
Tak terasa sudah tiga bulan lamanya Elin bekerja di Restaurants itu, kedekatannya dengan Mira pun semakin lengket dan keduanya mulai terbuka satu sama lain. Saat ini keduanya tengah berada di sebuah toko perlengkapan sekolah guna mencari barang yang akan dibawa besok saat kuliah.
Ya, Elin dan Mira sudah mulai masuk kuliah sejak satu bulan yang lalu. Mereka kuliah di tempat yang sama hanya jurusannya saja yang berbeda. Mira mengambil jurusan Desainer, sedangkan Elin mengambil jurusan Kedokteran, walau begitu pertemanan yang baru terjalin selama tiga bulan itu tak renggang sama sekali bahkan kini terlihat semakin lengket.
“Lin, lo udah dapat barang yang dicari?” tanya Mira tanpa menatap Elin, hanya fokus mencari barang yang ia cari
“belum Ra, ini masih nyari” jawab Elin sembari matanya lekat meneliti tempat itu setiap sudut. “lo sendiri udah dapat belum?”tanyanya balik
“belum juga, masih nyari” sahut Mira
“ah....akhirnya ketemu” pekik Elin gembira
“udah nemu aja lo” ucap Mira dengan terkekeh kecil
“hehehe iya lah, lo udah belum?” tanyanya lagi
“belum nih, apa udah habis ya” ucapnya dengan wajah lesu
“lo cari lagi, gue bantuin” ucap Elin
“oke” sahut Mira
Mereka berdua terus mencari barang yang dicari Mira, semua ruangan sudah mereka telusuri hingga mereka kini berada di paling pokok tempat itu. Mira rasanya sudah mulai putus asa sebab ini bukan toko pertama yang ia kunjungi tapi barang tersebut tidak ada. Hingga pandangan Elin tertuju pada sebuah benda yang berada di paling pojok belakang.
“Mir, coba deh lo liat itu bukannya barang yang lo cari kan?” ucapnya dengan mengangkat tangannya guna menunjuk barang itu dengan telunjukknya
“mana” sahut Mira yang mengikuti jari telunjuk Elin dan kini matanya tengah berbinar menatap barang tersebut
“ahhh... bener Lin, ini barangnya. Akhirnya ketemu juga” ucapnya senang
“udah kan dapet, yuk kita ke kasir setelah itu pulang. Badan aku capek banget dan besok ada kuliah pagi” ucap Elin yang memang merasa tubuhnya sangat capek dan pegal-pegal
“siap bos” kekehnya kemudian tangannya mengambil barang tersebut
__ADS_1
Setelah melakukan transaksi dengan pihak kasir, kini keduanya tengah berada diparkiran motor. Kemudian Mira mulai menjalankan motornya meninggalkan tempat itu menuju rumah Elin, ya semenjak mereka berteman. Mira sering sekali antar jemput Elin kemanapun, entah itu saat ke kampus atau ke tempat kerja bahkan ketika mereka jalan-jalanpun masih sama. Motor yang dibawa Mira terus melaju dengan kecepatan sedang karena memang kondisi yang sudah malam, jadi ia mengendarainya dengan kecepatan sedang karena takut terjadi sesuatu.
“Lin besok gue jemput seperti biasa ya” ucapnya sedikit teriak karena saat ini mereka ada diatas motor
“apa?” tanyanya ketika ia mendekatkan helmnya ke helm Mira karena ia tak mendengar apa yang dikatakan Mira.
“Lo bilang apa gue gak denger Mir?” tanyanya agar Mira mengulangi ucapannya tadi
“Lo besok gue jemput” ucapnya lagi teriak
“okeyy” serunya sembari menyalakan mesin notornya
Selang beberapa menit, motor yang dikendarai Mira pun masuk kedalam pekarangan rumah milik Elin. Elin turun dari motor tersebut setelah motor itu dimatikan oleh sang pengendara.
“Lo mau mampir dulu gak?” tanya Elin yang sudah berdiri disamping Mira
“gak, langsung pulang dah malam juga” jawab Elin
“oke kalo gitu” ucap Elin
“iya, hati-hati dijalan, jangan ngebut, nanti gue sampein salam Lo” balas Elin
“oke siyap, gue jalan bye”ucapnya sebelum menjalankan motornya keluar dari pekarangan rumah Elin
......................
Ditempat lain terlihat seorang laki-laki sedang termenung
Seorang laki-laki yang kini tengah memandang indahnya bulan ditengah malam di balkon kamarnya, memikirkan seseorang yang mengganggu pikirannya selama beberapa bulan ini. Seorang wanita yang ia sakiti perasaannya, yang ternyata sudah memasuki ruang hatinya dan juga hidupnya.
“gue nyesel udah bilang hal itu ke lo Lin, gue berharap lo mau maafin gue Lin, gue salah..maaf” gumamnya pelan dengan isak tangisnya
Sudah hampir empat bulan lamanya, ia mencoba untuk menghubungi Elin untuk meminta maaf tapi naas Elin yang mengganti nomor teleponnya tak bisa dihubungi. Teman-teman Elin sudah ia datangi tapi tak ada yang tau dimana Elin sekarang karena memang mereka tak diberitahu Elin dan seandainya tahu pun mereka enggan untuk memberitahunya.
__ADS_1
“Lin aku mencintaimu” gumamnya pelan yang terdengar ada nada penyesalan karna ia hanya bisa mengatakan sekarang saat sang pemilik hati pergi dengan rasa sakit hati yang ia torehkan
gue telat menyadari perasaan gue sendiri
gue telat memahami apa yang ada di hati gue
gue telat menyadari bahwa lo seseorang yang sangat
berharga dihidup gue
lo dimana Lin
gue disini sangat merindukanmu
maafff Lin
Batin Angga dengan perasaan berkecamuk di dalam dadanya mengingat apa yang sudah ia katakan pada pujaan hati.
Menyesal? Ya Angga menyesal saat ini, jika waktu bisa diulang ia ingin sekali mengulang waktu itu agar tak menyakiti hati Elin. Ia bingung harus bagaimana. Apa ini kamar untuknya? Karna telah menyakiti perasaan orang lain karena perkataannya.
Ya Allah aku pasrahkan semua padamu, aku yakin jika dia memang jodohku pasti kami akan bersatu sesuai dengan jalan yang engkau atur.
Setelah puas menatap rembulan dengan pikirannya sendiri, kemudian ia kembali masuk ke dalam kamarnya karna kini memang sudah sangat larut dan ia harus tidur agar besok tak kesiangan berangkat sekolah.
Laki-laki itu pun masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri sebelum tidur dan setelahnya ia mulai masuk menyeruak ke dalam selimut untuk memasuki dunia mimpi dan benar saja tak berlangsung lama ia langsung terlelap.
...****************...
Sinar pagi masuk melalui jendela kamarnya, menembus korden biru yang terpajang di depan jendela membangunkan seorang perempuan yang terlelap dari dunia mimpinya.
“eeeengh, sudah pagi ternyata” gumamnya kemudian beranjak dari kasur menuju kamar mandi
Selang satu jam, gadis itu sudah siap dengan pakaian kampusnya yang kini berada diteras depan rumah sembari menunggu sahabatnya itu yang tak kunjung datang. Hingga selang 20 menit terlihat motor yang berhenti di pekarangan rumahnya dan nampaklah seorang gadis yang ia tunggu satu jam lamanya.
__ADS_1
“Assalamualaikum Elin gue dah datang” teriaknya kencang setelah turun dari motornya