Jodoh Dari Masa Lalu

Jodoh Dari Masa Lalu
Bagian 17


__ADS_3

Seorang gadis dengan jas putih sedang memeriksa pasiennya dengan senyum di wajahnya. Walau terlihat letih karena banyaknya pasien yang ia tangani tapi itu tak menjadi alasannya untuk mengeluh bahkan terlihat senyum diwajahnya tak pernah pudar. Elin seorang dokter kandungan sejak dua tahun yang lalu, ia berhasil mewujudkan cita-citanya tentunya tak lepas dari doa dan dukungan orang tuanya.


Setelah pasiennya keluar dari ruangan pemeriksaan, Elin mengambil nafas pelan dan menghembuskannya dengan kasar. Hari ini rasanya lelah sekali bagi Elin, dari pagi sampe sore tak ada jeda, hanya jeda makan siang dan sholat saja. Ia pun melihat buku agendanya untuk memastikan apakah masih ada pasien atau tidak. Dan keberuntungan ada padanya, karena setelah pasien tadi tak ada pasien lagi yang artinya ia akan pulang dan istirahat dirumahnya yang nyaman.


Elin mulai berkemas untuk pulang dan tak lupa tentunya sudah menghubungi sang kekasih untuk menjemputnya. Setelah itu, ia melangkahkan kakinya keluar ruangan dan mulai menyusuri lorong rumah sakit. Sampai ia sudah di depan rumah sakit untuk menunggu kekasihnya dan tak lama mulai terlihat mobil putih yang berhenti tepat dihadapannya. Siapa lagi kalo bukan mobil sang kekasih dan tanpa menunggu lama ia segera masuk ke dalam mobil.


“Selesai cepat hari ini?” tanya Nabil pada sang kekasih


“iya, alhamdulillah mau istirahat dirumah capek banget mas” jawab Elin yang tengah memasang selt beltnya


“Iya, aku mau kamu juga jangan diforsir tenaganya” ucap Nabil yang sudah menjalankan mobilnya menelisuri jalan


“iya mas” sahut Elin


Butuh waktu tiga puluh menit, untuk sampai di rumahnya. Kini mereka berdua sudah berada di dalam rumah Elin, tepatnya berada diruang tamu.


“Lin mama ingin ketemu kamu katanya kangen” ucap Nabil


“iya mas, nanti aku usahain weekand ya” ucapnya pada Nabil. “maaf ya akhir akhir ini aku sibuk banget banyak pasien yang harus aku tangani” lanjutnya


“iya aku paham kok sayang, yang penting kamu jangan kecapean” ucap Nabil khawatir karena akhir akhir ini Elin begitu disibukkan dengan pasiennya hingga ia sering kali  melupakan kesehatannya sendiri


“ iya mas”


Tak terasa sudah satu jam lebih mereka mengobrol dan tentunya pasti diselingi canda tawa mereka berdua. Menurut Elin, Nabil orang yang sangat humoris hingga mampu membuat dia nyaman dan begitu sangat mencintainya. Ya, Elin sudah menghapus nama orang yang dulu pernah singgah dihatinya dan menggantinya dengan nama Nabil yang kini melekat dalam hatinya.


“yasudah aku pamit pulang dulu, besok aku jemput dan istirahatlah yang cukup” pamitnya pada Elin


“iya mas” jawabnya berjalan keluar mengantar Nabil ke depan rumah


“ aku pulang, Love you” ucap Nabil sebelum memasuki mobilnya


“Love you too, hati-hati dijalan mas” seru nya saat mobil Nabil mulai dijalankan


Setelah memastikan Nabil benar-benar meninggalkan pekarangan rumahnya, ia beranjak masuk kedalam. Elin langsung berjalan menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti tepat didepan kamar sang ayang yang sedikit terbuka, ketika melihat sang ayah tengah mengemasi pakaiannya kedalam tas, Ia langsung masuk ke kamar orang tuanya.


