
“Assalamualaikum Elin gue dah datang” teriaknya kencang setelah turun dari motonya
“Waalaikumussalam, haiss gak usah teriak-teriak juga kali” ucap Elin kesal
“hehehe, yaa maaf” ucap Mira sambil cengengesan
“ udah ah, Yuk ah berangkat nanti telat” ajak Elin
“ hayuuk” sahut Mira
Mira dan Elin mulai mengendarai sepeda motornya meninggalkan pekarangan rumah Elin menuju kampus dengan kecepatan sedang. Sesampainya dikampus mereka langsung menuju ke ruangan masing-masing.
“Mir gue langsung ke ruangan ya” pamit Elin
“oke, gue juga mau langsung ke ruangan” kata Mira
......................
Di ruang Mira tepatnya ruangan jurusan anak-anak Desainer lantai 3
“Mira” sapa seorang laki-laki ramah
“oh, hai” ucapnya pada laki-laki tersebut
“ boleh duduk disini” tanyanya pada Mira
“duduk aja lagi” jawab Mira
“Owh ya Mir, gue mau tanya dong sama tentang temen lo yang jurusan kedokteran itu ” ucap laki-laki itu
“oh, Elin maksud lo” tebak Mira yang dijawab anggukan kecil oleh laki-laki itu. “eh, wait..wait lo suka sama dia” tanya Mira
“ hehehe....belum tau juga sih suka atau gaknya yang jelas gue kagum dan ada rasa pengen dekat aja sama dia” ucap Mirza
Ya, laki-laki yang ingin mendekati Elin adalah Mirza, teman satu jurusan Mira bahkan mereka satu kelas. Selama beberapa minggu ini Mirza selalu memerhatikan Elin secara diam-diam dan saat ini ia sudah memberanikan diri untuk mencari tahu sosok Elin pada Mira.
...----------------...
Disekolah
Angga tengah duduk ditaman sekolah dan tampak ia sedang melamun, entah apa yang ia lamunkan itu. Hingga ia tersadar ketika ada suara seseorang dari arah samping.
“Lo ngapain disini ngga” tanya Dimas mendekat ke arah Angga
“gak apa-apa, Cuma lagi ingat seseorang aja” jawab Angga
“Elin?” tanyanya pada Angga
“hmm iya,,, ternyata gue udah jatuh cinta sama dia, jujur gue nyesel banget dan ingin sekali bertemu dengannya” ucap Angga menunduk
__ADS_1
“makanya jadi cowok itu jangan jual mahal, lo sih waktu dia ngejar-ngejar lo malah dicuekin eehh giliran orangnya gak pernah nongol lagi kangen” ucap Dimas geram dengan tingkah sahabatnya itu
“ya gue juga gak tau kenapa” ucapnya sendu
“yaudahlah lo berdoa aja kalo kalian jodoh pasti akan bertemu dan dipersatukan” kata Dimas sok memberi motivasi pada sahabat kampungnya
“hmm” ditanggapi dengan deheman singkat
Serasa sudah tenang dengan pikirannya, mereka berdua beranjak menuju ke kelasnya. Ketika sudah ada didalam kelas Angga langsung mendudukkan bokongnya pada salah satu kursi disana.
Tiga jam sudah pelajaran berlangsung, kini saatnya semua siswa pulang kerumah tak terkecuali Angga. Dan sekarang Angga tengah berada di parkiran motornya dan menaiki kemudian mulai menjalankan motor kesayangannya menuju rumah.
Lima belas menit kemudian, sampailah seorang pemuda turun dari motornya setelah itu ia langsung masuk setelah mengucap salam. Namun, saat masuk ia tak menemukan orang tuanya bahkan adik-adiknya tak terlihat.
“pada kemana sih, gok sepi” gumamnya sembari berjalan menuju kamarnya
Tapi saat sampai tengah tangga, ia berpapasan dengan sang Mama yang hendak turun dengan pakaian rapi.
“eh anak mama udah pulang ternyata?” tanya mama
“udah Ma, mama mau kemana? Tumben rapi banget” tanyanya balik pada sang Mama
“ biasa kak, mau arisan dulu sama yang lain” jawab sang Mama santai
Tanya berkata apapun lagi, Angga langsung bergegas pergi menuju kamarnya. Dan sesampainya di kamar ia langsung melepas seragam sekolahnya setelah itu langsung masuk ke kamar guna membersihkan tubuhnya yang lengket. Selang dua puluh menit terlihat pemuda yang keren sambil tangannya mengerikan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
...****************...
Setelah selesai dengan urusan mandi, kewajibannya, dan mengganti pakaian olahraganya karena hari ini rencananya ia ingin lari pagi, walau dalam keadaan apapun Angga tak pernah melewatkan aktivitas paginya itu.
