Jodoh Dari Masa Lalu

Jodoh Dari Masa Lalu
Bagian 12


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Hari ini Elin tengah bersiap-siap untuk ke kota SS, karena ia akan melanjutkan pendidikannya di sana. Ia juga ingin melupakan semua kenangan buruk yang ada di sini, melupakan seseorang yang ia cintai namun telah menorehkan luka yang mendalam juga.


Elin juga sengaja tak memberi kabar tentang keberangkatannya ke Kota SS itu. Entahlah apa yang dipikirkan Elin itu yang jelas sekarang dia butuh situasi yang baru untuk melupakan semuanya. Tapi bukan berarti Elin tak menyanyangi sahabatnya itu, ia sangat menyanyangi mereka namun Elin sendiri bingung jika harus mengatakan kalau ia akan pindah ke sana bersama keluarganya.


Ya, mereka semua akan pindah ke Kota itu karena alasan masing-masing. Jika sang Bunda memang akan ikut Elin ketika sang anak mengatakan ia akan kuliah di Kota itu dan sang Bunda harus ikut Elin tinggal disana. Tapi disana bunda Wati juga akan memulai usahanya yaitu membuka sebuah rumah makan dengan dibantu sang adik-adiknya sebagai modal dan bunda Wati janji akan mengembalikannya jika usahanya sudah maju. Berbeda dengan sang Ayah karena tiga hari sebelum keberangkatan Elin, Sang ayah mendapat tugas dari bosnya untuk mengelola Supermarket milik bosnya yang disana jadi beliau pun dengan senang hati menerimanya karena di sana juga sang putri sulung melanjutkan pendidikan tak perlu berjauhannya dengannya. Walau ayah Dirman hanya karyawan kelas bawah tapi bos nya itu sangat percaya padanya karena kinerjanya yang bagus dan juga jujur, serta teliti dan cekatan. Sedangkan sang adik akan ikut kemana keluarga mereka pergi karna tak mungkin Nadya tinggal sendiri di rumah apalagi sang adiknya itu penakut.


Saat ini, ia masih dikamar memeriksa semua barang yang akan dibawa. Ada rasa berat di hati meninggalkan rumah ini tapi mau bagaimana lagi, ia harus melanjutkan pendidikannya.


'' sayang udah semua?'' tanya Bunda Wati saat sudah masuk ke kamar Elin


'' udah bunda '' jawab Elin


'' yaudah yuk keluar nanti kamu kesiangan ''


'' iya bunda''


Mereka keluar dari kamar menuju ke ruang tamu, dimana semua keluarga sudah berkumpul disana untuk mengantar Elin. Setelah semua siap mereka mulai menaiki mobil yang akan membawa mereka ke Kota SS. Mobil pun mulai meninggalkan pekarangan rumah Elin, di dalam mobil semua nampak hening tanpa ada yang bersuara hingga ayah Dirman memulai pembicaraan di sana.


'' Nak kamu sudah beritahu teman-temanmu?'' tanyanya menoleh ke orang yang di tanya


'' belum yah, tapi mereka sudah tau kalau aku kuliah di sana ''


'' sebaiknya kamu kasih tau mereka kalau kita pindah kesana '' ucap Ayah Dirman


'' iya yah''

__ADS_1


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan. Terlihat rumah satu lantai berbeda dengan rumah Elin yang lama, rumah yang akan di tempati Elin dan keluarganya memang hanya lantai satu tapi terlihat cukup luas. Rumah ini di beli dengan uang tabungan Ayahnya dan dibantu oleh om-omnya Elin.


Mereka mulai masuk ke dalan rumah tersebut dan duduk dikursi yang berada di ruang tamu. Sudah dua jam mereka duduk disana bersama kelurga dan sekarang keluarga besar Elin pamit pulang karena besok sudah menjalani aktivitasnya masing-masing. Setelah semua pulang keluarga Elin langsung memasuki kamar mereka masing-masing.


...****************...


