
****
"Aku capek banget Nis, ternyata melewati jalanan Jakarta yang selalu penuh tuh bikin badan pegel semua yaa", ucap Dinda sembari merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Kamu belum terbiasa aja Din, nanti lama-lama juga ngga bakalan ngerasa secapek itu kok, dulu pertama kali aku tinggal di Jakarta juga gitu." jawab Anisa.
Senin pagi yang cerah..
__ADS_1
Matahari sudah mulai menampakkan diri, ini adalah hari pertama Dinda masuk kerja, ia sangat bersemangat. Sudah sejak subuh, Dinda sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi ke kantor. Selepas sholat subuh, ia bergegas menyiapkan baju, tas dan sepatu yang akan ia gunakan ke kantor hari ini. Sementara Anisa hanya bisa tersenyum bahagia melihat sahabat baiknya yang antusias untuk memulai perjalanan baru dalam hidupnya, menjadi seseorang yang punya pekerjaan bagus dan bisa meraih segala mimpinya. Nisa selalu berdoa agar sahabatnya itu selalu diberikan kebahagiaan, karena sejak kecil ia tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ayah, dan harus hidup hanya bertiga dengan Ibu dan adiknya.
Nisa tau betul segala suka duka yang telah dilewati oleh Dinda selama ini, hanya satu hal yang dia inginkan 'melihat Dinda bahagia dan bisa mewujudkan segala impiannya serta membuat Ibu dan adiknya bangga', Nisa begitu menyayangi Dinda dan sudah menganggap Dinda seperti adik kandungnya sendiri.
Hari pertama masuk kerja berjalan lancar, Dinda diperkenalkan dengan lingkungan kantor dan teman-teman 1 divisinya, beruntung ia bisa cepat beradaptasi dan juga teman-teman satu divisinya pun mayoritas baik dan welcome.
Hari pertama kerja pun berakhir, Dinda dan Nisa segera bergegas pulang, sesampainya di kostan, mereka merebahkan diri diatas sofa sekedar untuk melepas penat. Tiba-tiba muncul notifikasi di akun instagram Dinda, seseorang yang tak ia kenal menulis sebuah komentar di salah soto foto di feed ig Dinda. Ia membuka notifikasi dan mencoba membacanya.
__ADS_1
Lalu Dinda mencoba membuka profil instagram si orang misterius itu, dan setelah diperhatikan, ia baru ingat bahwa itu adalah orang yang sama, si pemain futsal yang waktu itu sempat bertatap muka dengannya di turnamen futsal. Dinda terkejut, bagaimana mungkin pria itu bisa menemukan aku instagramnya? bagaimana bisa pria itu tau namanya? beberapa pertanyaan muncul di otak Dinda, tapi dia memutuskan untuk reply komentar pria itu.
"Iya benar, tapi bagaimana bisa kamu tau akun instagram ku? kita bahkan tidak saling mengenal." tulis Dinda.
"Panjang ceritanya, boleh aku minta pin BBM mu?" jawab pria itu.
Dinda memutuskan untuk tidak menjawab lagi, dia bergegas mandi dan makan setelah itu. Saat sedang asyik melahap makanannya, tiba-tiba ada notifikasi di BBM nya, seseorang telah men-invite pinnya.. ia pun acc, dan muncul lah profil pict dari pin tersebut. Betapa terkejutnya Dinda, karena dia adalah orang yang sama dengan yang komentar di akun instagram dirinya. Lagi-lagi Dinda tak habis pikir, bagaimana mungkin pria itu mendapatkan pin BBM nya sedangkan mereka tak saling mengenal, pria itu bahkan tidak tau nama Dinda.
__ADS_1
Tiba-tiba ada chat masuk, yaa.. chat dari si pria yang sama.
"Hai, kenalin namaku Dhani. Namamu Dinda kan? maaf aku lancang karena tiba-tiba invite pinmu, aku tau nama kamu dari sepupuku dan mengenai bagaimana aku tau akun instagram mu, karena aku mencarinya sendiri. Awalnya aku cari di Facebook, tapi saat kutemukan akunmu, ternyata sudah tidak aktif sejak lama, akhirnya aku mencari di instagram dan ketemu, aku perhatikan fotomu satu persatu untuk meyakinkan bahwa itu beneran kamu, jadi bolehkah aku berkenalan denganmu?".