Angga keluar dari rumah mulai berlari mengelilingi lapangan alun-alun kota dua putaran. Serasa cukup ia beristirahat sejenak untuk memulihkan energinya sembari meminum air putih yang ia bawa tadi. Disaat dirinya tengah duduk melamunkan hidupnya, tiba-tiba
“Angga” panggil seorang wanita yang semakin mendekat kearah Angga
Merasa dipanggil namanya, ia pun menoleh ke sumber suara dan nampaklah seorang wanita yang sudah cukup ia kenal karena yang menghampirinya yaitu Risha teman satu kelasnya.
“eh, hai Ris” jawabnya pada Risha
“kamu lari pagi disini” tanyanya pada Angga
“Iya” jawabnya singkat
“oh ya Ris gue duluan ya, mau siap-siap berangkat” lanjutnya
Tanpa menunggu jawaban dari Risha, Angga berlalu pergi meninggalkan Risha yang tengah menatapnya sendu.
“kenapa ya, kok gue ngerasa Angga mulai jaga jarak sama gue dan kelihatannya dia juga membatasi dirinya dengan wanita manapun” monolognya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Dikampus Elin
Saat jam menunjukkan pukul satu siang kini Elin dan Mira berada di kantin kampus dan tak lupa disana ada teman Mira juga yaitu Mirza. Yang katanya suka sama Elin tapi belum berani menyatakannya. Selama menunggu pesanan mereka datang, mereka bertiga asik mengobrol, senda gurau, dan tak jarang juga saling mengecek walau hanya ejekan bercandaan. Hingga tiba-tiba ada seorang pemuda yang mendatangi mereka.
“hai Lin” sapanya
“eh, hai kak Nabil” sahut Elin
Ya, laki-laki itu adalah Nabil Sanjaya, termasuk anak yang berada karena ayahnya adalah pemilik perusahaan properti terbesar dikota tersebut yaitu Jaya Group. Nabil merupakan mahasiswa semester lima seniornya Elin. Nabil juga termasuk mahasiswa yang banyak diidolakan oleh para gadis di kampus itu, tapi sahabatnya Nabil tau bahwa ia jatuh hati pada gadis sederhana dikampus mereka tepatnya mahasiswa baru alias semester satu.
“Lin bisa minta waktunya sebentar” pintanya pada Elin
“bisa kak, ada apa?” tanyanya pada Nabil
“Elin ada hal yang ingin aku bilang sama kamu, aku bukan tipe laki-;laki yang pandai merangkai kata cinta tapi aku hanya ingin kamu tahu bahwa jatuh cinta sama kamu dari awal kita bertemu. Dan sekarang aku ingin menyatakan perasaanku padamu, Elin maukah kamu menjadi kekasihku..”ucapnya yang sudah menggenggam erat kedua tangan Elin
Deg
Apa yang harus aku lakuin, aku harus jawab apa sekarang. Apa ini saatnya untukku melupakan Angga secara perlahan. Jika iya maka buatlah aku mencintai laki-laki yang menggenggam tanganku ini Ya Allah, jangan Engkau biarkan aku menyakitinya. Batin Elin
Elin terdiam cukup lama, hingga akhirnya ia telah memantapkan hatinya yang sudah menemukan jawaban untuk laki-laki yang baru saja menyatakan cinta padanya.
“iya kak, aku mau” mengangguk pelan
“serius Lin” tanyanya memastikan apa yang ia dengar itu tidak salah
“iya kak” jawabnya ulang
Aku harus bisa mencintai kak Nabil. Yakinnya dalam hati
Bagai disambar petir disiang bolong dan badanya langsung tak bertulang setelah mendengar ungkapan seniornya itu bagi Mirza, bagaimana tidak wanita yang ia cintai sekarang sudah menjadi kekasih orang lain. Rasanya sakit dan hancur berkeping-keping, andai saja ia lebih dulu mengenal Elin pasti sekarang yang menjadi pacarnya adalah dirinya bukan seniornya itu tapi semua itu hanya tinggal harapan saja.
“Lin terima kasih,,terima kasih kamu mau terima cinta aku”ucapnya sambil memeluk Elin dengan erat yang hanya dijawab anggukan saja olehnya.
"aku janji Lin, aku akan selalu buat kamu bahagia" ucap Nabil dengan menangkup wajah Elin dengan kedua tangannya
'' iya kak'' ucap Elin
Maaf ya semua kalau ceritanya bosenin dan gak bermutu
Karna aku juga sedang belajar
Dan mohon kritiknya untuk karnya ku ini ya
__ADS_1
Terima kasih