Jodoh Dari Masa Lalu

Jodoh Dari Masa Lalu
Bagian 7


__ADS_3

#Flasback On


Seorang gadis lari-lari dari parkiran menuju ruang ujiannya karena bel masuk sebentar lagi berbunyi. Mau tidak mau ia harus ikut lomba lari dengan bel masuk. Saat sudah masuk, ia tak perlu pusing-pusing lagi mencari tempat duduk karena setiap ujian, ia selalu duduk di depan Laras dan dengan cepat mendudukkan bokongnya ke kursi sembari menetralkan nafasnya yang tersengal- sengal.


Setelah nafasnya sudah tenang, ia langsung mengeluarkan peralatan ujiannya. Ketika hendak menoleh kearah temannya Laras, tiba-tiba suara seseorang mengagetkannya


'' maaf kak, saya boleh meminjam bolpoinnya?''tanya orang itu hingga membuatnya langsung menoleh kesumber suara


Betapa terkejutnya saat melihat wajah tampan disebelahnya itu tengah tersenyum, sesaat Elin terpesona dengan wajah tampannya itu namun seperdetik kemudian ia tersadar. Begitu juga dengan laki-laki itu, ia terpesona melihat kecantikan wanita disampingnya itu walau hanya dengan make-up natural.


'' eh, ah, apa tadi'' tanyanya gugup


'' boleh saya pinjam alat tulisnya, saya lupa membawa bolpoin'' tanyanya lagi masih tersenyum manis hingga yang melihatnya pun terpesona


'' ah iya boleh, bentar'' menngambil bolpoin cadangannya. ''owh iya tapi bahasanya gak usah formal biasanya aja'' sembari menyerahkan bolpinnya


'' baiklah kak'' menerima bolpoin yang disodorkan Elin


'' gak usah panggil kak, panggil Elin aja '' ucapnya sambil tersenyum


Riyan yang melihat senyum manis, gadis di sampingnya itu pun jantungnya langsung berdegup kencang.


gila ni jantung kaya mau lompat dari tempat persembunyian. batinnya masih menikmati senyum manis Elin dan dipandangnya lekat-lekat wajah manis Elin.


Bel masuk berbunyi menyadarkan Riyan dari lamunannya. Dan tak berselang lama pengawas pun masuk ke ruang ujian. Setelahnya seperti biasa membagi soal dan lembar jawab pada peserta ujian.


Setelah satu jam setengah, akhirnya Elin selesai mengerjakan soalnya dan keluar dari ruangan tersebut. Sembari menunggu teman-temannya, ia duduk dibebatuan di bawah pohon rindang yang berada di tengah lapangan sekolah. Saat sedang fokus dengan bukunya, ia dikagetkan dengan suara seseorang


'' hai, boleh duduk disini?''


'' duduk aja ''


'' emm, owh iya kita belum kenalan kan'' ucapnya sambil duduk disebelah Elin


'' owh bukannya tadi kamu udah tau nama aku'' sahut Elin yang tak memandang orang disebelahnya


'' iya, tapi kamu belum tau nama aku kan''


'' aku udah tau, nama kamu Riyan kan?'' melirik Riyan sekilas kemudian kembali fokus pada bukunya


'' kamu udah tau, padahal aku belum memperkenalkan diri''


'' tak perlu, kan nama kamu udah ada di meja tempat kamu duduk tadi juga terpampang dengan dijelas di kertas yang tertempel di jendela ruangan dan juga aku lihat di name tag kamu, yaa jadi tidak perlu memperkenalkan diri'' masih fokus pada bukunya

__ADS_1


'' owh pantes, tadi kamu nggak nanya nama aku''


'' hmmm''


Hening tak ada satu pun yang mulai pembicaraan


'' Lin hayuk ke kantin udah ditunggu yang lain'' ucap Riya sembari mendekat kearah Elin


'' eh udah pada keluar semua?''


'' iya, ayuk''


'' oke.... owh iya Yan aku duluan '' pamitnya pada Riyan kemudian merenggang pergi dari sana


kenapa aku jadi nyaman yaa, ada didekatnya dan jantungku selalu berdegup kencang seperti ini, gumamya pelan sambil memandang punggung Elin yang sudah mulai menjauh


Saat ini, Elin dan teman-temannya sudah ada dikantin dan mereka duduk dibangku paling pojok.