Suara adzan subuh yang berkumandang mampu membangunkan seorang gadis yang sedang bergelung dengan selimut dikamarnya dan perlahan membuka matanya yang terpejam. Sedikit demi sedikit mata itu mulai terbuka, dan setelahnya ia beranjak duduk kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam.


Satu jam berlalu, kini Elin sudah rapi dengan pakaian santainya. Ia berjalan keluar menuju ke dapur untuk membantu sang Bunda.


'' bun Elin bantuin ya '' tawar Elin


'' iya nak ''


'' Bunda mau masak apa? '' tanya Elin


'' ayah mana bun ''


'' ayah lagi siap-siap buat ke Supermarket tempat kerja yang baru''


'' owh, kalau Nadya? ''


'' sama lagi bersiap berangkat ke sekolah barunya ''


Mereka mulai memasak menu hari ini, terlihat cekatan sekali Bunda dan anak satu ini. Sekarang giliran Elin membuat menu kesukaannya yaitu nasi goreng karena Elin tak begitu suka rendang. sudah beberapa menit akhirnya selesai juga urusan dapur. Kini mereka tengah menyajikannya di meja makan, saat tengah menyajikan Nadya datang menghampiri.


'' bun sarapannya sudah siap?'' tanya nadya yang sudah duduk di meja makan

__ADS_1


'' sudah sayang, tapi makannya nunggu ayah sebentar lagi juga turun '' jawab bunda wati


'' iya bunda''


'' owh iya dek, hari ini hari pertama kamu belajar di sekolah kamu, belajar yang rajin dan jangan nakal '' ucap bunda wati


'' siap bunda, adek akan belajar yang rajin ''


'' nah itu baru anak ayah '' ucapnya yang sudah berjalan mendekati mereka


'' hehe iya yah'' kekeh Nadya


Mereka mulai menyantap sarapannya masing-masing dengan sedikit diselingi canda tawa yang disebabkan oleh tingkah sang ayah. Setelah selesai Ayah Dirman berangkat ke Supermarket dan Nadya berangkat ke sekolah. Sedangkan Bunda Wati dan Elin dirumah untuk membersihkan rumah mengingat mereka baru pindah, lagipula Elin sedang tidak ada kegiatan apapun.


'' bunda kapan mulai buka warung makannya? '' tanya Elin disela-sela cuci piring


'' mungkin satu minggu lagi kak, sekalian cari tempatnya'' jawab bunda yang masih membersihkan peralatan dapur


'' owh iya bunda'' ucapnya sembari manggut-manggut


'' bun kakak mau cari kerja ya, itung-itung ngisi waktu luang bolehkan ?'' tambahnya


'' kalau soal itu nanti kakak tanya ayah saja ya, kalo bunda sih gak masalah yang penting kamu gak lupa sama kewajibanmu kuliah sayang'' ucap bunda wati lembut dan penuh cinta


'' oke bunda, nanti kakak coba tanya ayah ''


Setelah urusan dengan cuci piring dan bersih-bersih dapur sekarang Elin sedang mencuci baju sedangkan Bunda berniat ke pasar karena harus mengisi stok kulkas dengan berbagai isi didalamnya. Sebenarnya Elin ingin menemani sang Bunda ke pasar namun ia urungkan karna lebih baik ia mengerjakan pekerjaan lain yang ada dirumah dan kebetulan pakaian kotor juga lumayan jadi ia memutuskan mencuci pakaian saja sembari mendengarkan musik kesukaannya.

__ADS_1


Sedang Bunda kini sudah menaiki taxi menuju ke pasar, tak berselang lama Bunda Wati sudah tiba di pasar terdekat dari rumahnya. Dengan cepat Bunda Wati turun setelah membayar tagihan taxinya, kemudian melangkah masuk ke pasar. Selain ke pasar untuk belanja sebenarnya Bunda Wati ingin mencari penjual yang bisa ia jadikan langganan untuk ia belanja ketika sudah membuka warung makannya, jadi ceritanya Bunda Wati itu mau survei langsung ke pasar agar tahu mana yang bagus dan yang tidak.


__ADS_2