangan. Kritik dan saran bakalan aku terima dengan baik Insya Allah, semoga kalian suka yaa dengan ceritanya. Happy reading, Terimakasih.


***


Hari itu, Senin yang cerah..


Ini adalah hari kedua Dinda menginjakkan kaki di Jakarta. Kedatangannya ke Ibukota untuk melakukan interview kerja di sebuah perusahaan Sekuritas ternama di daerah Sudirman, setelah lolos pada tahap sebelumnya. Baru sekitar 2 minggu lalu, Anisa, sahabat baiknya merekomendasikan perusahaan itu kepada Dinda. Kebetulan Anisa juga bekerja di Perusahaan yang sama, Dinda merasa beruntung memiliki sahabat sebaik Anisa yang selalu siap membantu kapanpun Dinda butuh. Mereka sangat dekat, bahkan sudah seperti kakak dan adik, meskipun usia mereka hanya terpaut 1 tahun, tapi Anisa bersikap sangat dewasa dan sudah seperti kakak perempuan yang baik untuk Dinda.

__ADS_1


Singkat cerita, Dinda lolos interview dan sudah bisa bekerja mulai pekan depan. Dia sangat bersyukur karena Tuhan mempermudah jalannya melewati tahap ini, Dinda segera bergegas menelpon sang ibu untuk mengabarkan bahwa dirinya berhasil diterima kerja di sebuah perusahaan ternama. Meskipun bukan berasal dari keluarga berkecukupan, namun ibu Dinda selalu mengutamakan pendidikan anak-anaknya. Hal itulah yang membuat Dinda giat belajar dan bertekad untuk bekerja keras demi membahagiakan sang ibu juga adiknya. Dinda merupakan gadis yang cerdas, dia berhasil lulus S1 dengan predikat Summa Cumlaude hanya dalam waktu 3,5 tahun. Hal itu tentu saja menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk dirinya beserta ibu dan adiknya.


"Assalamualaikum ibu, bagaimana kabar ibu dan adik? sehat-sehat saja kan?,


Alhamdulillah Dinda lolos interview dan sudah bisa bekerja mulai pekan depan. Terimakasih yaa bu atas semua doa-doa yang ibu panjatkan, Alhamdulillah Dinda diberi kemudahan dan bisa lolos. pokoknya ibu jangan khawatir, Insya Allah Dinda akan memperbaiki keadaan ekonomi kita, biar ibu ngga perlu capek kerja keras lagi. Doain Dinda yaa bu."


"Iya bu, Dinda bakalan selalu inget kata-kata ibu. Ibu juga istirahat yang cukup dan jangan telat makan. iya, nanti Dinda sampaikan. Dinda istirahat dulu ya bu, wassalamu'alaikum" akhirnya telpon pun ditutup.

__ADS_1


Anisa yang baru pulang kerja terlihat datang dengan membawa 2 kotak makanan.


"Din, ini aku bawain makanan. Coba tebak, ini apa?" kata Anisa


"Dari baunya kayaknya nggak asing sih, mirip bau ayam bakar", jawab Dinda sembari menerima kotak dan membukanya.


"Yups, bener banget! 100 buat kamu. Ini tuh ayam bakar paling enak deket kantor, kamu harus cobain, wajib!". Akhirnya mereka berdua makan bersama. Setelah selesai makan, Anisa menyuruh Dinda mandi dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan keliling kota menggunakan MRT, kebetulan saat itu MRT baru saja diresmikan di Jakarta.

__ADS_1


Dinda sangat antusias dan bergegas mandi, sementara Anisa merebahkan diri di sofa sembari menggu Dinda selesai mandi dan bersiap untuk pergi bersama.


__ADS_2