'' eh Lin tadi siapa cowok yang duduk sama kamu'' tanya Vivi penasaran pasalnya Elin memang jarang dekat dengan cowok


'' yang mana?'' tanyanya memandang Vivi


'' itu loh yang pas kamu duduk dilapangan bawah pohon tu''


'' owh itu... Riyan namanya, dia yang duduk bareng aku saat ujian''


''hmmm'' memandang Vivi. ''eh wait kamu suka sama dia'' heran karena Vivi senyum-senyum dari tadi


'' iya, kalo bisa dibilang itu cinta pandangan pertama''


'' serius kamu suka sama dia'' memastikan kebenarannya lagi


'' iya beneran beb''


'' Lo gak cari tau dulu Vi, tu cowok punya pacar apa nggak. Takutnya kalo dia punya pacar lo yang sakit hati'' ucap Laras yang takut kalo cinta temannya ini bertepuk sebelah tangan apalagi Vivi dan Riyan tak saling kenal satu sama lain


'' benar tu yang dibilang Laras, apalagi kalian nggak kenal sama sekali'' timpal Naja


'' ya maka dari itu Elin harus kenalin gue sama tu cowok, gampang kan '' seloroh Vivi dengan santai


'' Lo kenalan sendiri aja Vi, lagian gue juga gak deket sama dia dan juga kalo misal lo gak jadi sama dia gue gak ngerasa bersalah'' kata Elin yang takut nantinya tak sesuai dengan harapan temannya ini


'' ya Lin tolongin gue dong, lo gak kasian liat juga jomblo terus'' rengeknya

__ADS_1


'' bukan gitu Vi,, tapi-'' belum sempat menjelaskan ucapannya terpotong karena Vivi langsung menimpalinya


'' gue gak terima penolakan ya Lin'' tegasnya


huuffft


Elin menarik nafas dalan dan menghembuskannya dengan kasar mendengar ucapan Vivi. Elin tau Vivi anaknya keras kepala, dia tak mau mendengarkan omongan orang lain apapun yang menjadi kehendaknya harus ia penuhi.


''baiklah gue usahain, tapi gue gak janji ya''


''oke'' ucapnya semangat


'' yaudah kita ke kelas lagi yuk bentar lagi masuk'' ucap mita yang sudah beranjak dari duduknya


'' yuk '' kata mereka serempak


Mereka meninggalkan kantin dan menuju ke kelas masing-masing, karena saat ujian mereka beda ruangan. Saat ini Elin sudah masuk kedalam kelasnya dan dia melihat disana ada Riyan yang tengah ngobrol dengan temannya.


Elin berjalan menuju tempat duduknya dengan santai dan sesekali tertawa karena ulah sahabatnya itu. Sampailah ia di meja nya dan ia langsung duduk tanpa memperdulikan Riyan dan setelah duduk ia memutar tubuhnya ke belakang menghadap Laras.


'' Ras gimana hubungan lo sama Rama?'' tanya Elin saat sudah menghadap Laras


Rama adalah pacar Laras, mereka sudah menjalin hubungan selama satu tahun terakhir ini.


'' gue belum cerita sama lo ya tentang Rama? bukannya menjawab pertanyaan Elin, ia malah balik bertanya


'' belum, emang cerita apa?'' ucapnya penasaran


'' jadi Rama itu lagi deket sama cewek satu sekolahnya'' dengan wajah yang berubah sendu


'' lalu?''


'' ya gue sih belum tau hubungan mereka itu apa, tapi gue gak suka Rama terlalu deket sama dia bahkan kemarin Rama main kerumahnya'' sambil menahan air mata yang hendak keluar


'' lo tau siapa cewek itu?''


''ya, namanya dina''


''terus sekarang lo mau gimana?''


'' belum tau Lin, gue sayang sama Rama tapi gue takut kalo Rama ninggalin gue'' suaranya terdengar gemetar karena ia sedang menahan sesuatu agar tak keluar


'' udah jangan sedih, kalo kalian jodoh aku yakin pasti akan bersatu nantinya'' menenangkan temannya agar tak sedih

__ADS_1


Sebenarnya Elin tak tega melihat temannya itu sedih karena pacarnya tapi Elin juga tak mau ikut campur terlalu jauh soal hubungan percintaan sahabatnya itu. Bukan masalah tak peduli, tapi Elin hanya menjaga privasi sahabatnya itu karena Elin tau sedekat apapun mereka tetap punya privasi sendiri yang menurutnya harus dijaga.


Elin hanya akan membantu masalah percintaan sahabatnya ketika diminta tolong saja, kalo dia tak dimintai tolong maka ia tak akan ikut campur.


__ADS_2