“Ayah mau kemana?” tanya Elin

__ADS_1


“ Ayah mau keluar kota Nak” jawab Ayah Dirman


“Ngapain Yah” tanyanya lagi


“ada urusan pekerjaan” jawab ayah Dirman lagi


“ ke Kota mana Yah?” Elin kembali bertanya


“ tempat tinggal kita dulu” Ayah Dirman menerima baju yang diulurkan istri tercintanya itu


“Bunda ikut?” tanya beralih pada sang Bunda yang tengah membantu ayah Dirman


“nggak, Bunda dirumah aja Nduk. Toh ayahmu juga disana hanya tiga hari “ jawab Bunda Wati yang sedang sibuk memasukkan barang-barang yang diperlukan suami tercintanya ke dalam tas


“owh yasudah, Elin kembali ke kamar ya Bun, Yah” pamit Elin


“ iya, jangan lupa istirahat yang cukup ya Nduk” ucap Ayah Dirman


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi datang menghampiri, sekarang Elin bersama keluarganya sedang menikmati sarapan mereka. Tak ada yang berbicara disana, semua diam dan menikmati sarapannya masing-masing dan yang ada hanya suara dentingan sendok. Setelah semua selesai, mereka melanjutkan aktivitas masing-masing


“Dok Elin, ada pasien yang akan melahirkan dok” ucapnya dengan nafas terengah-engah


“baiklah, ayo keruangan pemeriksaan” ucap Elin sambil berjalan langsung menuju keruangan


Butuh waktu sepuluh menit untuk sampai keruangan pemeriksaan. Setelah sampai ia langsung memeriksa pasiennya itu, hingga ia harus menunggu sampai pembukaannya sempurna karena sekarang masih pembukaan lima.


Selang satu jam lebih, pembukaan telah sempurna dimana Elin langsung membantu pasiennya untuk melahirkan buah hatinya menuju kehidupan dunia.


“ayo, bu sekali......kepalanya sudah keliatan” ucap Elin


Beberapa menit kemudian, lahirlah bayi perempuan yang cantik dan suara tangis bayi tersembut mulai terdengar.


“oee...oeee...oeee”


“Alhamdulillah “ ucap sang ibu bayi tersebut sembari air mata menetas bahagia

__ADS_1


“ selamat ya bapak, ibu bayi kalian lahir dengan selamat” ucap Elin dengan wajah yang bahagia


“silahkan bapak untuk anaknya bisa di adzankan terlebih dahulu, kemudian diberi asi pertama oleh ibu” sambungnya


“baik dokter” ucap sang bapak bayi


Setelah semuanya selesai, Elin pamit dan kembali keruangannya. Dia dudukkan tubuhnya setelah di dalam ruangannya. Entah kenapa dari tadi perasaannya sangat tidak enak, tapi ia berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa tidak akan terjadi apa-apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu sudah berganti malam, Bunda Wati dari tadi mondar-mandir menunggu kabar dari sang suami. Entah kenapa perasaannya juga tak enak seperti ada yang menghimpit hatinya, sesak itulah yang dirasakan Bunda Wati yang terus menunggu kabar sang suami tercinta.


Tak berselang lama, Elin Pun kembali kerumah dan lansung mengernyit heran ketika melihat sang Bunda mondar mandir seperti setrikaan tanpa henti.


“Assalamualaikum Bunda” ucapnya pada sang Bunda


“Waalaikumsalam sayang” balas sang Bunda


“Bunda kenapa berdiri di luar, mondar mandir lagi dari tadi” tanya Elin yang sudah merasa tak enak dihatinya


“Bunda lagi nunggu kabar dari ayahmu nak, dari tadi semenjak keluar rumah belum memberi kabar “ ucap sang Bunda dengan nada khawatir, dan bisa dilihat dari wajah Bunda yang sudah mulai cemas tak karuan


“mungkin masih sibuk Bun” yakinnya pada sang Bunda agar tak terlalu cemas, namun begitu tak bisa ia pungkiri bahwa dirinya juga khawatir pada sang ayah


“tapi ayahmu tak biasanya seperti ini nak, kalau pun sibuk pasti memberi kabar pada Bunda dan ini pertama kalinya ayah tak memberi kabar” ucapnya yang semakin tak karuan


Memang benar Ayah Dirman sesibuk apapun beliau dan dimanapun, ia selalu memberi kabar pada sang istri.


 


 


 


 


 

__ADS_1


Dimanakah ayah Dirman berada ?


__ADS_2